Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
Episode 15


__ADS_3

Airin menatap sahabat nya dengan penuh tanda tanya, ada yang aneh dengan sikap nya tapi airin tidak tau itu apa.


"Kayak nya ada yang mau lo omongin sama gue. " tanya airin sambil meminum jus mangga nya di kantin kampus.


"Ngomong apaan! Gak ada. " jawab siska.


"Ada yang aneh deh sama lo. Lo masih sakit? "


"Gak udah enakan gue. Rin ke perpustakaan yuk. Ada tugas yang harus gue kerjain. " ucap siska mengalihkan pembicaraan.


"Ya udah. " Mereka meninggalkan kantin dan berjalan menuju perpustakaan. Siska tampak sibuk mencari buku yang dia perlukan mengenai tugasnya, sedangkan airin sibuk mencari buku novel untuk di bacanya.


"Sis gue ke toilet dulu ya. " ucap airin.


"Mau gue temanin? "


"Gak usah, gue sendiri aja. " jawab airin dan lansung berlari.


Toilet itu tampak sepi, tidak ada satu orang pun disana. Toilet itu tampak mengerikan juga kalau sepi, tapi airin tidak menghiraukannya, karena rasa sesak BAB nya mengalahkan rasa takut nya itu.


Saat airin sudah selesai tiba-tiba lampu mati, gelap tidak ada sedikit pun cahaya disana. Airin tidak bergerak atau pun berteriak dia hanya berdiri sambil menangis dengan tubuh bergetar, karena airin memang takut dengan kegelapan.


Tampa dia sadari ada yang membuka pintu dan lansung memeluknya untuk memberikan ketenangan. Airin terkejut tiba-tiba ada orang yang memeluk nya, tapi mulut nya seolah terkunci untuk bertanya siapa yang sedang memeluknya itu.


"Pelukan ini nyaman sekali. Seperti nya aku pernah merasakan nya. " gumam airin dalam hati yang merasa tidak asing dan refleks membalasnya. Orang itu mengusap kepala airin dengan lembut dan mengeratkan pelukannya, seperti ada kerinduan yang dia curahkan melalui pelukan itu.


Sudah cukup lama mereka berpelukan tiba-tiba terdengar suara gedoran pintu dan membuat mereka terkejut.


"Kamu siapa? " tanya airin setelah merasa tenang. Tapi tidak ada jawaban orang itu menuntun airin untuk keluar dari toilet itu. Saat tiba di luar airin melihat siska dan lansung memeluk nya.


"Gue takut banget sis. "


"Udah lo tenang ya sekarang ada gue. Tadi emang mati lampu mangkanya gue buruan kesini karena gue khawatir sama lo. "


"Tapi tadi ada yang nolongin gue. " airin melepas pelukan nya dan menoleh ke belakang, tapi dia tidak melihat orang yang sudah menolong nya tadi. "Sis lo lihat orang yang keluar sama gue dari toilet tadi gak? "


"Hah,. I-iya gue liat tadi tapi orang nya udah pergi.! " jawab siska gugup.


"cepat banget pergi nya, padahal gue belum bilang terima kasih. "

__ADS_1


"Mungkin lagi buru-buru kali. "


"Tapi lo liat kan orang nya, lo kenal gak? "


"Ah, , gak gue gak kenal. Kayak nya baru kali ini gue lihat dia. "


"Masak sih, tapi gue kok ngrasa kenal ya tadi. "


"Perasaan lo aja kali, udah yuk ngapain kita masih disini." siska menarik tangan airin dan pergi. Tampa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka.


***


Malam hari nya airin duduk di teras rumah untuk menunggu suaminya pulang kerja. Entah kenapa dia merasa rindu dan ingin bermanja-manja dengan suami nya malam ini.


cukup lama menunggu akhirnya mobil ilham memasuki pekarangan rumah mewah itu. Dengan cepat airin menghampiri mobil itu dan memeluk ilham setelah turun.


"Sayang kamu belum tidur? " tanya ilham membalas pelukannya.


"Aku nungguin kamu mas! "


"Tumben. "


"Kok tumben sih mas, emang nya gak boleh? " saut airin cemberut dan melepaskan pelukannya.


Sampai di kamar airin membukakan sepatu suaminya, ilham tersenyum melihatnya, karena baru kali ini airin berbuat seperti itu.


Airin juga melepaskan dasinya. Ilham melingkar kan tangan nya di pinggang airin. Mengikis jarak di antara mereka.


"Sayang kamu lagi kepengen sesuatu? " tanya ilham. Airin menggelengkan kepala nya dan melanjutkan pekerjaannya. Airin membuka satu-persatu kancing kemeja suaminya, ilham tidak tahan melihat nya dan lansung melumat bibir tipis airin. Airin dengan cepat membuka kemeja ilham dan melemparnya ke sembarangan arah. Airin membalas lumatan ilham dan melingkar kan tangan nya di leher ilham.


Ilham mendorong airin ke atas ranjang dan **** nya. Dia menciumi setiap jengkal kulit airin dan meninggalkan jejak disana.


"Ahhk mas. " desah airin tak tertahan saat ilham memasukinya.


"Sebut nama ku airin. "


"Ohh , ,ilham , , ahhh, , , hmmm. "


Untung kamar mereka kedap suara kalau tidak suara mereka akan menggema di rumah besar itu. Dan airin pasti tidak akan punya muka untuk bertemu dengan ayah dan bundanya.

__ADS_1


*


Ilham bangun terlebih dahulu dari airin. Dia melihat airin yang masih damai dalam tidur nya. Ilham memeluk nya dengan erat, dan kembali untuk tidur , untung hari minggu jadi mereka tidak perlu bangun cepat.


"Morning sayang. " bisik airin membuat ilham kembali membuka matanya. Dia tersenyum mendengarnya, karena biasanya dia yang mengucapkan itu. Ilham mencium kilas bibir airin.


"Morning kiss. " ucap ilham.


"Mas aku belum mandi. "


"Gak papa, aku suka wangi tubuh mu. " saut ilham membenamkan wajahnya di leher airin. "Kamu hebat banget semalam. " ucapnya lagi yang membuat wajah airin merah seperti tomat.


"Mas nanti kita ke tempat ibu ya, aku kangen sama ibu. "


"Kamu mau coba mengalihkan pembicaraan iya? " tanya ilham menatap airin.


"Gak mas, aku serius. "


"Mmm iya sayang, aku juga kangen sama ibu. "


"Ya udah cepat kita mandi, aku udah gak sabar. "


"Kita mandi bareng ya. "


"Mas,, " belum selesai airin bicara ilham sudah mengendong nya ke kamar mandi.


*


"Ibu" panggil airin dan langsung memeluk wanita paruh baya itu saat tiba di restoran.


"Sayang, kamu kesini gak bilang-bilang nak!"


"Kejutan. "


"Kamu ini, ibu sangat merindukan mu. "


"Aku juga bu. "


"Ayo duduk, kalian mau minum apa? "

__ADS_1


"Apa aja deh bu. " jawab ilham.


Mereka berbicara sambil melepas rindu. Karna semenjak kuliah airin jadi jarang menemui ibunya.


__ADS_2