Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
Episode 18


__ADS_3

Ilham dan kedua orangtua nya tengah menikmati sarapan, tapi ilham tampak tak bersemangat karena tampa airin di samping nya.


"Baru juga 1 malam nak kamu tidak tidur dengan istrimu, tapi kamu sudah seperti tidak mempunyai semangat hidup. Apa kamu merindukan nya? " ucap bunda menggoda anaknya.


"Bunda, kayak gak pernah muda aja. " jawab ayah. "Nanti airin pulang kan nak? "


"Gak tau yah. "


"Loh kok gak tau, kamu jemput dong! " saut bunda.


"Iya sebelum berangkat ke kantor aku ke tempat airin dulu. " ucap ilham. Tiba-tiba suara bel menghentikan pembicaraan mereka. Ilham beranjak dari duduknya dan membukakan pintu.


"Eh siska! Ada apa pagi-pagi gini kamu datang kesini? "


"Maaf mas, aku mau ketemu sama airin. "


"Airin gak ada disini. Dia tidur di rumah ibunya semalam. Emang nya dia gak ngasih tau kamu? "


"Gak mas, ya udah aku pergi dulu mas! "


"Gak masuk dulu? "


"Gak usah mas, aku lansung ke tempat airin aja. "


"Owh iya udah, hati-hati. "


"Iya mas. "


*


Airin sedang memasak di dapur, dia sengaja menyibukkan dirinya supaya galau di hati nya berkurang. Kejadian kemarin benar-benar menguras emosi nya.


"Nak, ibu berangkat dulu ya! " ucap ibu menghampiri airin di dapur.


"Loh, apa gak ke pagian bu. "


"Gak nak, akhir-akhir ini restoran buka lebih cepat. "


"Sarapan dulu lah bu. Aku lagi masak ini. "


"Ibu sarapan di restoran aja ya. "


"Ibu pasti capek banget ya, pergi pagi pulang tengah malam. Aku bantuin ibu aja ya. "


"Ibu udah terbiasa kok nak, ada saatnya nanti kamu bakalan gantiin ibu. Ya udah ibu berangkat dulu ya! "

__ADS_1


"Hati-hati bu. Jangan lupa tutup pintu nya." ucap airin setelah menyalami ibu nya. Airin melanjutkan masaknya, tidak lama terdengar suara pintu terbuka dan langkah kaki mendekati nya.


"Ada yang ketinggalan bu? " tanya airin tampa melihat.


"Rin ini gue. "


"Lo. Ngapain lo kesini. Rumah gue gak terima penghianat kayak lo. "


"Rin lo salah paham, gue bisa jelasin. "


"Gue gak butuh penjelasan lo. Mending lo pergi deh sekarang. Gue jijik liat muka lo. "


"Lo boleh marah setelah lo dengarin cerita gue. "


"Gue sibuk. " ucap airin dan kembali melanjutkan pekerjaannya tampa mempedulikan siska.


"Sayang. " ucap ilham yang baru saja datang.


"Kamu kok bisa disini? "


"Emang nya gak boleh,"ucap ilham sambil memeluk airin dari belakang. "aku kangen sama kamu " bisiknya lagi tak sadar ada yang sedang memperhatikan mereka. Tapi siska sudah biasa melihat sahabat nya bermesraan di depan nya. Cuma yang membuat siska canggung karena hubungan nya dengan airin sedang tidak baik.


"Kamu gak kerja mas? "


"Iya, tapi aku mau melepas rindu dulu sama kamu. " jawab ilham sambil mencium pipi airin.


"Siska kamu mau kemana? " suara ilham menghentikan langkah nya.


"Kayak nya aku harus pergi deh mas, aku gak mau ganggu kalian. "


"Ya ampun siska kamu kayak orang lain aja." ucap ilham sambil berjalan menuju meja makan dan duduk disana. "Ayo duduk sini. "


"Gak usah mas. "


"Kalian lagi ada masalah? " tanya ilham. Airin yang mendengarnya lansung menghentikan kegiatan dan melihat mereka berganti.


"Gak kok mas, kami baik-baik aja. " jawab siska berjalan menuju meja makan dan duduk disana.


"Oh aku kira lagi bertengkar, soalnya aku perhatikan kalian agak aneh, gak kayak biasanya. "


"Apa yang akan kami ributkan mas, kami ini sahabat udah lama banget, gak mungkin lah gara-gara masalah kecil ribut. "


"Ribut soal cowok kali," ucap ilham asal sedangkan siska melotot melihat nya karena kaget dengan tebakan ilham .


"Nih udah siap. Sekarang kita sarapan. " ucap airin membawa masakan nya ke meja makan.

__ADS_1


Ilham menyantap makanan nya dengan lahap, tadi dia hanya makan sedikit karena tidak nafsu makan, tapi sekarang dia jadi lapar apalagi airin yang memasak. Selama ini airin jarang memasak karena tiap kali dia ingin melakukan nya sering di larang bunda. Pernah juga airin minta kepada ilham untuk pindah rumah. Hanya ada mereka berdua tampa ada pelayan, supaya airin bisa melakukan tugas nya sebagai seorang istri, tapi Lagi-lagi di larang ayah bunda karena mereka suka rumah yang ramai dan tidak mau jauh dari anak-anak nya.


Ilham memperhatikan 2 orang yang ada di depannya. Tidak ada yang berbicara dari tadi, ilham semakin yakin ada sesuatu di antara mereka karna tatapan airin penuh kebencian kepada siska.


"Sayang hari ini kamu gak ke kampus.? " tanya ilham kepada airin.


"Iya nanti siang mas. "


"Nanti kamu pulang kan? "


"Satu malam lagi ya mas? "


"Kalau gitu nanti pulang kerja aku lansung kesini aja. Aku juga mau ikut tidur disini. "


"Benaran mas! "


"Iya. Aku gak bisa tidur nyenyak kalau gak ada kamu disamping aku. " ucap ilham sambil mengusap kepala airin.


"Mas" tegur airin kemudian melihat siska.


"Ya udah aku berangkat kerja dulu ya. "


"Iya mas, ayo aku antar ke depan. "


"Ayok. " ucap ilham dan menggenggam tangan airin.


"Kamu hati-hati ya mas!" ucap airin saat sudah berada di depan pintu.


"Iya sayang, tunggu aku pulang ya. " jawab ilham kemudian mencium kilas bibir airin. "Aku merindukan kan mu. " bisik ilham, airin yang mengerti dengan kata rindu suaminya lansung memejamkan matanya. Ilham lansung melumat bibirnya dengan penuh gairah dia benar-benar merindukan istrinya. Sudah hampir seminggu mereka tidak melakukan nya, karena airin sedang kedatangan tamu bulanan.


Airin membalas lumatan ilham, ilham menarik tengkuk airin untuk memperdalam ciuman dan Lama-lama ciuman itu menuntut ilham menurunkan ciuman nya ke leher airin dan memberi tanda disana.


"Akhh mas. " desah airin. Untung mereka dihalangi oleh mobil, kalau tidak mereka akan menjadi tontonan mesum kalau ada yang lewat depan rumah.


"Sayang ke kamar dulu yuk. " bisik ilham tepat di telinga airin yang membuat airin geli karna nafas ilham menyapu bagian kulitnya.


"Mas kamu harus ke kantor, cepat pulang ya, aku tunggu di rumah. " bisik airin mempererat pelukan.


"Emang nya kamu udah gak lagi. " tanya ilham dan di jawab anggukan oleh airin. Ilham tersenyum dan mencium lama kening airin.


Setelah mobil ilham meninggal halaman, airin kembali masuk dan melihat meja makan sudah rapi dan siska sedang mencuci piring di dapur.


"Lo gak pergi juga?." tanya airin.


"Rin please, dengarin gue dulu. "

__ADS_1


"Gue minta lo pergi sekarang! " ucap airin berteriak dan menarik tangan siska sampai di depan pintu. Dia benar-benar kecewa dengan sahabat nya itu.


"Rin, tiga tahun yang lalu dika mengalami kecelakaan. " ucap siska. Airin melepas kan tangan siska yang sedikit merah. Airin terdiam sambil berdiri di ambang pintu. Seluruh badannya terasa tak bertulang. "Jadi itu alasannya dia ninggalin gue. " ucap airin serak karena menahan air matanya.


__ADS_2