Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
Episode 29


__ADS_3

Sore menjelang malam, airin masih setia menunggu ilham untuk menjemput nya. Sebenarnya dokter sudah memperbolehkan nya pulang dari 3 jam yang lalu, tapi airin masih kekeh tetap menunggu suaminya.


Karena tidak ada tanda-tanda ke datangan suaminya, akhirnya airin memutuskan untuk pulang sendiri, tapi bukan ke rumah ilham melain kan ke rumah ibunya, dia pikir dia juga butuh waktu untuk sendiri.


Sampai nya di rumah airin langsung masuk ke kamar ibunya. Air matanya jatuh tak tertahan saat melihat bingkai foto ayah dan ibunya. Airin mengambil foto itu dan memeluk nya sambil berbaring.


"Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini, ajak aku bersama kalian. " gumam airin di sela tangisnya. Mungkin karena terlalu banyak menangis akhirnya airin tertidur.


Airin terbangun karena matanya dengan cahaya matahari mesuk melalui celah jendela nya. Entah siapa yang membuka gorden jendela nya itu, perasaan semalam gorden itu tertutup.


Airin melihat wajah nya di cermin kamar mandi, matanya masih sembab karena kebanyakan menangis.


Setelah selesai cuci muka airin keluar dari kamar. Tidak sengaja dia melihat sosok laki-laki duduk di sofa ruang tamu.


"Mas kamu jemput aku?" tanya airin mendekatinya.

__ADS_1


"Iya, tapi kamu jangan senang dulu. Aku hanya tidak mau Orang-orang berpikir buruk tentang ku, yang menelantarkan istri nya saat hamil. "


"Aku senang dengarnya mas. " airin mendekati suaminya dan menggenggam tangannya, tapi ilham menepis nya.


"Kamu dengar ya airin, setelah anak itu lahir kita pisah. " airin tak sanggup lagi menopang badannya, dia jatuh tersimpuh di lantai tepat di kaki ilham. Kata pisah yang di ucapkan ilham membuat tubuh nya serasa tak bertulang. Airin menangis sejadi-jadi nya.


"Mas, emang nya kamu gak bisa maafkan aku seperti aku yang udah maafin kamu. Kita bisa mulai lagi dari awal bersama anak kita. " airin mencoba tersenyum di sela tangisnya.


"Jangan sebut lagi itu anak kita, dia bukan anak ku. Satu hal lagi yang harus kamu ingat, jangan samakan aku denganmu. Aku tidak pernah melakukan hal yang menjijikkan seperti yang kamu lakukan."


"Bersiaplah, aku antar kamu pulang. Aku udah telat. " ilham melepaskan tangan airin di kakinya dan berjalan menuju mobil. Sebenarnya ilham tidak tega melakukan ini, tapi bayangan saat airin bercumbu dengan pria lain membuat nya benci, bahkan hanya untuk melihat wajah nya saja ilham sangat jijik.


Sesampainya di rumah mewah itu, airin telah di sambut oleh bunda, tapi bukan lagi kasih sayang yang terpancar dari mata itu melain kebencian yang membuat airin takut untuk melihat nya.


"Oohh, ternyata jalang ini sudah kembali. Semalam kemana aja, tidur dengan selingkuhannya ya. " ucap bunda sambil tersenyum sinis, airin hanya menunduk sambil menangis.

__ADS_1


"Udah bunda, bukan nya kita udah bahas masalah ini semalam. " saut ilham kemudian pergi menaiki tangga menuju kamar nya. Airin mengikutinya dari belakang dengan air mata yang masih bercucuran di pipinya.


Di kamar airin melihat ilham memasukkan pakaian ke dalam koper, airin yang tak mengerti mencoba untuk mendekati nya.


"Mas kamu mau kemana? "


"Keluar kota. " jawab ilham singkat sambil memasukkan pakaian tampa melihat airin.


"Hoh,, pasti sama sekretaris mu itu kan? Kalian mau liburan? "


Ilham menghentikan kegiatan nya dan melihat airin sejenak "Bukan urusan mu. "


"Hah,, kamu egois mas"


"Terserah. " ucap ilham kemudian pergi meninggalkan airin.

__ADS_1


"Mas dengarin aku dulu mas. " teriak airin, tapi tak di gubris oleh ilham. Airin menjatuhkan tubuh nya di atas ranjang dan menangis sejadi-jadi nya.


__ADS_2