Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
Episode 5


__ADS_3

Tidak terasa sudah akhir pekan. Orang-orang tampak sibuk dengan rencananya masing-masing. Ada yang akan pergi ke pantai, ada yang pergi ke puncak dan lain sebagainya untuk melepas penat karna sudah hampir seminggu di sibuk kan dengan kegiatan masing-masing. Lain halnya dengan airin, entah weekend kali ini hari yang bahagia atau hari buruk baginya.


Karna dia akan segera di lamar.


"Kamu udah siap nak?" tanya bu sarah saat berada di dalam kamar airin.


"Udah bu. Bu aku ingin pernikahan ini secara privat bu. Aku tidak mau di keluarkan dari sekolah karna tau aku menikah." airin menjawab pertanyaan ibunya dengan wajah murung.


"Kamu tenang saja nak. Mereka sudah menemui kepala sekolahmu dan membicarakan masalah ini."


"Tetap aja bu aku gk mau teman-teman sekolah ku tau kalau aku udah nikah." airin tampak tidak tenang.


"Kita serahkan saja sama mereka ya, mereka pasti tau yang terbaik untuk mu."


"Iya bu." airin hanya bisa menurut.


"Kamu tunggu disini ya, kalau mereka sudah datang ibu akan memanggilmu." bu sarah berjalan menuju pintu. Tidak terasa air matanya sudah membasahi wajah mulusnya." kuat kan aku ya allah."

__ADS_1


Tepat pukul 8 malam 2 buah mobil memasuki halaman rumah airin yang tidak terlalu besar itu. Bu diana dan pak ahmad tampak turun dan menghampiri bu sarah. Bu sarah juga melihat pemuda tampan tampak mengekori pak ahmad dari belakang.


"Kalian udah sampai ayo masuk." ajak bu diana setelah menyalami satu per satu dari mereka, termasuk ilham. Dia mencium punggung tangan bu sarah dengan hormat "sopan sekali." gumam bu sarah dalam hati.


Bu diana menyuruh ke 2 supirnya untuk membawa buah tangan mereka ke dalam rumah. Bu sarah yang tidak percaya dengan bawaan calon besannya yang begitu banyak.


"Apa ini di?" tanya bu sarah tak percaya.


"Hadiah untuk menantu ku."


"Ah ini tak seberapa di bandingkan nanti aku akan membawa anakmu pergi bersama ku." ucap bu diana sambil memasuki rumah.


"sebentar aku panggil airin" bu sarah berjalan menuju kamar airin setelah mereka semua duduk. Tidak lama bu sarah kembali dengan menggandeng tangan airin. 3 pasang mata terpana melihatnya, apalagi pemuda tampan yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Airin tampak cantik dengan dress selutut tampa lengan bewarna gold yang dia kenakan. Di tambah dengan make up tipis di wajahnya yang membuat kesan natural.


"Cantik sekali anak bunda." kata bu diana saat airin mencium tanganya.


"Terima kasih bunda." dengan senyum yang di paksakan.

__ADS_1


"Om." airin mendekati pak ahmad yang duduk di samping istrinya dan menjulurkan tangannya.


"Panggil aku ayah nak." kata pak ahmad sambil mengusap puncak kepala airin.


"Iya ayah." setelah mencium tangan pak ahmad airin mengalihkan pandangannya dengan sosok pemuda yang duduk di sofa terpisah dengan orang tuanya. Mata elangnya menatap airin dengan lembut, ada sebuah senyuman di bibir nya saat airin melihatnya. Airin hanya menunduk kan kepala dengan senyum yang di paksakan. Airin tidak menyalaminya karna menurut airin belum muhrim. Airin duduk di samping ibunya yang berhadapan dengan ilham. Pandangan ilham menatap lurus ke arah airin. Airin yang merasa terus di perhatikan membuatnya risih dan selalu mengalihkan pandangannya agar tak bertemu pandang dengan ilham.


"Bagaimana kalau kita lakukan pernikahannya minggu depan." pak ahmad membuka suara.


"Kalau saya terserah pak ahmad saja, kami menurut saja." jawab bu sarah sambil melirik ke arah putrinya. Airin hanya diam saja. Dia tidak mau membantah, dia takut mengecewakan ibunnya.


"Bagaimana airin apa kamu setuju?." tanya bu diana yang hanya di jawab anggukan oleh airin. Tingkah lakunya masih di perhatikan seseorang di hadapannya. "wanita seperti apa kamu sebenarnya airin. Kenapa wajah mu sulit sekali untuk di tebak." gumam ilham dalam hati. Tapi dia menyukai sikap dingin dan cuek itu. Menurutnya ada yang menantang.


"Kita ijab qobul aja dulu, resepsinya kita lakukan saat airin lulus sekolah." kata pak ahmad.


"Saya setuju pak." jawab bu sarah. Hati airin tampak lega. Dia tidak perlu cemas kalau teman sekolahnya akan tau soal pernikahannya.


"Ayo kita makan dulu, saya sudah siapkan makan malam." kata bu sarah setelah pembicaraan selesai. Setelah selesai makan malam pak ahmad pamit pulang dan bu sarah dan airin mengantar mereka sampai di depan pintu. Mobil mewah itu pun pergi meninggalkan halaman rumah.

__ADS_1


__ADS_2