
"Woi melamun aja lo." ucap airin mengagetkan siska yang tampak melamun di taman belakang kampus.
"Airin. Lo bikin gue kaget aja. "
"Ya habisnya lo nglamun, mikirin apaan sih?"
"Gak ada, oh ya gue pulang duluan ya. "
"Lo kok cepat. lo gak nungguin gue? Gue masih ada kuliah bentar lagi. "
"Kayak nya gak deh rin! soalnya nyokap gue nyuruh gue pulang cepat. "
"Lo aneh deh akhir-akhir ini sis! "
"Maksud lo aneh gimana? "
"Gue perhatiin lo kayak ngindarin gue. "
"Perasaan lo aja kali. Gue mah biasa aja. Ya udah gue duluan ya. "
"Ya, padahal gue mau curhat sama lo. "
"Lain kali aja ya, gue buru-buru." ucapnya kemudian pergi meninggalkan airin.
Airin memutuskan untuk pergi ke rumah siska, dia ingin sekali curhat dengan sahabat nya itu, rasanya belum tenang kalau belum mengeluarkan unek-uneknya.
Airin melihat mobil yang sama dengan mobil yang menolong nya waktu mobilnya rusak di depan rumah siska. Airin benar-benar penasaran siapa orang yang telah menolongnya, dan apa hubungannya dengan siska?.
Dengan cepat airin masuk ke rumah mewah itu tampa mengetuk pintu. Kedua tangan nya terangkat menutup mulut nya yang melongo tak percaya dengan apa yang dia lihat. Seorang pria yang duduk di samping siska sambil menggenggam tangannya.
"Kalian. " hanya itu yang dapat di ucapkan oleh airin. Air matanya sudah mengalir deras di wajah nya.
"Airin" ucap kedua orang itu bersamaan dan berdiri dari duduknya.
"Gue gak nyangka sis, lo sembunyiin ini dari gue. "
"Gue bisa jelasin rin. " ucap siska mendekati airin dan menggenggam tangannya supaya airin meredakan tangisnya.
"Jangan pegang gue, gue benci sama lo, lo udah nusuk gue dari belakang. " saut airin menepis tangan siska.
"Rin ini gak seperti yang kamu pikirin. " ucap pria itu mendekati airin. "Aku bisa jelasin. "
"Jelasin apa. Kalian mau bilang kalau kalian udah khianatin gue."
"Sayang plis dengarin aku dulu. " pria itu semakin mendekat dan hendak memeluk airin, dengan cepat airin mendorong pria itu.
__ADS_1
"Aku bilang jangan dekatin aku. Kamu gak tau gimana tersiksa dan menderita nya aku selama ini. Kamu gak tau betapa aku sangat merindukan mu. " tangis airin semakin menjadi.
"Aku tau sayang. Siska udah cerita semuanya sama aku. "
"Oh jadi dia udah cerita sama kamu. Kalian pasti ngetawain gue dari belakang. Selama ini aku selalu bilang sama dia kalau aku rindu sama kamu, tapi apa? Ternyata dia tau selama ini kamu dimana. Ha ha selama ini gue kayak orang bodoh cerita dan nangis sama penghianat kayak lo. Tapi sebenarnya lo tau dia dimana. Gue benci kalian berdua." airin keluar dari rumah itu dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia tidak tahu mesti kemana, dia hanya melajukan mobilnya tampa arah, hingga akhirnya dia memutuskan kan untuk pergi ke rumah ibunya.
Airin masuk ke rumah ibunya dan tidak mengunci kembali pintu nya. Airin berbaring di atas ranjang kamarnya dan menangis sejadi-jadi nya. Kecewa,sakit hati, bahagia bercampur jadi satu.
Dia bahagia karena orang yang selama ini yang sangat di rindukannya kembali, tapi dia sakit hati melihat kenyataan kalau sahabat nya menghianatinya. Selama ini siska tau dimana keberadaan dika, tapi siska tidak memberi taunya.
"Sayang. " sebuah tangan menyentuh kepalanya dengan lembut.
"Dika. " airin membuka matanya dan terkejut melihat pria yang ada di depannya. "Ngapain kamu kesini? kamu ngikutin aku."
"Sayang, kamu salah paham. Ini gak seperti yang kamu pikirkan. Aku bisa jelasin. "
"Aku gak peduli. " ucap airin tampa melihat dika.
"Apa maksudnya kamu gak peduli. "
"Dika, aku udah menikah dan aku sangat mencintai suami ku. Aku udah gak peduli lagi sama kamu. "
"Kamu bohong. Aku tau kamu masih mencintai ku. "
"Kamu salah dika. Aku sudah tidak mencintai kamu lagi. "
"Bagaimana cara aku membuktikan nya. " ucap airin berani menatap mata dika. Dika menarik tengkuk airin dan melumat bibirnya. Airin tidak menolak dan tidak juga membalasnya. Tapi dika terus melumat bibir tipis itu hingga airin menyerah dan membuka mulut nya. Tidak dapat dia pungkiri dia memang masih mencintai dika dan sangat merindukan nya.
"Itu yang kamu bilang kalau kamu tidak lagi mencintaiku. Mulut kamu boleh berbohong tapi hati kamu tidak airin. " ucap dika setelah melepas ciumannya.
Airin mendorong dika sampai keluar kamar.
"kamu keluar dari sini dika. Aku sangat membenci mu. " airin terus mendorong dika sampai di depan pintu. Dika menarik airin hingga terjatuh ke dalam pelukannya.
"Sayang aku sangat merindukan mu." ucap dika mengeratkan pelukannya. Awalnya airin tidak mau dan memukul dada dika tapi akhirnya dia menurut dan membiarkan dika memeluknya.
"Kalau kamu merindukan ku kenapa kamu tidak menemuiku. "
"Cerita nya panjang sayang, aku bisa jelasin. " airin mencoba untuk mendengar kan penjelasan dika, tapi bayangan saat dika menggenggam tangan siska kembali terbayang di ingatan nya. Dengan cepat airin mendorong dika dan menutup pintu rumah nya.
"Kamu pergi dari sini dika, aku gak mau lihat kamu lagi. Aku benci sama kamu. " ucap airin dari balik pintu.
"Gak airin, aku gak akan pergi sebelum kamu dengarin penjelasan ku. "
"Dika aku mohon beri aku waktu. Aku mau sendiri. "
__ADS_1
"Baiklah kalau itu yang kamu inginkan. " dika pergi meninggalkan rumah airin sedangkan airin masih menangis di balik pintu. Dia ingin sekali melepas rindu dengan memeluk dika, tapi selain dika sudah menghianatinya dia juga sudah menjadi istri orang lain. Dia tidak mau mengecewakan suami yang sangat mencintai nya.
Suara ponsel membangunkannya dari tidur nya. Airin tertidur karena lelah menangis. Jam menunjukkan pulkul 9 malam. Airin meraih ponsel nya dan menggeser tombol hijau tampa melihat siapa yang menghubungi nya.
"Sayang kamu dimana"
"Jangan panggil aku sayang. Aku bukan sayangmu. " ucap airin berteriak.
"Apa maksudmu.?"
"Apa kurang jelas. Aku tidak mencintai mu lagi."
"Apa? "
"Jangan hubungi aku lagi, aku benci sama kamu. "
"Apa salah ku. Ini aku suamimu! "
"Apa? " dengan cepat airin melihat nama yang menghubungi nya. Dia sangat terkejut ternyata yang menelfonnya adalah suaminya.
"Sayang kamu baik-baik aja, kamu dimana? "
"Mas aku di rumah ibu. "
"Aku jemput kesana ya? "
"Gak usah mas, aku mau nginap disini. "
"Kok tumben. Kamu gak kenapa-napa kan?"
"Aku gak apa mas, aku cuma kangen aja sama ibu. Boleh ya mas aku nginap disini!."
"Tapi aku temanin ya."
"Gak usah mas, aku mau tidur di kamar ibu, kamu juga mau ikut tidur di samping ibu. "
"Oh ya udah kalau gitu, kalau ada apa-apa kamu hubungin aku ya. "
"Iya mas. Aku tidur dulu ya. "
"Emang nya ibu udah pulang? "
"Belum sih mas, tapi aku tidur duluan aja, soalnya aku ngantuk banget. "
"Ya udah mimpi indah ya. Aku mencintaimu."
__ADS_1
"Aku juga mas."