Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
Episode 38


__ADS_3

Ilham berada di sebuah taman, taman yang sejuk dengan pemandangan yang sangat indah, begitu damai dan tenang tapi tampak sepi. Ilham berjalan menusuri taman itu, ilham tampak asing disana, karna baru pertama kali dia kesana.


Dari kejauhan ilham melihat seorang wanita yang sedang bermain dengan anaknya. Wanita dan anak nya itu sama-sama memakai pakaian putih. Ilham mendekatinya untuk bertanya.


"Airin. " panggil ilham setelah mendekati perempuan itu. Airin tampak bahagia karena terlihat jelas dari senyuman nya. Senyuman yang tidak lagi ilham lihat semenjak pertengkaran itu, senyuman yang sangat dia rindukan. Airin tampak cantik dengan rambut panjangnya yang terurai, wajahnya lembut, putih berseri.


"Mas ilham ." jawab airin heran, tapi masih dengan senyuman di bibir nya. "Kamu ngapain disini. "


"Aku juga gak tau kenapa aku bisa ada disini. Kamu juga ngapain disini?"


"Ayo mas kita duduk ada yang mau aku omongin sama kamu. " airin menarik tangan ilham dan membawanya ke sebuah bangku panjang berwarna putih di taman itu.


"Airin maaf kan aku, selama ini aku tidak memperdulikan mu. Aku egois tidak mau memaafkan mu. Aku hanya memikirkan sakit hati ku. Aku--"


"Ssstt," airin menempel kan telunjuk nya di bibir ilham yang membuat ilham berhenti bicara. "Aku yang harus nya minta maaf mas, aku udah ngecewain kamu. Aku sudah menghianatimu karna aku salah paham. Aku tidak percaya dengan cinta mu padaku. "

__ADS_1


"Sudah lah kita lupakan semua nya, Mari kita buka lembaran baru. " ucap ilham kemudian memeluk airin. Airin membalas pelukan suaminya. Ilham sangat bahagia dia sangat merindukan pelukan istrinya.


"Aku mencintaimu. " kata ilham melepas pelukan nya. Ilham memiringkan kepala nya dan mencium bibir airin, ilham melumat bibir tipis itu, sudah lama dia tidak merasakannya, gairah nya tiba-tiba bergejolak ilham menarik tengkuk airin untuk memperdalam ciuman nya.


Lama-lama ciuman itu menuntut, ilham menurunkan ciuman ke leher airin, tangan nya tidak tinggal diam, ilham meraba dada airin dan meremasnya.


"Mama, mama. " seorang anak kecil berumur 2 tahun menarik baju airin. Ilham terkejut dan melepaskan ciumannya.


"Sayang ayo sini. " ucap airin mengendong anak itu ke pangkuan nya.


"Ini anak kita mas. " ucap airin dengan mata berbinar. "Gio, ayo salim sama papa "


"Gio? " tanya ilham.


"Iya aku memberinya nama gio, kamu suka mas? " tanya airin. Ilham mengangguk sambil tersenyum, ilham mengambil gio dari tangan airin dan memindahkan nya kepangkuannya.

__ADS_1


"Sayang ayo kita pulang" ucap ilham kepada airin, tapi airin menggelengkan kepala nya.


"Aku gak bisa pulang mas, aku harus pergi. Aku titip gio ya, jaga dia baik-baik, besarkan dia dengan kasih sayang. "


"Apa maksudmu airin, ayo kita pulang, kita besarkan anak kita sama-sama. " ilham menggenggam tangan airin kuat ,tapi airin masih menggelengkan kepala nya.


"Aku sudah tidak kuat mas, tempat ku bukan disana lagi. Aku harus pergi "


"Jangan tinggalkan aku airin. " ucap ilham sambil menangis. Airin mengusap pipi ilham dengan lembut dan mencium nya.


"Airin ayo nak. Kita harus pergi. " ucap seseorang di belakang. Ilham melihat ke arah suara yang memanggil airin. Samar-samar ilham melihat bu sarah dan ada seorang pria di samping nya. Ilham tidak mengenal pria itu karena baru kali ini ilham melihat nya.


"Aku harus pergi mas, ayah dan ibu sudah menunggu ku. Jaga anak kita baik-baik ya. " ucap airin memeluk anaknya dan mencium nya. Kemudian airin berdiri, tapi tangannya di tahan oleh ilham.


"Aku mohon airin, jangan tinggalkan aku. Ayo kita kembali. " ilham semakin terisak berharap airin iba padanya dan mengurungkan niatnya untuk pergi. Dengan pelan airin melepas genggaman ilham dan berjalan menuju orang tuanya. Ilham semakin menangis dan terus memanggil nama airin.

__ADS_1


Airin membalikan badannya saat sudah sampai dekat orang tua nya. Airin tersenyum melihat ilham dan melambaikan tangannya. "Aku sangat mencintai mu mas." ucap airin sebelum sebuah cahaya putih membuatnya menghilang perlahan dari pandangan ilham. Ilham memeluk anaknya sambil menangis.


__ADS_2