
Seperti biasa pulang sekolah airin membantu ibunya di rumah makan sederhana miliknya. Dulu hidupnya lumayan enak, karna ayahnya bekerja di sebuah perusahaan swasta. Tapi setelah ayahnya meninggal 5 tahun yang lalu karna sakit keras hidup nya jadi berubah.
"Nak kalau kamu capek kamu pulang duluan ya, besok kamu kan sekolah." suara bu sarah memecah lamunan airin, karna agak sepi pengunjung mangkanya airin mempunyai kesempatan untuk melamun.
"Gk bu aku pulang sama ibu aja."
"Ibu bisa pulang dengan ina nanti, kan se arah. Lagian ini sudah jam 8 malam nak besok kamu harus sekolah." bu sarah mencoba meyakinkan putri semata wayangnya. Ina adalah orang yang membantu bu sarah di rumah makannya. umurnya 26 tahun tapi belum berkeluarga. Ada lagi mbak dira dan andra. Dira berumur 30 tahun dan andra berumur 25 tahun. Andra bertugas mengantar pesanan ke alamat pelanggan.
"Ya udah bu, airin pulang dulu ya, ibu hati-hati pulangnya nanti." airin mengambil tasnya dan berpamitan kepada ibunya.
"Kamu hati-hati ya nak, jangan ngebut-ngebut bawa motornya."
"Iya bu assalamu'alaikum" airin mencium tangan ibunya dan berjalan menuju parkiran mengambil motor metic kesayangannya.
Sampai di rumah airin langsung masuk kamar dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Dulu waktu ayah nya masih hidup airin tidak tinggal disini, ibunya terpaksa menjual rumah dan mobil hasil kerja keras ayahnya dan membeli rumah yang lebih kecil. Sisa uangnya di jadikan modal usaha rumah makan sederhana untuk bertahan hidup. Untungnya ada teman bu sarah yang membantu mengembangkan usahanya dan menyuntikan dana saat rumah makan itu nyaris bangkrut karna sepi pelanggan. Syukur sekarang rumah makan itu sudah ramai dan sudah memiliki 3 karyawan.
Bayangan masa lalu itu muncul lagi dalam ingatannya, teringat saat terakhir dia bertemu dengan kekasihnya.
"Yang besok kamu nrima lapor kan" ucap dika di sebuah taman saat membawa airin pergi jalan-jalan.
"Iya emangnya kenapa yang?"
"Kamu mau libur kemana yang?"
"Aku gak mau kemana-mana yang, aku bantuin ibu aja."
"Tapi yang aku mau ngajak kamu liburan ke bali, sekalian ngerayain ke lulusan ku."
"Tapi kalau aku gak naik ke kelas 2 gimana?"
"Kamu pasti naik kelas kok yang, kamu kan juara terus." dika mencubit pipi airin dengan gemas.
__ADS_1
"Tapi yang kalau aku gak di izinin ibu gimana?" wajah airin tampak khawatir. Dika mengenggam tangan airin dengan lembut.
"Pasti di izinin kok yang, kan perginya sama aku, nanti malam aku akan minta izin sama ibu kamu."
"Ya udah deh, "
"Besok setelah nrima lapor aku lansung jemput kamu ya di sekolah, kamu paking malam ini aja barang kamu jadi besok kita tinggal berangkat."
"Iya sayang, bawel amat sih." airin mecubit hidung dika sambil tertawa.
"Aku mencintai mu sayang." dika menarik airin kedalam pelukannya.
"Aku juga mencintaimu, jangan pernah tinggalin aku." airin membalas pelukan dika.
"Aku tidak akan pernah meninggalkan mu sayang, aku janji."
"Benarkah, kamu janji tidak akan pernah meninggalkan ku." airin melepas pelukannya menatap mata kekasihnya tidak ada kebohongan disana, yang ada hanya cinta yang tulus dan itu membuat airin bahagia.
cup
Dika mencium kilas bibir airin, wajah airin mendadak blusing, dan itu semakin membuat dika bertambah gemas.
"Dika aku malu, ini tempat umum." airin menundukkan kepalanya.
"Jadi kamu maunya di tempat sepi yang, hanya ada kita berdua." dika semakin ingin menggoda airin karna dengan wajah malunya seperti itu membuat dika gemes.
"Apaan sih, jangan menggoda ku terus dika, aku malu."airin memukul dada dika, karna wajahnya sudah seperti kepiting rebus saat ini.
"Iya ayok aku antar pulang, ini sudah mau malam, kan kamu mau beres-beres." dika berdiri sambil mengenggam tangan airin.
sampai dirumah airin menyuruh dika masuk, karna jam masih menunjuk kan pukul setengah 8 malam.
__ADS_1
"Minum dulu yang." airin memberikan secangkir teh hangat yang baru saja dia buat di dapur.
"Ibu kamu belum pulang yang?" sambil mengambil teh yang di berikan airin
"Belum yang, ibu tutup jam 11 malam."
"Owh, harus nya tadi kita ke tempat ibu aja ya. Ya udah habis ini aku mampir ke tempat ibu sekalian minta izin." dika meletakkan tehnya di atas meja dan kembali bersandar di sofa yang di sampingnya ada airin. Mendadak suasana menjadi hening, dika yang terus menatap airin membuat airin jadi canggung dan salah tingkah.
"Kamu mau lanjut kuliah dimana yang?" airin mencoba menghilangkan canggungnya dengan bertanya.
"Aku kuliah di jakarta aja yang."
"Loh bukannya papa kamu nyuruh kuliah di london?"
"Aku gk mau yang, aku gk mau jauh-jauh dari kamu." dika mendekat dan membenamkan wajahnya di leher airin , tercium wangi tubuh airin yang sangat di sukainya, dika tersenyum saat mendengar jelas jantung airin berdetak dengan cepat di telinganya. Airin tidak menolaknya dia mengelus punggung dika dengan lembut.
"Airin aku ingin terus bersamamu seperti ini, aku sangat mencintai mu." dika mengeratkan pelukannya. Entah kenapa mendengar perkataan dika barusan seolah ada yang menganjal dalam hatinya, perasaannya menjadi tidak tenang. Karna tidak ada jawaban dari airin dika mendongakkan wajahnya ke atas menatap gadisnya. Dika menarik tengkuk airin membuat airin menundukkan wajahnya, dika mencium bibir airin, awalnya hanya ciuman kilas tapi berubah menjadi lumatan yang sangat lembut, airin membuka mulut nya membalas lumatan dika yang mengisi setiap rongga mulut nya, dika mengigit kecil bibir bagian bawah airin sebelum melepaskan ciumannya. Dika tersenyum saat melihat airin sesak napas dan tampak menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
"Kamu ingin membunuh ku." airin mendorong dika. Dika kembali mendekat dan melumat bibir airin, rasanya begitu manis dan membuat dika candu. Lama-lama ciumannya menuntut, dika menurunkan ciumannya ke leher airin, airin tidak menolak yang di lakukan dika karna dia sangat menyukai sensasi ini, seluruh tubuhnya seperti di sengat oleh aliran listrik.
"Aahhh." airin mendesah saat dika menggigit kecil dan membuat tanda merah disana. Dika tersadar saat mendengar desahan gadisnya, dia melepaskan ciumannya.
"Gak ini gak boleh terjadi, aku harus pergi, kalau tidak, aku tidak bisa menahannya." dika bicara dalam hati.
"Sayang aku harus pulang, setelah beres-beres kamu istirahat ya, aku mau menemui ibu dulu, besok aku jemput kamu di sekolah ya." dika berdiri dan berjalan menuju pintu.
"Dika tunggu." airin berlari mengejar dika dan memeluknya dengan erat, entah kenapa perasaannya menjadi tidak tenang seolah-olah dia ingin dika tetap disini saat ini.
"Kenapa sayang, besok kita akan bertemu lagi." dika membalas pelukan airin. Dika melepas kan pelukannya dan mencium lama kening airin.
"Kamu hati-hati ya." ucap airin serak karna menahan tangisnya, dia tidak mau dika melihat air matanya.
__ADS_1
"Iya sayang jangan lupa cepat istirahat." airin hanya menganggukan kepalanya, dia tidak mampu lagi bersuara, 1 kata saja yang keluar dari mulutnya air matanya pasti akan jatuh saat itu juga. Dika masuk kedalam mobilnya dan berjalan meninggalkan halaman rumah airin.