
"Sejak kapan nak? " tanya ayah saat mereka duduk di taman rumah sakit.
"Airin taunya dua bulan yang lalu yah. "
"Kenapa kamu gak cerita, kenapa kamu menanggungnya sendiri? "
"Untuk apa yah, tidak ada yang peduli dengan ku, untuk apa aku bercerita. " jawab airin sambil menghapus air mata di pipinya, dia ingin sekali tidak menangis dan memperlihatkan kalau dia bisa, tapi dia tidak sekuat itu. "Ayah airin mohon jangan bilang sama siapa pun, apalagi sama mas ilham."
"Tapi dia perlu tau nak! "
"Tidak ayah, dia sangat membenci ku, aku akan semakin sedih kalau dia tau tapi dia tidak peduli dengan ku. Biarlah aku menanggung ini semua sendiri, ini adalah hukuman yang pantas aku terima."
"Kenapa kamu tidak memilih untuk melahirkan bayi mu secara prematur supaya kamu bisa melakukan pengobatan."
"Ayah aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini, hanya anak ini yang dapat airin berikan sebelum airin menyusul ayah dan ibu airin. " airin mendongakkan wajahnya ke atas langit dan tersenyum sambil menangis. Ayah yang mendengarnya ikut menangis.
"Malang sekali nasib mu nak! " gumam ayah dalam hati.
Airin melihat ayah menatap nya dalam. "Ayah airin bersumpah anak yang airin kandung saat ini adalah cucu ayah, airin memang salah, tapi airin tidak pernah melakukan nya dengan pria lain selain dengan mas ilham. Tolong percaya --" ucapan airin terhenti karena ayah menarik nya kedalam pelukan nya.
"Sudah ayah percaya sama kamu. Tapi kamu harus janji, setelah kamu melahirkan kamu harus melakukan pengobatan. "
__ADS_1
"Iya ayah. "
"Sekarang ayo kita pulang. "
***
"Ayah kok bisa sama jalang ini? " tanya bunda saat mereka sampai di rumah.
"Bunda, tolong jaga bicara bunda. "
"Loh, kok ayah malah belain dia, dia memang pantas di sebut jalang. "
"Airin sebaiknya kamu istirahat di kamar. Ayah akan menyuruh pelayan mengantar makanan ke kamar kamu . "
"Enak ya kamu ada yang belain, udah kayak nyonya besar aja di rumah ini. Dasar jalang tidak tau malu. " ucap bunda menahan tangan airin.
"Bunda, cukup, biarkan dia istirahat. " ucap ayah marah. Bunda melepas kan tangan airin dengan kasar dan pergi meninggalkannya.
Tok, tok,
Setelah hampir dua jam di dalam kamar akhirnya ada yang mengetuk juga.
__ADS_1
"Masuk. " saut airin dari dalam. Airin terkejut melihat orang yang mengetuk pintu.
"Siska." teriak airin tak percaya. Siska berjalan menuju ranjang tempat airin sedang diduduk sambil membawa napan di tangannya. setelah meletakkan napan di atas meja siska memeluk airin.
"Gue kangen banget sama lo. " ucap siska.
"Gue juga, tapi lo kok bisa ada disini?" tanya airin melepas pelukan nya.
"Gue sering kali kesini, tapi gak di perbolehkan sama ibu mertua lo masuk, untung tadi ada ayah lo. "
"Kok lo gak ngabarin gue. "
"Pake apa, semenjak lo berhenti dari kampus nomor lo gak pernah aktif. "
"Gue takut dika nelfon gue. "
"Dia udah cerita semua nya sama gue,, dan dia memilih untuk balik ke landon. "
"Apa " airin terkejut mendengar nya, dia tidak percaya dika akan pergi untuk kedua kalinya. "Padahal gue belum sempat minta maaf sama dia, gue udah jahat banget sama dia, gue udah mainin perasaan dia. Gue-" airin tidak mampu lagi melanjutkan katanya, lidahnya kelu karna menahan tangis.
Siska menarik nya ke dalam pelukannya. "Menangis lah rin, gue ngerti perasaan lo. "
__ADS_1
Airin menangis sejadi-jadi nya dalam pelukan siska. Dia tidak bisa membayangkan betapa hancur nya perasaan dika. Di saat dika sudah mengiklaskannya dengan suami nya, airin datang dan membangkitkan gairah dika yang sudah di kuburnya dalam-dalam. Setelah api cinta itu kembali membara dengan seenak nya airin meminta untuk melupakan nya karena airin ingin kembali pada suaminya.
"Maafkan aku dika, aku memang pantas mendapatkan kan hukuman ini, semoga kamu bahagia dan menemukan cinta sejati mu. Maafkan wanita yang menjijikkan ini. Hiks, hiks" gumam airin dalam hati.