Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
Episode 20


__ADS_3

Airin sudah kembali ke kampus seperti biasa. Kali ada perasaan yang berbeda dari biasanya. Saat dia memasuki gerbang jantung nya berdebar tak karuan. Bibir tipis itu selalu tersenyum kepada siapa saja yang dia lewati.


Airin terus berjalan santai menuju kelas nya, tiba-tiba tangan nya di tarik saat melewati laboratorium dan membawanya masuk. Ruangan itu kosong hanya ada mereka berdua.


"Dika. " ucap airin saat melihat siapa yang membawanya. Dika tidak menjawab dia malah mendekat dan memeluk airin. Airin refleks dan membalas pelukannya. "Aku merindukan mu. " bisik dika.


Bayangan ilham tiba-tiba muncul di kepalanya, airin langsung mendorong dika supaya melepaskan pelukannya.


"Kenapa airin, apa kamu tidak merindukan ku. " tanya dika tak mengerti.


"Dika, harus berapa kali aku bilang sama kamu. Aku sudah menikah, kamu harus bisa menerima nya. "


"Kenapa airin? Mengapa secepat itu kamu melupakan ku. Kenapa kamu tidak bisa menunggu ku. "


"Dua tahun dika. Dua tahun aku menunggu mu dan itu bukan waktu yang sebentar. Aku menunggu mu yang meninggalkan ku tanpa alasan. Kamu hilang seperti di telan bumi. Kamu tau gimana rasanya jadi aku?"


"Maaf kan aku rin. Aku pergi bukan atas keinginanan ku. Aku bisa jelasin. "


"Dan ini semua juga bukan atas kehendak ku dika. Aku di jodohkan, dan aku harus menikah dengan orang yang tidak ku cintai."


"Itu artinya kamu bisa bercerai dan kembali padaku." ucap dika sambil menggenggam tangan airin,


"Kamu salah dika, dulu memang aku tidak mencintai suamiku, Tapi sekarang aku mencintainya. "


"Kamu tatap mata ku airin. Apa kamu tidak mencintai ku lagi. " tanya dika menangkup kedua pipi airin. Dika menatap bola mata itu yang tampak berkaca-kaca. "Kenapa diam airin, cepat katakan kalau kamu tidak mencintai ku lagi. " air mata itu akhirnya tak terbendung lagi dan mengalir deras membasahi pipi airin.


"Aku mohon dika lepaskan aku. Kamu harus relain aku. " ucap airin melepas kan tangan dika dari pipinya.


"Aku udah coba rin, tapi aku gak bisa. Semakin aku lupain kamu semakin besar rasa cinta itu. "


"Kamu pasti bisa dika. " ucap airin kemudian keluar dari ruangan itu. Siska melihat airin menangis dan tak lama dika menyusul nya.


"Apa yang lo lakuin?" tanya siska menghapiri dika. Dika hanya diam tak menjawab. "Gue kan udah bilang kasih dia waktu, dan lo harus terima apapun keputusannya."


"Maaf sis. Gue gak sabar, gue sangat mencintainya dan gue gak mau kehilangan dia lagi. "


"Tapi dia udah punya suami. Keadaan nya udah gak sama lagi. Dan lo hanya orang ketiga saat ini. "


"Siapa bilang. Airin tidak mencintai suaminya. Dan gue bakal rebut dia lagi. " ucap dika penuh keyakinan dan pergi meninggalkan siska.

__ADS_1


Siska mencari keberadaan airin, dia yakin pasti airin sedang menangis saat ini. Siska menemukan airin di taman belakang kampus.


"Airin. " panggil siska saat sudah duduk di samping nya. Airin yang melihatnya lansung memeluknya dan tangisnya semakin menjadi.


"Gue bingung sis, gue bingung dengan perasaan ini."


"Gue ngerti rin."


"Mengapa dia datang di saat gue udah jadi istri orang. Seandainya gue belum nikah pasti gue sangat bahagia dengan kehadiran nya, tapi--" airin tak mampu lagi berkata apa-apa. Tangis nya semakin menjadi dia benar-benar merasa dilema.


***


Airin baru saja menyelesaikan tugas nya dalam kamar. Jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, tapi ilham belum juga pulang.


Airin memilih untuk tidur duluan karena matanya sangat ngantuk. Baru saja airin memejamkan matanya. Terdengar suara pintu terbuka, airin langsung melihat ke arah pintu ternyata suaminya.


"Kamu kok pulang nya lama banget mas. "


"Aku lembur. "


"Aku siapkan air panas ya untuk kamu mandi."


"Gak usah sayang, aku lansung tidur aja. Besok aku harus berangkat ke luar kota. "


"Paling cepat satu minggu."


"Owh, Kalau gitu aku nginap di rumah ibu ya. "


"Kamu gak betah ya disini?"


"Aku gak betah karena gak ada kamu. "


"Maaf ya akhir-akhir ini aku sibuk. Aku jadi gak ada waktu buat kamu. "


"Gak papa mas, aku ngerti kok. Ayo kita tidur. " ajak airin dan ilham ikut bebaring di samping airin dan memeluk nya.


*


Pagi sekali airin sudah bangun. Dia sengaja bangun cepat untuk menyiapkan keperluan suaminya. Setelah merasa semua nya selesai airin membangunkan suaminya untuk mandi dan bersiap-siap.

__ADS_1


"Emang nya kamu berangkat sepagi ini mas.? " tanya airin yang membantu ilham memasang dasinya.


"Iya sayang. Kamu jaga diri baik-baik ya selama aku pergi. Aku pasti akan sangat merindukan mu. " ucap ilham kemudian mencium kening istrinya.


"Iya mas. Ayo kita sarapan dulu."


Setelah selesai sarapan airin mengantarkan ilham ke bandara. Awalnya ilham menolak dan meminta supir yang mengantarnya, tapi airin tetap kekeh mau mengantar karena sekalian mau berangkat ke kampus.


Saat sampai di bandara ilham langsung menghampiri seorang wanita yang tampaknya memang menunggu kedatangan ilham.


"Mas ilham. " ucap wanita itu saat mereka sudah berada di depan wanita itu. Wanita itu cantik memakai pakaian formal dengan rok yang sangat pendek menurut airin.


"Kamu udah lama? " tanya ilham.


"Belum kok mas, aku juga baru sampai. "


"Dia siapa mas? " tanya airin.


"Oh kenalin dia sekretaris aku. Namanya mita. Mita kenalin ini istri aku namanya airin." ucap ilham . Kemudian mereka berjabat tangan dan saling menyebut kan nama. Airin merasa aneh dengan tatapan mita kepadanya. Airin merasa mita tidak menyukai nya.


"Mas waktu aku pergi ke kantor kamu sekretaris kamu bukan yang ini?" tanya airin.


"Mita ini sekretaris baru aku, yang kamu lihat kemaren itu udah mengundurkan diri karena dia akan menikah. "


"Tapi kok panggilannya ke kamu agak aneh ya mas. Gak formal kayak atasan dan bawahan. " ucap airin penuh penekanan.


"Sebenar kami teman waktu sma, dia adik kelas aku. "


"Mas ayo sebentar lagi kita akan berangkat." ucap mita menarik tangan ilham, airin yang melihatnya agak geli.


"Kita. Maksudnya kamu berangkat sama dia mas? " tanya airin terkejut.


"Iya dia kan sekretaris aku, jadi dia harus dampingi aku. " jawab ilham.


"Berdua aja mas, selama itu?. "


"Kamu cemburu ya. " bisik ilham.


"Mas." ucap airin menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ya udah aku berangkat dulu ya. "


"Hati-hati mas." ucap airin setelah mencium tangan suaminya. Ilham hendak mencium kening airin tapi airin malah mengarahkan bibir dan mereka saling melumat di depan mita. Airin sengaja supaya mita tau kalau ilham miliknya dan dia tidak akan pernah berpikir untuk mendekati suaminya nanti.


__ADS_2