
Part 62:
" Pa!! Pa kesini sebentar deh!" Terik Cetrin yang memanggil suaminya.
" Ya sebentar ma!" Jawab Diendra dari dalam rumah.
" Kenapa sih ma, teriak-teriak. Udah kaya di pasar aja." Ucap Diendra sambil menghampiri istrinya itu.
" Ini loh pa. Coba lihat baik-baik foto ini!" Cetrin lantas menunjukkan sebuah foto musisi tersebut kepada suaminya.
Diendra memperhatikan nya dengan seksama. Ia memicingkan matanya, agar lebih jelas melihat siapa pria muda yang ada di berita tersebut.
" Memangnya dia siapa ma?" Diendra masih belum mengenalinya.
" Ini tuh Daniel pa!" Alih-alih terkejut, Diendra malah menertawakan Cetrin.
" Ma, kalau halu jangan ketinggian!" Ucap Diendra dengan sisa tawanya.
" Kok papa ketawa sih? Ini beneran Daniel pa. Coba papa perhatikan baik-baik foto ini!" Diendra pun menurut. Ia memperhatikan kembali foto musisi tersebut.
" Mirip sih, tapi masa iya ini Daniel. Daniel kan sudah meninggal satu tahun yang lalu ma."
Hati orang tua mana yang tidak sakit jika kembali mengingat sang anak yang sudah meninggal. Meskipun Diendra tadi sempat menertawakan Cetrin, namun di lubuk hatinya yang terdalam, ia sangat merasa sedih, begitu pun dengan Cetrin.
Cetrin nampak putus asa. Wajahnya yang semula sangat senang dengan kemunculan foto dan berita tersebut, kini berubah muram dan sedih.
Benar yang di katakan suaminya. Mana ada orang yang sudah meninggal bisa hidup kembali. Mungkin dia terlalu berharap lebih tenang Daniel, hingga ia tak bisa membedakan mana yang halusinasi dan mana yang nyata.
Namun tiba-tiba, sebuah video lewat di beranda nya.
Cetrin penasaran, karena di sana nampak Nadia Bersama seorang pria bermasker. Dia pun memutar video tersebut, dan alangkah terkejutnya Cetrin saat mendengar ibu-ibu yang menyebutkan nama Daniel. Dan yang lebih membuatnya terkejut, saat pria tersebut membuka masker nya karena permintaan dari ibu-ibu tersebut.
" Pa dini deh pa!" Panggil Cetrin pada Diendra yang sedang duduk di samping nya. Diendra pun menoleh pada istrinya, lantas ikut melihat apa yang Cetrin tunjukkan pada nya.
" Kali ini beneran Daniel pa. Coba papa perhatikan baik-baik, wajah cowok yang lagi sama Nadia itu!" Ucap Cetrin.
" Nadia?" Beo Diendra.
" Iya pa. Itu yang ada di video itu Nadia, dia bersama seorang pria." Cetrin lantas menunjukkan apa yang ia lihat tadi.
Dan benar saja. Sama seperti halnya Cetrin, Diendra juga terkejut melihat siapa yang bersama Nadia tersebut.
Wajahnya nampak reel tanpa editan. Itu benar-benar Daniel, kali ini Diendra sependapat dengan istrinya.
" K_kok bisa? Bukannya Daniel sudah,,,,,,,,,?"
Diendra syok. Dia tidak tahu apa yang harus ia ungkapkan saat ini. Perasaan nya sedang campur aduk. Antara terkejut dan terharu.
Ternyata saat Daniel dan Nadia berswafoto tadi, diam-diam ada yang memvidiokan mereka dan mengunggahnya ke sosial media.
__ADS_1
Entah siapa seseorang yang tak bertanggung jawab tersebut.
Di lain tempat. Daniel dan Nadia telah selesai jalan-jalan, lebih tepatnya, tugas Daniel sudah selesai hari ini. Ia merasa lega karena akhirnya Nadia tidak meminta apa-apa lagi dari nya, setidaknya untuk hari ini.
" Kita pulang sekarang? Aku antar ke rumah Sisil?" Tanya Daniel.
" Gak usah sayang. Aku mau pulang ke rumah langsung aja." Tolak Nadia.
" Gak bisa dong sayang. Kan kamu tahu sendiri, aku gak bisa nganterin kamu sampai rumah." Bujuk Daniel.
" Aku kan bisa pakai taksi aja." Jawab Nadia kekeh.
" Tapi kan aku khawatir kalau kamu pulang sendirian. Apa lagi sekarang sudah ada dia." Daniel memegang perut Nadia yang masih rata tersebut.
" Iya aku tahu. Aku janji akan hati-hati dan menjaga dia dengan baik." Nadia ikut memegang perutnya yang berada di atas tangan Daniel. Dan mereka pun tersenyum bersama.
" Janji kamu akan baik-baik aja." Daniel menatap Nadia dengan ragu.
" Iya janji. Kalau kamu masih ragu, kamu bisa ikutin taksi nya dari belakang."
" Oke, aku pesan taksinya sekarang ya."
Daniel pun memesan taksi untuk Nadia.
Tak lama kemudian, taksi yang di pesan oleh Daniel akhirnya tiba.
" Atas nama mas Daniel?" Tan supir taksi tersebut.
" Siap mas." Ucap sang supir.
" Bawa nya jangan kencang-kencang, dan harus hati-hati!" Ucap Daniel kepada supir taksi tersebut.
" Baik mas. Mas tenang saja, saya akan membawa dengan hati-hati."
" Oke sip." Daniel mengacungkan jempol nya kepada sang supir.
Setelah taksi yang membawa Nadia melaju, Daniel pun mengikuti nya dari belakang. Ia hanya ingin memastikan keselamatan Nadia dan calon anak mereka saja.
Daniel bisa bernafas dengan lega setelah memastikan Nadia sampai dengan selamat dan Tanpa kurang suatu apapun juga.
Ia pun memutar mobil nya kembali, berniat untuk pulang ke villa nya.
Nadia yang baru saja pulang, ia pun berjalan dengan langkah gontai menuju rumah.
Ia berjalan sambil tersenyum-senyum karena mengingat sisa momen indah bersama suaminya hari ini.
Badannya terasa sangat lengket, karena seharian ini dia sama sekali belum menyentuh air. Nadia berniat pergi ke kamar nya untuk mandi, namun Cetrin menyerukan namanya, membuat ia terpaksa menghentikannya langkah nya.
" Nadia!"
__ADS_1
" Iya ma." Cetrin sengaja menghampiri Nadia dengan raut wajah yang sulit di artikan.
" Kamu sedang membohongi mama dan papa?" Tuduh Cetrin. Dan pertanyaan Cetrin tentu saja membuat Nadia bingung sekaligus berdebar.
" Bohong bagaimana maksud mama?"
" Sejak kapan kamu tahu kalau Daniel masih hidup?" Cetrin menjawab pertanyaan Nadia dengan pertanyaan.
Nadia terhenyak saat pertanyaan itu keluar dari mulut Cetrin. Dari mana ia tahu tentang Daniel dan tiba-tiba menanyakan hal tersebut, pikir Nadia.
" Mama,,,,,,,!"
" JAWAB SAJA PERTANYAAN MAMA NADIA!!!" Nadia terkesiap ketika Cetrin membentak nya.
" Sejak tiga bulan terakhir ini ma. Tapi Nadia bisa jelasin kok." Ralat Nadia dengan cepat.
" Mama gak nyangka kamu seperti itu. Kamu sengaja mau ngumpetin Daniel dari kami, iya? Kamu mau menjauhkan Daniel dari kami?" Tuduh Cetrin. Terasa sakit saat Cetrin menuduhnya seperti itu, padahal Cetrin tahu sendiri, saat Daniel di nyatakan meninggal, Nadia lah yang paling terpukul dan hancur.
"Mama kok nuduh Nadia?" Ucap nya dengan air mata yang sudah luruh.
" Lalu jika bukan kamu, siapa lagi. Kamu sengaja kan, karena kamu masih dendam sama saya, karena saya pernah memaksa kamu untuk bertunangan dengan Andre." Tuduh Cetrin.
" Ma, mama kok gitu sih. Itu gak seperti yang mama bayangin." Nadia lantas menoleh pada Diendra, namun Diendra nampak acuh dan membuang pandangannya ke arah lain.
Sepertinya Diendra juga kecewa terhadapnya.
" Kamu gak tau terimakasih ya. Sudah untung kami menganggap mu seperti putri sendiri setelah Daniel meninggal. Jika tidak, mungkin kamu sekarang sudah menjadi gelandangan di luar sana." Ucap Cetrin lagi.
Sungguh Nadia tak bisa menggambarkan betapa hancur hati nya saat ini.
Sudah bertahun-tahun dia bersama dengan mertua nya yang sudah seperti orang tua nya sendiri, namun hari ini dia seperti seonggok sampah yang berserakan di terpa angin.
" Pa ayok! Kita temui Daniel sekarang." Ajak Cetrin kepada suaminya. Diendra lantas mengangguk dan hendak bersiap untuk menemui Daniel.
" Tapi pa, ma. Biar Nadia yang antar, kalian kan belum tahu villa Daniel di mana." Nadia masih berbaik hati ingin mengantarkan kedua mertua nya itu.
" Ga perlu. Saya sudah tahu di mana anak saya berada sekarang." Ucap Cetrin dengan nada cuek. Dia memang sudah mengetahui keberadaan Daniel melalui anak buah nya yang ia tugaskan untuk mencari Daniel. Setelah Cetrin mengetahui dari sosial media tadi, dia pun segera menghubungi anak buah nya dan memerintahkan nya untuk mencari keberadaan Daniel.
" Kalau gitu, apa Nadia boleh ikut sama kalian?" Tanya nya lagi. Mendengar pertanyaan itu, Cetrin lantas mendekati Nadia dengan gaya angkuh nya.
" Gak usah dan gak perlu. Yang harus kamu lakukan saat ini, beresin barang-barang kamu, dan pergi dari rumah ini!"
Duarrr
Bagai di sambar petir di siang hari. Nadia tak menyangka, sebenci itu kah Cetrin terhadapnya, sehingga dia dengan teganya mengusir Nadia yang masih berstatus sebagai menantu nya. Bahkan dia sendiri tau kalau Nadia hanya sebatang kara. Lalu di mana dia akan tinggal jika dia di usir, apa di villa suaminya? Pastinya tidak mungkin. Karena Cetrin pasti akan menolak keras hal itu.
" Ma_mama ngusir Nadia?" Ucap nya masih tak percaya dengan apa yang ia dengar.
" Tentu saja, apa kurang jelas? Sekarang cepat beresin barang-barang kamu dan segera pergi dari rumah ini!"
__ADS_1
Cetrin dan Diendra lantas berlalu meninggalkan Nadia yang masih syok dengan perintah Cetrin, yang meminta nya untuk pergi.