Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
NYATA


__ADS_3

Part 53:


Daniel meletakkan Nadia pada bunker yang sudah di sediakan pihak rumah sakit. Sisil dan Bagas mengikuti Daniel dari belakang.


" Mohon tunggu di luar!." Ucap salah satu perawat yang menangani Nadia. Daniel menurut, ia menunggu Nadia dengan cemas.


Sisil dan Bagas pun di buat bingung dengan tingkah Daniel yang sedari tadi seperti setrikaan.


" Dan, Lo kenapa sih?." Tanya Bagas dan diangguki oleh Sisil. Daniel menoleh ke arah Bagas sebentar, lalu kembali mondar-mandir di depan pintu ruang ICU.


" Khawatir!." Jawab Daniel singkat, dengan nada ketus nya.


" Emang cewek itu siapa Lo, sampai Lo khawatir segitunya?." Tanya Bagas lagi. Dia tidak tahu saja bahwa Daniel ingin sekali meninju wajah nya karena selalu bertanya dan membuat kepala nya semakin bertambah pusing.


" Elo bisa nanti aja gak nanya nya!. Gue lagi panik, gak bisa jawab." Ucap Daniel dengan kesal. Bagas hanya meringis kesal.


" Ya udah deh. Tapi Lo harus jelasin setelah keadaan cewek itu membaik ya!?. Awas aja Lo. Lo hutang janji sama gue." Ucap Bagas. Daniel memutar matanya malas, dia kembali menunggu Dokter keluar dari ruang ICU tersebut dengan gusar.


Tak lama dokter muda itu pun keluar dari ruang ICU. Daniel segera menghampiri dokter tersebut dan menanyakan kondisi Nadia.


" Gimana keadaan Nadia dok?." Sisil menyela Daniel yang akan menanyakan keadaan istri nya.


" Keadaan nya cukup memprihatinkan, sepertinya pasien pernah mengalami hal ini sebelumnya. Apakah dia pernah memiliki riwayat terkena skizofrenia paranoid sebelumnya?." Tanya dokter tersebut pada mereka. Daniel yang tidak tahu apa-apa pun mengerutkan keningnya merasa bingung dengan pertanyaan dokter tersebut. Setahunya Nadia sama sekali tidak pernah memiliki penyakit mental seperti itu.


" Apa itu skizofrenia paranoid dok?, Setahu saya Nadia tidak pernah miliki riwayat penyakit apa-apa!." Sergah Daniel.


" Daniel!, Mas Daniel ya?." Bukannya menjawab, dokter tersebut malah bertanya kepada Daniel, seperti nya dokter itu baru menyadari keberadaan Daniel di situ.


Daniel memutar matanya jengah, ia sangat malas selalu meladeni orang-orang yang mengenal identitas nya seperti dokter tersebut.


Daniel hanya mengangguk malas.


" Wanita itu pacar mas Daniel?." Tanya dokter itu lagi. Ingin sekali rasanya ia mengangguk membenarkan bahwa Nadia memang istrinya. Namun Bagas langsung menyambar perkataan yang akan Daniel ucapkan. Bagus memang belum tahu siapa gadis itu di hidup Daniel, namun dia hanya berjaga-berjaga, takutnya Daniel akan mengatakan hal-hal yang akan menjerumuskan mereka pada bahayanya publik.


" Bukan dok, kita gak tau dia siapa


Kita nemuin dia udah pingsan gitu." Jawab Bagas, yang membuat Daniel membulatkan matanya ke arah Bagas.


" Dia teman saya dok!. Anak nya Diendra Gautama!." Celetuk Sisil. Dokter itu beroh ria mendengar nama Diendra. Namun Daniel tersenyum dengan penuturan Sisil. Dia sangat bahagia ternyata ayahnya telah menganggap Nadia sebagai anak nya, bukan menantunya lagi.


" Apa kamu tahu kalau dia sedang sakit?." Tanya dokter itu.


" Saya baru kenal Nadia beberapa Minggu ini sih di kantor, jadi saya tidak tahu apa-apa tentang Nadia sebelumnya!." Jelas Sisil apa adanya.


" Jadi gimana dok!, Apa yang di maksud skizofrenia paranoid itu?, Apakah itu berbahaya bagi Nadia?." Daniel mengulang pertanyaan nya yang sebelumnya.


" Skizofrenia paranoid itu adalah gangguan mental yang di karenakan trauma berat, seperti halnya pernah kehilangan, atau kehidupan nya menderita sebelumnya!, Itu bisa berbahaya jika orang yang mengalami nya tidak di dampingi, mereka bisa nekat membahayakan dirinya sendiri atau bisa orang lain." Jelas sang dokter. Bagas dan Sisil hanya mengangguk prihatin. Sedangkan Daniel menunduk sedih. Ia tak menyangka, ternyata setelah dirinya tak berada di samping Nadia, banyak penderitaan yang harus Nadia alami tanpa ada sosok pendamping di sisi nya. Ia merasa bersalah karena pernah meninggalkan Nadia tanpa kabar sedikit pun, hingga membuat dia menjadi seperti sekarang ini. Padahal itu semua bukan salah nya, tapi masalah takdir yang harus memberikan mereka cobaan hidup seberat itu.


" Apa kalian sudah menghubungi keluarga nya?." Tanya dokter itu lagi.

__ADS_1


" Sudah dok!." Daniel dengan cepat menjawab sebelum Bagas menyelanya lagi.


" Dok apakah dia sudah bisa di lihat?." Tanya Daniel lagi.


" Sudah bisa, tapi satu-satu dulu ya, sebab pasien harus istirahat." Jawab Dokter.


" Baiklah kalau begitu saya tinggal dulu, masih banyak pasien yang harus saya tangani." Ucap dokter tersebut. Lalu semua nya mengangguk.


Setelah dokter tersebut pergi, Bagas menatap Daniel dengan tatapan curiga, ia ingin menagih janji kepada Daniel tentang siapa Nadia sebenarnya.


" Napa Lo ngeliatin gue kayak gitu? Naksir?!." Ucap Daniel dengan santai nya.


" Dih najis!, Gue masih normal kali!." Ketus Bagas.


" Siapa tahu kan Lo berubah haluan!." Daniel mengangkat bahunya acuh.


" Eh anak sultan, Lo hutang janji sama gue!." Ucap Bagas mengingatkan.


" Gue mau kedalam dulu, mau liat keadaan Nadia!." Ucap Daniel yang hendak pergi, namun di tahan oleh Bagas.


" E,,,,,eee,,,,,, Lo gak bisa lari dari kenyataan ya!." Cegah Bagas sambil menarik baju kaos tipis yang Daniel gunakan.


" Lo gak lepas, gue patahin ya tangan Lo!." Ancam Daniel. Bagas pun melepaskan baju Daniel dengan raut wajah kesal.


" Lo bilang, atau gue akan kasih tau Mira kalau Lo ada di sini!." Bagas tak mau kalah, ia juga mengancam Daniel dengan jurus jitu nya.


Bagas Dan Sisil terperangah bersamaan


Namun Daniel tak perduli dengan keterkejutan mereka. Dia lantas menemui Nadia yang sudah di pindahkan ke ruang rawat.


Di ruang rawat, Daniel melihat Nadia sedang meminum obat, di bantu oleh seorang suster.


Daniel ragu-ragu untuk menemui Nadia, ia takut jika nanti Nadia bereaksi sama seperti sebelumnya.


Ia lantas memerintahkan Sisil untuk menemui Nadia terlebih dahulu, setelah keadaan nya memungkinkan, baru lah dia akan masuk.


" Nad, kamu gak papa?, Gimana, apa nya yang sakit?, Bilang sama aku, nanti aku panggilin dokter!." Tawar Sisil. Nadia lantas menggeleng dan tersenyum kepada Sisil. Nadia pun celingukan seperti mencari seseorang, sesaat kemudian, wajah nya tiba-tiba murung, dan dia menundukkan kepalanya.


" Gak ada ya?!. Ternyata benar, kalau aku cuma halusinasi lagi?!." Ucap Nadia terlihat sangat sedih.


" Emang kamu cari siapa Nadia?." Tanya Sisil.


" Ah udah lah, kayaknya itu cuma masa lalu yang harus aku lupakan seumur hidup!." Ucap nya sambil tertunduk lesu.


Sisil mengerti apa yang di maksud Nadia, ia lantas tersenyum jail pada nya.


" Aku panggilin mau?." Tanya Sisil dengan senyum jail nya.


" Panggilin?, Panggilin siapa maksud nya?." Tanya Nadia masih tak mengerti dengan maksud Sisil.

__ADS_1


" Daniel!!! Ada yang cariin nih!." Seru Sisil, namun tak begitu lantang, karena dia takut pasien lain akan terganggu dengan teriakannya itu.


" Da_daniel??, Maksud kamu siapa?." Tanya Nadia. Namun Sisil tak menjawabnya, dia hanya tersenyum kepada Nadia. Dan tiba-tiba Daniel berada di ambang pintu, tersenyum manis pada Nadia. Perlahan Daniel mendekati Nadia, membuat jantung Nadia memompa lebih cepat dari biasanya, rasanya sama seperti saat pertama kali mereka jatuh cinta.


Sungguh!, Daniel yang ia lihat sekarang, sangat berbeda dengan Daniel yang dulu. Dari potongan rambut nya, hingga tubuhnya yang seksi, membuat Nadia atau siapa pun akan pangling pada nya.


"Da_niel!." beo nya.


" Iya sayang, aku Daniel, suami kamu!." Ucap Daniel membenarkan. Nadia langsung menghambur ke dalam pelukan Daniel serta menumpahkan tangisnya di sana, Nadia meraung sambil memukul-mukul pelan dada bidang Daniel. Daniel menerima nya dan semakin memeluk erat tubuh mungil istrinya.


" Kamu jahat!!! Kamu tega ninggalin aku selama ini!. Kamu gak ngerti perasaan aku selama setahun ini gimana tanpa kamu!!." Nadia terus meracau sambil memukuli dada bidang Daniel.


" Maaf!!." Hanya kata itu yang keluar dari mulut Daniel, ia semakin memeluk erat Nadia dengan penuh kerinduan.


Sampai-sampai Bagas dan Sisil ikut terharu dan meneteskan air mata.


" Hussssst,,,,,,.Udah ya, kamu gak usah takut lagi. Udah ada aku di sini yang selalu menemani kamu!." Daniel menangkup wajah istri nya untuk ia tatap, lalu kembali membenamkan tubuh Nadia ke dalam pelukannya.


Sudah lama Nadia tidak mencium aroma tubuh Daniel, sudah lama ia tidak merasakan senyaman ini berada di dalam pelukan seseorang. Hingga tak terasa, Nadia tertidur pulas di dalam pelukan Daniel. Daniel menyadari ada dengkuran halus di dadanya, juga suara Isak tangis Nadia yang tak terdengar lagi.


Daniel lantas meletakkan kepala Nadia dengan perlahan-lahan di atas bantal. Tak lupa Daniel juga mengecup kening istrinya itu dengan Hidmat.


" Selamat tidur sayang!. Tidur yang nyenyak ya, aku selalu jagain kamu di sini!." Ucap Daniel.


" Dan, gue mau ngomong sama Lo?." Kata Bagas tiba-tiba.


" Jangan di sini, kita ke luar aja!." Jawab Daniel.


" Gue titip Nadia sebentar ya!." Ucap Daniel pada Sisil. Sisil lantas mengangguk.


" Ada apa?." Tanya Daniel to the poin, saat mereka sudah berada di luar ruang rawat Nadia.


" Gue gak tau tentang masa lalu dan kisah percintaan Lo sama istri Lo, cuma gue minta satu hal sama Lo." Ucap Bagas dengan serius.


" Apa?."


" Jangan sampai publik tahu tentang ini, dan jangan kasih tau publik kalau Lo udah punya istri!." Pinta nya. Daniel hanya tersenyum smirk.


" Lo tenang aja!. Tanpa Lo suruh pun, gue udah berencana untuk itu. Gue juga mau membongkar kebusukan Andre dan Mira yang udah memalsukan kematian gue dan udah berusaha bikin gue lupa ingatan dengan sebuah obat pelumpuh saraf." Ucap nya.


" Gue gak akan muncul di hadapan mereka sebelum kejahatan mereka terbongkar dan sebelum mereka dapat ganjaran nya. Biarin mereka menganggap gue udah mati!." Ucap nya dengan tatapan tajam dan penuh penekanan.


" Terus, hubungan Lo sama Mira gimana?." Tanya Bagas.


" Gue gak ada hubungan apa-apa sama nyi Blorong itu, Lo kan tahu sendiri!." Kata Daniel seolah tak terima dengan pertanyaan teman sekaligus manajer nya itu.


" Iya gue tau. Makanya jangan salah faham dulu sama gue!. Maksud gue, gimana hubungan pura-pura Lo sama Mira, apa Lo minta gue buat kasih tau sama publik, kalau Lo sama dia itu udah putus!." Jelas Bagas.


" Gak perlu!. Gue butuh hubungan pura-pura ini suatu hari nanti!!." Ucap Daniel dengan tersenyum menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2