
1 tahun kemudian.
Airin kuliah di salah universitas ternama di jakarta. Dia merasa hidup nya sangat sempurna, dia mempunyai suami yang sangat mencintai nya, dan mertua yang sangat menyayangi nya. Rumah makan ibunya sekarang juga sudah menjadi restoran dan mempunyai banyak karyawan.
Suara ponsel menyadarkan nya dari lamunan. Airin tersenyum melihat nama yang menghubungi nya. Dengan cepat dia menekan tombol hijau untuk mengangkat nya.
"Halo mas. "
"Sayang kamu ada dimana?. Aku ada di depan kampus kamu. "
"Aku ada di cafe depan kampus mas. "
"Sama siapa? "
"Aku sendiri mas, aku lagi nungguin siska, dia masih ada kuliah tadi. "
"Ya udah aku kesana ya?. "
"Ya mas aku tunggu. " airin kembali memasukkan ponsel nya ke dalam tasnya.
Tidak selang beberapa menit ilham sudah masuk ke dalam cafe itu.
"Mas. " airin mengangkat satu tangan nya ke atas untuk memberi kode kepada suaminya. Ilham yang melihat nya lansung menghampiri airin dan mencium kening nya.
"Kamu udah lama disini yang? "tanya ilham dan duduk di depan airin.
"Belum lama kok mas. Kamu kok bisa ada disini mas?."
"Aku mau jemput kamu. Kamu masih ada kuliah?."
"Udah gak sih mas. Rencana nya aku mau nemanin siska belanja ke mol. Emang nya kamu mau ngajak aku kemana mas? "
"Gak kemana-kemana sih. Aku mau ngajak kamu ke kantor. "
"Kok tumben mas. "
__ADS_1
"Ya mau aja. Masak selama kita menikah kamu belum pernah datang ke kantor ku. "
"Hmm iya juga ya mas. Maaf ya mas, aku sibuk banget sama kuliah aku. "
"Gak papa sayang. Mana siskanya, masih lama? "
"Gak tau mas, kita tunggu bentar lagi ya? " ucap airin yang di angguki oleh ilham.
Siska berjalan terburu-buru memasuki cafe, dia takut airin terlalu lama menunggu nya.
Bruukk,,!!
Siska tidak sadar telah menabrak seseorang dan hampir terjatuh beruntung tangan orang itu dengan cepat menangkap tubuh siska.
"LO. " ucap siska kaget melihat orang yang ada di depannya.
"Bisa kita bicara sebentar. "
"O-oke, "
Sudah hampir 1 jam airin menunggu, tapi yang di tunggu tak kunjung datang. Airin tidak enak dengan suaminya yang ikut menunggu teman nya yang gak jelas itu.
"Coba kamu hubungi deh yang! Takut nya terjadi sesuatu dengan siska. " ucap ilham yang melihat airin gelisah. Airin mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi siska.
"Hallo rin. " ucap siska menjawab telfon dari airin.
"Lo kemana aja? Gue nunggu lo dari tadi. "
"Shory rin gue tiba-tiba gak enak badan, sekarang gue udah di rumah ."
"Lo sakit, apa perlu gue kesana sekarang? "
"Gak usah rin, lo temanin suami lo aja. "
"Kok lo tau gue sama mas ilham? "
__ADS_1
"Hah, iya itu filing gue aja. Ya udah ya gue istirahat dulu. By.. " ucap siska dan lansung mematikan ponsel nya. Airin mengerut kan keningnya melihat tingkah laku sahabatnya itu.
"Ada apa yang? " tanya ilham tak mengerti.
"Siska katanya gak enak badan. Ya udah ayo kita ke kantor kamu mas! "
"Ayok. " ilham dan airin meninggal kan cafe itu menuju kantor nya.
Sampai di kantor semua karyawan menyapa nya denga hormat. Semua orang tau kalau airin adalah istri pemilik perusahaan, karena semua karyawan datang saat resepsi pernikahan mereka.
Airin tersenyum dan menjawab sapaan mereka, tapi lain halnya dengan ilham. Dia begitu dingin dan kaku pandangannya lurus kedepan tampa ekspresi.
"Mas. " panggil airin saat mereka sudah berada di dalam ruangan ilham. Ilham duduk di kursi putar miliknya sedangkan airin di sofa besar yang ada di ruangan itu.
"Ya ada apa sayang. "
"Aku gak nyangka kamu seserius itu di kantor. Kamu yang suka gombal dan ceria ternyata kalau di kantor begitu dingin dan kaku." ilham hanya tersenyum mendengar airin. "Kamu cuek banget sama mereka mas, setidaknya kamu bisa sedikit tersenyum. " ucapnya lagi. Ilham berdiri dan mendekati airin yang masih mengomel tak jelas menurut nya.
"Sayang aku bos disini, dan aku memang seperti ini orang nya. Asal kamu tau, aku tersenyum dan suka gombal itu hanya sama kamu. "
"Ya tapi kan mas-- mmmp. " ucapan airin terhenti karena ilham lansung melumat bibirnya. Ilham menarik tengkuk airin dan memperdalam ciuman nya. Airin pun tak tinggal diam dia membalas lumatan suaminya dan melingkar kan tangan nya di leher ilham. Ciuman itu semakin panas saat ilham menurunkan ciuman nya ke leher airin.
Tok, , tok, , ,tok, ,
Airin mendorong tubuh ilham yang mendengar suara ketukan pintu. Ilham mengumpat dalam hati karena sudah mengganggu nya.
"Masuk" ucap ilham kesal, dan wanita itu masuk.
"Maaf pak ilham saya cuma mau bilang sebentar lagi bapak ada meeting. " ucap sekretarisnya.
"Ya sebentar lagi saya ke ruang meeting. " sekretaris itu pergi dari ruangan itu. "Sayang aku meeting dulu ya. Kalau kamu capek, kamu istirahat di kamar itu. " ucap nya sambil menunjuk ke pintu berwarna coklat.
"Kamu ada kamar disini mas? "
"Ya sayang, aku pergi dulu ya. "
__ADS_1
"Iya mas semangat ya!" ucap airin. Ilham tersenyum mendengar nya dan mengacak rambut airin dengan gemas.