
Seperti biasa setelah sarapan airin bersiap-siap pergi ke sekolah setelah mengantar ibunya ke rumah makan. Airin terkejut melihat mobil memasuki halaman rumahnya. Apalagi melihat orang yang keluar dari mobil itu.
"Lo ngapain kesini." tanya airin kaget
"Aku mau antar kamu ke sekolah." jawabnya dengan santai mendekati airin.
"Gue punya motor, gue bisa berangkat sendiri."
"Eh nak ilham kapan kamu sampai.Airin kenapa gak di ajak masuk nak ilhamnya." ucap bu sarah baru saja keluar dari rumahnya.
"Gak usah bu, aku mau antar airin ke sekolah. Kata bunda nanti siang mau liat baju pengantin kami." ilham mencoba menjelaskan.
"Oh gak apa apa, ibu pikir ada apa sampai kamu harus datang sepagi ini." kata bu sarah sambil tersenyum.
"Tapi bu, ibu gimana." tanya airin
"Kita bisa antar ibu dulu, kan se arah." jawab ilham.
"Ya udah." jawab airin pasrah. Mereka berjalan menuju mobil ilham. Dengan cepat ilham mendahului airin dan membukakan pintu depan penumpang untuk airin, dan pintu belakang untuk ibunya.
Sampai di rumah makan, ilham memarkirkan mobilnya. Cepat-cepat ilham keluar dan membukakan pintu untuk bu sarah. Airin yang melihat itu reflek tersenyum karna ilham memperlakukan ibunya dengan sopan.
"Terimakasih nak ilham jadi merepotkan." ucap bu sarah.
"Gak apa bu, aku malah senang kok."
"Ya udah kamu hati-hati ya."
"Iya bu aku pamit." ilham mencium punggung tangan bu sarah.
"Ibu aku berangkat sekolah dulu ya." airin ikut menyalami ibu nya. Mereka kembali memasuki mobil menuju sekolah. Tidak ada suara, selama di perjalanan suasana menjadi canggung. Airin melihat kearah jendela, sedangkan ilham fokus dengan kemudinya.
Mobil sport hitam itu memasuki gerbang sekolah. Sekolah mendadak jadi heboh melihat cowok tampan keluar memutar mobil dan membukakan pintu penumpang.
Mereka tambah histeris lagi melihat siapa yang telah di perlakukan layaknya seorang putri oleh pria setampan itu. Cewek dingin yang pendiam dan super cuek itu bisa mendekati cowok tajir yang tampan. Membuat mereka geleng-geleng kepala.
"Nanti pulang sekolah aku jemput ya." ucap ilham yang hanya di jawab anggukan oleh airin.
"Ya udah aku berangkat kerja dulu."
"Mmm,, iya." airin hanya menjawab sekenanya. Ilham meninggalkan sekolah airin. Siska yang dari dari melihat dari kejauhan menghampiri airin setelah ilham pergi.
"Siapa tu tadi, ganteng banget." tanya siska sambil merangkul pundak airin.
__ADS_1
"Gak tau.." jawab airin santai sambil berjalan meninggalkan siska menuju kelasnya.
"Apaan sih lo. Kalau lo gak tau ngapain tadi lo sama dia. Jangan bikin gue penasaran." siska mengejar airin.
"Dia calon suami gue." jawab airin dengan malas.
"Apa jadi lo mau nikah?" siska setengah berteriak karna terkejut.
"Pelanin suara lo taik.. Lo mau satu sekolahan tau." airin menoyor kepala siska dengan telunjuknya.
"Trus sekolah lo gimana?."
"Gue tetap sekolah kalau lo gak ember."
"Kapan rin?"
"Tiga hari lagi. Malam minggu."
"Gue turut bahagia buat lo. Semoga lo bisa nglupain dika ya rin."
"...." airin diam tak menjawab pertanyaan siska. Karna dia sendiri bingung dengan keputusan yang sudah dia ambil. Semoga saja dia bisa melupakan dika dan membuka lembaran baru dengan orang yang tidak dia cinta.
\*\*\*
Tidak lama kemudian mobil milik ilham pun berhenti depan di depannya. Ilham cepat menghampiri airin yang sudah memerah karna kepanasan. Ya meskipun di bawah pohon yang rindang tapi karna cuaca yang cukup panas membuat wajahnya memerah.
"Maaf ya aku telat. Tadi ada meeting penting yang gak bisa di tunda." ilham mencoba menjelaskan.
"Emm" jawab siska cuek sambil berjalan memasuki mobil tampa menunggu ilham membukakannya.
"Kamu marah ya." tanya ilham saat mobil sudah berjalan.
"Apaan sih lo. Gue bukan anak kecil." jawab airin tampa melihat ke arah ilham. Suasana kembali hening.
"Ilham lo gak punya pacar?." airin mencoba bertanya karna penasaran. Ilham menepikan mobilnya, menatap lurus ke wajah airin. Mata mereka saling beradu. Ilham memegang kedua bahu airin membuat airin takut dengan apa yang di lakukannya.
"Jangan panggil nama. Umur kita jauh berbeda." ucap ilham dengan tegas.
"trus gue harus panggil apa.?
"Panggil Mas, dan gak ada kata lo gue."
"Iya." jawab airin singkat menepis tangan ilham di bahunya.
__ADS_1
"Iya apa."
"Iya mas ilham." ucap airin dengan nada setengah meledek.
"Anak pintar." ilham mengusap kepala airin dengan lembut. Dia kembali menjalankan mobilnya.
Sampai di butik ternyata bu diana sudah menunggu mereka. Airin menghembuskan nafas lega, karna dia pikir hanya berdua dengan ilham. Airin agak risih kalau hanya berdua dengan ilham. Canggung sekali rasanya.
"Ya ampun udah kutuan bunda nunggu kalian dari tadi. Kalian dari mana aja, habis kencan?" tanya bu diana asal ceplos.
"Bunda apa an sih, ini salah ilham tadi ada klain dari jepang. Meetingnya gak bisa di tunda bunda." jelas ilham.
"Bunda pikir kalian kencan dulu." bu diana menggoda airin dan ilham.
"Ih gak sedekat itu kali." gumam airin dalam hati.
"ya udah ayo nak kamu cobain baju kamu." bu diana menarik lengan airin dengan lembut menuju ruang ganti. Tidak lama kemuadian airin keluar dari ruang ganti.
"Wah kamu cantik sekali nak." kata bu diana. Ilham yang awalnya hanya sibul dengan ponselnya mengangkat kepalanya melihat airin yang berdiri tepat di depannya.
"Cantik." tampa sadar kata itu keluar dari mulutnya yang di dengar airin dan bu diana.
"Kamu bilang apa?" airin ingin ilham mengulang kata-katanya.
"A apa. Aku gak bilang apa apa tadi." ilham tergagap menjawab airin. Membuat airin geli melihat tingkah laku ilham.
" ayo nak sekarang giliran kamu. Kamu cobain jas kamu." bu diana mengajak ilham ke ruang ganti.
setelah selesai mencoba baju pengantin mereka pergi meninggalkan butik mengantar airin pulang ke rumahnya.
"Bunda aku ke tempat ibu aja ya. Aku mau bantuin ibu." ucap airin
"Kamu bilang dong sayang sama calon suami kamu, kan dia yang bawa mobilnya." goda bu diana
"Mas ilham antar aku ke tempat ibu ya." ucap diana dengan nada selembut mungkin.
"Siap nyonya." jawab ilham dengan nada mengejek.
" Kok nyonya sih?" tanya airin tidak mengerti.
"Aku kan udah kayak supir disini. Duduk di depan sendirian."
"Kamu cemburu sama bunda nak." ucap bu diana
__ADS_1
"Iya airin malah milih duduk di samping bunda dari pada calon suaminya." ucap ilham seperti anak kecil. Airin risih melihatnya. Agak kekanak-kanakan menurutnya.