Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
Episode 37


__ADS_3

Setelah hampir satu jam terdengar suara tangisan bayi dalam ruangan itu. Sontak semua nya berdiri karena terkejut, ilham memeluk ayahnya karna bahagia.


"Anak ku selamat yah, aku sudah menjadi seorang ayah sekarang. " ucap ilham yang masih menangis dalam pelukan ayahnya.


"Iya ayah juga senang, ayah sudah menjadi kakek. " saut ayah menepuk punggung ilham.


Bunda juga berpelukan dengan siska karna bahagia airin dan bayinya bisa di selamatkan.


Tidak lama kemudian pintu terbuka. Dokter keluar dengan wajah yang tidak bisa di tebak.


"Bagaimana dok. " tanya ilham tak sabar.


"Bayi anda selamat, tapi. " dokter itu menggantung ucapan nya.


"Tapi apa dok. "


"Maaf kan kami, kami sudah berusaha semampu kami, tapi tuhan berkehendak lain. Airin tidak bisa di selamat kan. " ucap dokter penuh penyesalan. Tubuh ilham ambruk ke lantai, badannya rasa tak bertulang. Siska yang awal nya hanya menangis tampa mengeluarkan suara menjadi histeris tak menyangka sahabat nya akan pergi secepat ini. Ayah dan bunda ikut ambruk ke lantai dan memeluk ilham.


"Sebelum operasi airin sempat sadar, dia meminta supaya kami menyelamatkan anaknya."

__ADS_1


Ilham memukuli dada nya yang terasa sesak. Air matanya seakan tak ada habisnya. Sesekali dia menjambak rambutnya sendiri. "Kenapa kamu pergi secepat ini airin. "


"Sudah sayang, ayah tau ini berat untuk mu, tapi kamu harus mengiklaskannya. " kata ayah sambil memeluk ilham.


"Kamu harus sabar sayang. " ucap bunda.


Siska yang tidak tahan melihat nya berdiri mendekati ilham. "Ini semua gara-gara kamu, airin jadi tidak punya semangat untuk hidup. Puas kamu sekarang. " siska melepaskan amarah nya sambil menunjuk ilham.


"Apa yang kamu katakan, kamu tidak lihat kami juga merasa kehilangan. " saut bunda sambil berdiri, dia tidak terima kalau ilham yang di salahkan.


"Airin sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Aku tau betul seperti apa kalian memperlakukan nya selama ini. Tidak ada yang peduli dengan nya. Bahkan selama ini dia menderita penyakit yang bisa merenggut nyawa nya kapan saja, apa kalian mengetahui nya. Apalagi dia sedang hamil tapi tidak satu pun dari kalian yang memperdulikan nya. Kalian tidak punya hati."


"Saya bukan airin yang bisa kamu perlakukan seenak nya. " ucap siska geram, biarlah dia dikatakan tidak mempunyai sopan santun terhadap orang tua, tapi mereka sudah keterlaluan. "Saya tau airin salah, dia menjijikkan, tapi haruskah kalian menghukumnya sampai seperti ini. Setidaknya kalau bukan untuk nya tidak kah kalian peduli dengan bayi yang di kandungnya, bayi itu darah daging kalian. Kalian orang kaya tapi bukan manusia. "


"Cukup siska, apa hak mu bicara seperti itu!" saut bunda.


"Sudah lah bunda, apa yang di katakan nya memang benar." ucap ilham yang masih terisak.


"Saya tau kalian sedang berduka, tapi tolong jaga volume suara kalian. Ini rumah sakit. " ucap dokter mencoba menenangkan. "Kalian bisa melihat jasad airin di dalam, tapi saya mohon jangan bertengkar. "

__ADS_1


Siska yang lebih dulu memasuki ruangan itu dan di susul oleh ilham dan orang tua nya. Alat medis yang ada di tubuh airin belum semuanya di lepas. Mereka tertegun melihat airin terbaring dengan wajah yang damai seperti orang yang sedang tidur.


Ilham tidak bisa berkata apa-apa, lidahnya kelu. Hanya air mata yang mewakili seperti apa isi hatinya saat ini. Di genggamnya tangan airin dan diciumnya punggung tangan yang dingin itu. Ilham ingat saat airin memintanya untuk memeluk nya semalam, jadi itu adalah permintaan terakhir nya. Ilham tidak bisa membayangkan betapa hancur nya perasaan nya kalau dia sampai menolak nya semalam.


Ilham mencium kening airin, kedua matanya, kedua pipinya dan berakhir lama di bibirnya, tapi tidak melumatnya. Wajah airin basah karna air mata ilham yang semakin deras. Semua orang yang ada ruangan itu menangis menyaksikan sepasang suami istri yang telah di pisahkan oleh maut. "Maaf kan aku airin. "


"Maaf pak, bisa mundur sebentar kami akan membuka alat yang terpasang di tubuh almarhum. " ucap salah seorang suster.


"Apa kamu bilang almarhum? Istri saya belum meninggalkan. Dia hanya tidur. " ucap ilham tiba-tiba histeris. Semua orang semakin sedih melihat nya.


"Sayang tenang kan dirimu. " ucap bunda mendekati ilham.


"Bunda beritahu mereka kalau airin hanya tidur. " ucap ilham kemudian memeluk airin.


"Ilham ikhlas kan airin nak, dia sudah tenang. " ucap ayah yang ikut mendekati ilham dan memegangi nya agar tidak menyakiti airin.


"Gak, gak mungkin airin ninggalin aku secepat ini. Sayang bangun sayang jangan tinggalkan aku. Aku sangat mencintai mu. "


Brukk,,

__ADS_1


Ilham jatuh dan tak sadarkan diri. Bunda ikut histeris melihat ilham yang jatuh pinsan. Para suster membawa ilham dan menidurkannya di ruangan yang berbeda dengan airin.


__ADS_2