Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
Episode 30


__ADS_3

Sudah lebih satu minggu ilham pergi ke luar kota, dan tidak memberi kabar sedikit pun kepada airin. Selama itu juga airin hanya berdiam diri di kamar. Dia hanya ke luar kalau sedang lapar, itu pun hanya ke dapur setelah selesai makan airin akan kembali ke kamar.


Sebenarnya airin tidak mau makan, tapi mengingat ada nyawa yang harus dia jaga airin memilih untuk menahan egonya. Karena semenjak ilham pergi airin tidak di perbolehkan makan bersama di meja makan, dan kalau ingin makan airin harus memasak sendiri.


Dengan cepat airin mengambil ponselnya yang berdering di meja nakas, tapi senyumnya menciut saat melihat nama yang menghubungi nya bukan suaminya.


"Hallo ada apa sis. " jawab airin malas.


"Ya ampun lo kemana aja sih, udah lebih seminggu lo gak ke kampus, lo sakit? "


"Gue baik-baik aja. "


"Ya udah sekarang lo tempat biasa ya, gue tunggu lo disana. "


"Apaan sih? Gue gak bisa. "


"Kenapa, udah buruan kesini lo gak mau cerita sama gue. "


"Tapi gak bis--tut tut. " ucapan airin terhenti karena sambungan telepon di matikan oleh siska.


**


Airin telah duduk di tempat biasa dia nongkrong dengan siska, tapi dia tidak melihat keberadaan siska disana. Airin tampak kesal karna siska bilang dia yang akan menunggu tapi malah sebaliknya.


"Ya ampun airin, kamu kemana aja, aku khawatir banget sama kamu. "

__ADS_1


"Dika, kok kamu bisa ada disini. "


"Aku yang suruh siska buat hubungin kamu. "


"Sialan siska. "


"Kalau gak dengan cara ini, aku gak kan bisa nemuin kamu. "


"Apalagi sih dika, aku kan udah bilang kita akhiri hubungan terlarang ini. Aku udah capek."


"Airin semenjak kamu pergi dari rumah ku waktu itu, aku gak bisa tenang, aku sangat mengkhawatirkan mu."


"Udahlah dika, gak usah pedulikan aku, lupakan aku. "


"Airin apa kamu baik-baik saja.? " airin tak menjawab. "Apa kamu bahagia airin? " airin semakin menunduk dan menangis. Dika yang tidak sanggup melihat nya berpindah duduk di samping airin dan memeluk nya untuk memberikan ketenangan.


"Aku tidak bisa dika. "


"Kenapa airin, aku tau suami kamu tidak menganggap kamu saat ini, kalau dia memang mencintai mu seharusnya dia mau memaafkan mu. "


"Aku hamil dika. "


"Apa? " dika melepaskan pelukannya dan menarik dagu airin untuk menatap matanya. "Kamu yakin? "


"Aku udah ke rumah sakit dan memang aku lagi hamil. "

__ADS_1


"Apakah suami kamu bahagia mendengar berita ini, apa dia memaafkan mu. " airin kembali terisak dan dika kembali memeluknya.


Dari kejauhan ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka, tapi dia tidak mendengar apa yang sedang mereka bicara kan. "Sekarang aku semakin yakin kalau anak itu bukan lah anak ku. "


***


Airin kembali ke rumah setelah berbicara dengan dika. Akhirnya dika mau menerima keputusan nya untuk menjauh.


Airin terkejut saat dia memasuki kamar melihat ilham sedang duduk di pinggir ranjang.


"Mas, kamu udah pulang? " tanya airin kaget.


"Kenapa kamu tidak senang kalau aku pulang. "


"Bukannya begitu mas. "


"Kamu takut kalau aku udah pulang kamu gak bisa bebas ketemu dengan selingkuhan mu itu. "


"A-apa maksud kamu mas. "


"Lain kali kalau mau selingkuh lihat sekeliling dulu, apa ada orang yang mengenal mu atau tidak. " ilham berdiri mendekati airin. "Aku tidak menyangka, aku pikir kamu sudah menyesali perbuatan mu, ternyata kalian masih sering bertemu di belakang ku. Huh,, benar-benar menjijikkan." ilham pergi meninggalkan airin yang masih mematung.


"Maafkan ibu nak, ibu selalu membuat ayahmu marah, apa yang harus ibu lakukan supaya ayah mu mau memaafkan ibu. " gumam airin sambil mengusap perutnya yang masih datar. Air matanya tidak henti-hentinya membasahi wajah mulus itu.


Airin mengubah posisi tidur nya kekiri dan kekanan. Jam menunjukkan pukul 1 malam. Pandangan nya terus tertuju ke pintu berharap pintu itu terbuka dan suaminya segera pulang. Dia sangat khawatir dimana suami nya berada, di telfon tidak ada jawaban. Airin kembali menangis sambil memeluk guling, dia tidak menyangka rumah tangga nya akan menjadi seperti ini. Apalagi saat ini dia sedang hamil.

__ADS_1


Seharusnya saat ini dia sedang di manja-manja oleh suaminya, seperti layaknya pasangan baru yang menanti kehadiran buah hati pertama mereka, tapi apa yang dia dapat kan, semua orang membenci nya dan tidak menganggap nya.


__ADS_2