Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
Episode 24


__ADS_3

"Airin kita pergi makan yuk, laper nih. " ucap siska saat pulang kuliah.


"Kemana? "


"Gimana kalau ke restoran jepang, gue lagi pengen makan sushi. "


"Boleh juga tuh. "


"Tapi lo yang traktir ya? "


"Kebiasaan lo. "


"Laki lo kan tajir banget, ya wajar lah. "


"Ya udah cepatan, sebelum gue berubah pikiran. "


"Ok. " jawab siska dan mereka meninggal kan kampus dengan mengendarai mobil masing-masing.


Sampai di restoran siska mencari tempat yang paling cocok untuk mereka, tapi saat siska melihat ke arah pojok siska terkejut melihat seorang pria dengan wanita yang sedang menikmati makanan.


"Rin, itu bukan nya laki lo. " ucap siska menarik tangan airin, airin mengikuti arah pandangan siska, ternyata benar suaminya sedang makan bersama dengan mita, akrab sekali karena tampak mereka sedang bercengkerama yang di selingi tawanya.


Darah airin langsung mendidih ingin sekali dia menghampiri mereka dan menjambak rambut wanita jalang itu, tapi dia ingat ini tempat umum, dia tidak mau mempermalukan diri sendiri.


"Gue gak jadi makan, gue mau pulang. " ucap airin berlari meninggalkan siska yang masih berdiri. Berulang kali siska memanggil airin, tapi tak di hiraukan nya.


Pikirannya sangat kacau, suami yang dia kira sangat mencintai nya ternyata hanya topeng untuk menutupi kemunafikan nya.


"Berengsek!! " teriak airin sambil memukul setir mobil nya.


Mobil airin berhenti di depan rumah mewah itu, tapi bukan rumah suami nya melainkan rumah dika, dia butuh teman untuk mencurahkan kekecewaan nya.


Tampa membunyikan bel airin langsung masuk dan menaiki tangga menuju kamar duka. Benar saja dika yang sedang membaca buku di atas ranjang terkejut melihat airin masuk ke kamar nya sambil menangis.

__ADS_1


"Airin, kamu kenapa? " tanya dika, airin tak menjawab, dia setengah berlari ke arah dika yang sedang terlentang dan **** nya. Airin mencium bibir dika dan melumatnya dengan ganas.


"Airin apa-apaan kamu. " ucap dika melepaskan ciumannya.


"Ayolah dika, aku tau kamu juga menginginkannya. " airin kembali melumat bibir dika dan terun ke leher nya.


Sebagai laki-laki normal yang mendapatkan perlakuan tiba-tiba airin gairah dika bergejolak, selama ini dia selalu menahan hasrat nya karena menghargai keputusan airin yang lebih memilih suaminya.


"Kamu yang mulai airin, kamu yang menggoda ku. " dika membalikan tubuh airin hingga berada di bawah nya. Dika membuka pakaian airin dan membalas lumatannya ,menjamah setiap inci tubuhnya tampa sedikit pun terlewati.


Airin sadar ini salah, tapi saat bayangan suaminya bersama perempuan lain membuat nya egois, untuk apa dia setia sedangkan suaminya di luar sana bersenang-senang dengan perempuan lain. Bahkan untuk sekedar berpelukan dengan laki-laki yang selama ini sangat dia rindukan airin tak berani dan takut karena akan melukai suaminya, tapi entah setan apa yang merasukinya, saat bayangan suaminya dengan wanita itu membuat airin ingin melakukan hal yang sama. Memang suaminya aja yang bisa menghianatinya dia juga bisa, itulah yang ada dalam pikiran airin saat ini.


"Akhhh" desah airin saat dika menggigit kecil ujung dada airin.


Dika sudah tidak bisa menahan nya lagi, bagian sensitif nya di bawah sana sudah sangat menegang. Dika menurunkan celana dalam airin, dengan cepat airin menepis nya.


"Kenapa? " tanya dika, airin menggelengkan kepala nya.


"Maaf dika, aku belum siap, ini sudah terlalu jauh. "


"Tenang sayang, aku akan menyelesaikan nya untuk mu. " airin mengambil posisi dan **** Mr. P dika.


"Akhh airin lebih dalam. " desah dika, cukup lama airin di bawah sana tapi dika tak kunjung mengeluarkan lahar panas nya, membuat airin kelelahan, dia mengakui keperkasaan dika yang luar biasa.


"Airin lebih cepat, aku mau keluar. " dan akhirnya dika keluar juga. Airin sangat kelelahan dan tertidur di samping dika. Dika memeluknya dan terus memandangi tubuh polos airin yang hanya tinggal celana dalam. Dika menarik selimut untuk menutupi nya.


Dika tidak mengerti dengan jalan pikiran airin. Sudah jelas kemaren dia bilang mereka hanya sebatas teman, tapi apa sekarang.


**


"Bagaimana dengan meeting kamu tadi siang. " tanya ayah kepada ilham saat mereka duduk di depan tv.


"Lancar yah, mereka setuju untuk bekerja sama dengan perusahaan kita. "

__ADS_1


"Ayah bangga sama kamu, kamu benar-benar bisa di andalkan. "


"Makasih yah. "


"Ayah rasa mita masih menyukai mu, kamu harus bisa jaga jarak dengan dia. Kamu sudah menikah. "


"Ayah aku memang menyukai nya, tapi hanya sebatas adik, tidak tau bagaimana perasaannya padaku. "


"Bukan nya dulu kamu juga menyukai nya? "


"Ha ha, aku hanya menganggap nya sebagai adik ayah gak lebih. Aku menyukai sikap manja nya, kalau aku dekat dengan nya aku serasa mempunyai saudara perempuan. "


"Syukur lah. Oh ya mana istri mu? "


"Belum pulang yah"


"Ini udah malam lo nak, gak biasanya dia pulang malam begini. Kamu telfon gih! " ucap ayah. Ilham mengambil ponselnya dan menghubungi airin. Belum sampai benda pipih itu ke telinganya terdengar suara mesin mobil di luar. Ilham beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah pintu.


Saat airin membuka pintu dia terkejut sudah ada ilham di depan nya. Airin salah tingkah, dia tak berani menatap wajah ilham, ada rasa takut yang menyelimuti nya.


"Kamu udah pulang mas, tumben cepat banget pulang nya. " ucap airin sambil berjalan melewati ilham.


"Kamu yang pulang telat, biasanya saat aku pulang kamu sudah di rumah. " airin menghentikan langkah nya.


"Apa maksud mu mas, kamu nuduh aku macam-macam? "


"Aku tidak bilang begitu, sayang ada apa dengan mu. " ilham mendekatinya, tapi airin membalikan badan dan menaiki tangga. Ayah yang melihat nya mendekati ilham dan menepuk bahu nya.


"Sabar ya, perempuan kalau lagi cemburu memang seperti itu. Itu adalah kode supaya kamu membelainya lebih lembut." ilham memikirkan perkataan ayahnya. Selama ini dia memang kurang memperhatikan airin karna sibuk bekerja, di tambah lagi airin curiga kepada mita, wajar sih airin cemburu karna selama ini ilham tidak pernah dekat dengan wanita manapun.


Dikamar airin segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. Airin melihat di kaca betapa banyak tanda merah yang dika tinggalkan di tubuhnya.


Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, airin melihat ilham mendekatinya dengan hanya mengenakan celana dalam. Ilham memeluk airin dari belakang dengan cepat airin mengambil handuk dan keluar dari kamar mandi, dia tidak mau ilham melihat tanda merah di tubuh nya.

__ADS_1


Ilham keluar dari kamar mandi, dia melihat airin berbaring di ranjang yang sudah memakai piyama dengan lengan panjang. Ilham mendekatinya dan mencium rambut airin.


"Kenapa kamu menghindariku. " ucap ilham, airin hanya diam tak menjawab. Mungkin sudah tidur pikir ilham.


__ADS_2