Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
Episode 39


__ADS_3

"Airin jangan pergi, jangan tinggalkan aku." ilham berteriak dalam tidur nya sambil menangis.


"Sayang kamu udah sadar. " ucap bunda yang berdiri di samping nya.


"Bunda airin, aku mimpi airin meninggal kan aku, syukurlah itu hanya mimpi. " ucap ilham sambil menghapus air matanya dan tersenyum. bunda yang melihat nya menangis dan memeluk ilham . "Kenapa bunda menangis. "


"Kamu tidak mimpi nak, airin sudah pergi meninggalkan kita semua. " ilham melepaskan pelukannya dan kembali menangis. "Kamu harus sabar, ikhlas kan airin, agar dia tenang di sana. " bunda kembali memeluknya.


"Aku mau lihat airin bunda. " kata ilham dan bunda mengangguk.


Siska masih menangis sambil menggenggam tangan sahabat nya itu. Dia masih tidak percaya kalau airin akan pergi secepat ini. Baru kemaren mereka bercanda dan tertawa bersama. Siska semakin terisak saat mengingat airin bercerita tidak ada peduli dengan nya. Sungguh tragis bahkan di akhir hayatnya pun airin tidak mendapatkan kebahagiaan nya.


Ilham memasuki ruangan dimana airin berada. Siska yang melihat ilham masuk undur diri untuk memberi jalan untuk nya. Ilham sudah berusaha untuk tidak menangis, tapi air mata itu masih saja bercucuran seperti tidak ada habisnya. Ilham mencium kening airin lama dengan lembut .


"Ayo kita bawa airin pulang. " ucap ayah.


Sebelum pulang ilham melihat bayi nya terlebih dahulu. Ilham tersenyum saat melihat pangeran kecilnya di balik kaca.


"Gio. " gumam ilham.

__ADS_1


"Hah gio?. " tanya bunda.


"Iya airin memberinya nama gio. " ucap ilham sambil tersenyum.


**


Ilham masih duduk di makam airin sambil menangis. Dia masih tidak terima dengan kepergian airin secepat ini. Padahal dia sudah berniat untuk memulai nya dari awal, tapi airin malah pergi meninggalkan nya. "Begini cara kamu membalas ku airin karena selama ini aku tidak memperdulikan mu. " gumam ilham dalam hati.


"Ayo nak kita pulang. " ajak ayah.


"Aku masih mau disini ayah. Kalian pulang lah." ucap ilham menangis sambil memegang batu nisan airin.


"Kamu tidak boleh seperti ini nak, ingat sekarang kamu punya tanggung jawab, ada anak kamu yang sedang menunggu mu di rumah sakit. Kamu harus kuat demi dia. " ucap bunda. Ilham teringat dengan anaknya. Saat ilham berdiri pandangan nya tiba-tiba gelap.


Ilham kembali tidak sadarkan diri. Dia terlalu shock karena tidak bisa menerima kenyataan ini.


Ilham membuka matanya perlahan. Di lihat nya sekeliling ternyata dia berada di kamar nya. Ilham bangun dari ranjang dan duduk di meja rias. Disini biasanya airin berdandan sambil berkaca.


Ilham membuka laci dan melihat sisir airin yang penuh dengan rambut disana. Ilham menangis membayangkan penyakit yang di derita oleh istrinya. Selama ini dia melalui nya dengan sendiri. Ilham juga melihat sebuah kertas disana. Kertas itu berisi tulisan airin, ilham menbacanya.

__ADS_1


"*Mas, saat kamu membaca surat ini mungkin aku udah gak ada lagi di dunia ini. Maaf kan aku mas, karna aku telah menghianatimu. Aku telah menyia-nyiakan suami sebaik kamu, aku sangat menyesal mas. Tapi harus kah kamu menghukumku seperti ini mas, aku sangat sedih saat melihat kebencian dari mata mu, aku tau aku sangat menjijikkan dan murahan, tapi aku bersumpah mas anak yang aku kandung ini adalah anak mu. Aku tidak pernah melakukan nya selain dengan mu. Aku sangat sedih setiap kali kamu mengatakan kalau anak ini bukan anak mu. Aku ingin sekali kamu mencium perut ku mas, merasakan betapa nakalnya anak kita. Dia selalu menendang perutku.


Mas aku sakit, sakit yang tidak pernah ku bayangkan seumur hidup ku. Aku tidak bisa mengatakan nya padamu, karna akan lebih menyakitkan saat kamu mengetahui penyakit ku tapi kamu tidak peduli dengan ku mas. Aku bisa tahan saat bunda mencaci ku, tapi kenapa rasanya sakit sekali saat cacian itu keluar dari mulut mu mas.


Aku sangat mencintai mu mas, aku tidak tahu itu sejak kapan, tapi aku sangat cemburu melihat mu dekat dengan wanita lain. Semenjak aku mengantarmu ke bandara waktu itu pikiran buruk selalu menghantui ku, sampai ada niat di hatiku untuk membalas mu, maaf kan aku mas.


Kalau aku sudah tidak ada lagi tolong jaga anak kita mas, dan jangan lupa carikan dia mama baru yang bisa menyayangi nya seperti anak sendiri. Hanya itu yang bisa aku tinggal kan supaya kamu selalu mengingat bahwa aku pernah ada di dalam hidupmu.


Jangan menangis mas. Aku pergi bukan karena aku ingin menyerah untuk mendapatkan cinta mu kembali . Tapi aku pergi karena aku sudah tidak kuat, penyakit ini benar-benar menyiksaku, aku lelah mas, aku tidak sanggup lagi menahan nya.


Aku pergi mas, do'akan aku supaya aku tenang disana. Jaga anak kita mas.


AKU MENCINTAIMU. *"


Ilham menangis sambil memeluk kertas itu di dadanya. Ada bercak darah di kertas itu yang membuat dada ilham sesak. "Aku akan menjaga anak kita sayang. Tenanglah disana aku tidak akan menikah lagi, kamu lah wanita pertama dan terakhir di hidup ku. Aku akan membesarkan anak kita sendiri."


**END


maaf ya atas segala kekurangan nya, maklum penulis baru.

__ADS_1


Terima kasih telah membaca cerita saya yang singkat ini. Jangan lupa tinggalkan jejak**.


Assalamualaikum.


__ADS_2