Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
Episode 16


__ADS_3

Siang itu tampak cerah. Airin tengah berada di sebuah mol untuk berbelanja. Dia pergi sendiri karena tadi siska bilang dia ada keperluan.


Setelah selesai memilih pakaian yang akan dia beli, airin berjalan menuju meja kasir untuk membayarnya. Wanita cantik yang ada meja kasir itu memberi tau total belanja nya, tapi saat airin membuka tasnya dia tidak menemukan dompet nya.


"Aduh dompet gue mana ya? Masak ketinggalan! " gumamnya dalam hati. "Mbak saya boleh nelfon sebentar gak? " ucap airin kepada wanita itu yang tampak mengerutkan dahinya.


"Boleh tapi jangan lama ya mbak! " jawab nya dan airin agak menjauh dan menghubungi suaminya. Sudah 3 kali airin menghubungi suami nya tapi tidak ada jawaban. Dengan berat hati airin kembali ke meja kasir untuk membatalkan belanjaannya.


"Maaf mbak kayak nya saya gak jadi beli, soalnya dompet saya hilang. " ucap airin menundukkan kepalanya karena malu.


"Tapi mbak barang-barang ini sudah di bayar. " jawab wanita itu sambil memberikan belanjaan airin yang sudah terbungkus rapi.


"Si-siapa yang bayar mbak. " tanya airin tak percaya.


"Tapi orang nya sudah pergi mbak. Maaf mbak di belakang masih antri. "


"Tapi cowok apa cewek mbak? "


"Cowok mbak, kayak nya seumuran sama mbak. "


"Terima kasih ya mbak. " ucap airin dan mengambil belanjaannya dengan wajah yang masih kebingungan.


Airin kembali menjalankan mobil dengan kecepatan rata-rata. Di tengah perjalananan tiba-tiba mobil airin mati dan tidak mau di hidup kan lagi. Airin keluar dari mobil nya dan melihat sekeliling, tampak sepi dan tidak ada bengkel disana.


"Ck, kenapa sih ini mobil, gue kan gak ngerti soal mesin! Mana gue gak bawa dompet lagi. " umpat airin kesal. Dia kembali mengambil ponsel nya dan menghubungi suaminya. Lagi-lagi ilham tidak menjawab nya dan membuat airin kesal.


Tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti tepat di belakang mobil nya. Tampak seorang pemuda keluarga dari mobil itu. Tapi airin tidak bisa melihat wajahnya Karna pemuda itu menggunakan masker dan topi.


"Kenapa mbak? " tanya orang itu setelah menghampiri airin.


"Gak tau kayak nya mogok. "


"Mau saya telfon orang bengkel mbak? "


"Boleh deh." jawab airin setelah berpikir sejenak. Orang itu mengeluarkan ponsel nya dan menelepon seseorang.


"Sebentar lagi akan ada orang yang akan menjemput mobil ini. Mbak mau kemana? Biar saya yang antar!" tanya nya, tapi airin tidak menjawab, malah memperhatikan penampilan orang itu dari ujung kaki sampai ujung kepala.

__ADS_1


"Saya bukan orang jahat mbak!" ucap nya yang melihat airin menatap nya penuh selidik. Akhirnya airin menganggukan kepala dan menerima tawaran orang itu.


Airin terus memperhatikan orang yang fokus mengemudi di samping nya itu. Orang itu masih saja mengenakan masker mesti di dalam mobil.


"Jangan liatian saya seperti itu mbak! " ucapnya dan airin tersentak karena kaget.


"Maaf apa sebelum nya kita pernah kenal?"


"Hah, kayak nya gak deh mbak! Emang nya kenapa? "


"Kayak nya suara kamu agak familiar di telinga saya. "


"Masak sih mbak, perasaan mbak aja kali. "


"Emang nya aku kayak mbak-mbak ya. "


"Ha ha trus saya harus panggil apa dong. "


"Panggil aja airin. "


"Oh baik lah. Airin kamu sudah menikah ya? "


"Iya aku liat cincin di jari kamu. "


"Oh, iya aku sudah menikah. " jawab airin sambil menatap cincin di jari manis nya.


"Apa kamu mencintai suami mu. "


"Pertanyaan macam apa itu. " tanya airin kaget dengan pertanyaan orang itu. Dia bahkan tidak tahu nama nya, tapi sudah bertanya hal yang pribadi.


"Maaf, karena pertanyaan saya sedikit tidak pantas. " ucap nya. Airin diam tidak berbicara apa lagi.


Tidak lama mobil itu berhenti di depan rumah mewah itu.


"Ini rumah kamu? "


"Bukan ini rumah mertua saya. Ayo masuk dulu. "

__ADS_1


"Oh, gak usah. Saya lansung balik aja. Oh ya ini alamat bengkel yang membawa mobil kamu tadi. " saut nya sambil memberikan kartu kepada airin. Airin mengambil kartu itu tapi mata nya malah menatap bola mata orang itu. Airin benar merasa tidak asing dengan orang yang ada di samping nya itu, suaranya, matanya seperti airin mengenal nya, tapi siapa?


Orang itu yang merasa di tatap dalam lansung memalingkan wajahnya.


"Kamu gak mau turun, atau mau ikut aku. " tanya orang itu.


"Nama kamu siapa? "


"Untuk apa nama ku. Toh kita tidak akan bertemu lagi. "


"Oh gitu y. Terima kasih ya sudah membantu ku. "


"Iya sama-sama. " jawab nya tampa melihat airin. Airin turun dari mobil itu dan tersenyum sambil melambaikan tangan nya. Mobil itu pergi meninggalkan airin yang masih berdiri di depan rumah.


Airin memasuki rumah dan melihat bunda yang duduk di atas sofa sambil menatap layar televisi.


"Assalamualaikum bunda. " ucap airin sambil mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.


"Waalaikumsalam, kamu habis belanja nak? " tanya bunda yang melihat barang yang di bawa airin.


"Iya bunda. Tapi pas aku mau bayar dompet ku gak ada bunda. "


"Trus gimana cerita nya kamu masih bisa membawa barang ini pulang.?" tanya bunda dan airin menceritakan mulai dari mol sampai mobilnya harus berakhir di bengkel. Suara ponsel membuat airin berhenti bercerita dan mengangkatnya.


"Hallo mas. "


"*Sayang tadi kamu nelfon aku ya? "


*"Iya mas, tapi kamu gak angkat. "


"Maaf sayang, tadi aku ada meeting. Emang nya ada apa? "


"Nanti aja deh mas aku cerita kalau kamu udah pulang. "


"Ya udah, bentar lagi aku pulang kok. Kamu tunggu ya. "


"Iya, hati-hati ya mas. "

__ADS_1


"Iya sayang. Muach. " ucap ilham tapi tidak di balas oleh airin karena ada bunda di depannya.


__ADS_2