
Siska membawa airin masuk dan duduk di atas sofa setelah melihat airin tampak lemas dan hampir jatuh ke lantai depan pintu.
"Dika mengalami kecelakaan setelah dia pulang dari restoran ibu lo malam itu. Keadaan nya kritis dan orang tua nya lansung membawa nya ke london malam itu juga. " ucap siska dan airin masih diam mendengarkannya sambil segugukan karena menangis.
"Setelah lebih dua minggu dia koma akhirnya dia sadar. " airin mendongakkan wajahnya yang menundukkan dan menatap siska untuk mendengar lanjutan nya.
"Tapi dia mengalami amnesia. " ucap siska yang ikut menangis, dari tadi dia selalu menahan supaya air matanya tidak jatuh, tapi akhirnya dia tidak tahan melihat airin yang semakin terisak.
"Dua bulan yang lalu ingatan nya telah kembali dan dia langsung pulang ke indonesia untuk nemuin lo. " lanjut siska.
"Tapi kenapa dia gak datang nemuin gue? Tapi dia malah nemuin lo. "
"Dia datang rin. Berkali-kali dia kesini tapi rumah ini selalu kosong. Dia juga datang ke restoran ibu lo, tapi apa yang dia dapat. Ibu lo malah ngusir dia tampa mendengar penjelasan nya. "
"Jadi ibu gue tau? " tanya airin dan di jawab anggukan oleh siska. Tangis airin semakin menjadi, siska menarik airin ke dalam pelukannya.
"Dia ngeliat lo di cafe depan kampus waktu lo nungguin gue waktu itu. Saat dia mau menghampiri lo tiba-tiba mas ilham datang dan meluk lo, dia sedih ngeliat lo bermesraan dengan pria lain dan memilih untuk pergi dari cafe itu. Tapi di luar gue tabrakan sama dia, gue pergi sama dia waktu itu mangkanya gue gak jadi nemuin lo. Dia menceritakan semua nya kenapa dia pergi selama ini. Dan gue juga bilang kalau lo udah nikah dan suami lo sangat mencintai lo. Dia minta gue untuk merahasiakan kedatangan nya dari lo. Dia gak mau ngrusak kebahagiaan lo. "
"Maafin gue sis, gue udah salah paham sama lo. "
"Gue ngerti rin. Lo ingat gak waktu mati lampu di toilet waktu itu?" tanya siska dan airin mengangguk. "Dika lah yang udah nolongin lo. "
"Pantasan gue ngrasa gak asing sama pelukan nya. Tapi kenapa dia bisa disana? "
"Dia sekarang kuliah di kampus yang sama dengan kita, tapi beda jurusan. " airin tersenyum mendengar nya. Jantung nya tiba-tiba berdebar tak karuan. seperti abg yang sedang jatuh cinta.
"Apa dia yang nganterin gue pulang waktu mobil gue mogok?. " tanya airin yang di angguki oleh siska. "Kok bisa kebetulan. "
"Itu gak kebetulan rin. Dia selalu memperhatikan lo dari jauh. Dia juga yang udah bayarin belanjaan lo waktu di mol. "
"Dia ngikutin gue? "
"Iya, dia tau semua tentang lo. Dia tau kantor suami lo, dia tau rumah suami lo." ucap siska. Tangis airin mulai mereda dia tersenyum mendengar ke konyolan dika yang selalu mengikuti nya kemanapun. "Trus apa yang mau lo lakuin setelah lo tau semua ini. " lanjut siska, airin terdiam dan tampak berpikir.
"Gue gak tau sis, gue bingung. "
"Ya udah mending lo siap-siap sana gue tunggu. Kita ke kampus nya barengan aja. "
__ADS_1
"Gue kayak nya gak ke kampus deh sis. Gue butuh waktu untuk sendiri. "
"Yakin lo! Emang nya lo gak mau ketemu dia. "
"Gue belum siap sis. Gue gak mau ngecewain suami gue. Gue takut kalau gue ketemu dia rasa itu datang lagi. Mas ilham terlalu baik untuk disakiti. " ucap airin kembali menangis, siska kembali memeluk nya, dia ngerti sahabat nya sedang bingung. Dia yakin kalau airin pasti masih mencintai dika, tapi di sisi lain dia gak mau ngecewain orang sebaik mas ilham.
"Ya udah lo tenangin diri lo dulu. Satu hal yang harus lo ingat, ikutin kata hati lo. " ucap siska dan airin hanya mengangguk kan kepalanya.
*
Airin tak sabar menanti ibu nya pulang untuk meminta penjelasan, kenapa ibunya tidak memberi taunya kalau dika datang menemuinya.
"Baru jam lima. Ibu masih lama pulang nya. Aku ke restoran aja deh. " gumamnya sendiri.
Sesampainya di restoran airin langsung ke meja kasir untuk menemui ibunya.
"Ibu airin mau bicara. " ucap airin tampa memberi salam terlebih dahulu. Ibu membawa airin ke ruangan VIP di restoran itu. Restoran itu sekarang sudah mempunyai ruangan kusus karena ilham merenofasinya sebagus mungkin.
"Ada apa nak? "
"Ibu kenapa gak bilang sama airin kalau dika datang menemui ibu. "
"Ibu kan tau selama ini aku sangat menanti kehadiran nya bu, Tapi kenapa setelah dia kembali ibu gak bilang sama aku. "
"Airin kamu sadar gak apa yang kamu bicarakan. Kamu itu bukan airin yang dulu lagi, kamu sudah menikah. Tidak pantas seorang istri memikirkan apalagi merindukan pria lain. " airin hanya diam saja mendengarnya, karena apa yang di bilang ibunya memang benar.
"Apalagi dia udah ninggalin kamu bertahun-tahun tampa alasan. " lanjut ibu.
"Bu dia ninggalin aku bukan tanpa alasan. Dia mengalami kecelakaan setelah dia meminta izin dari ibu malam itu. " sekarang giliran ibunya yang terdiam. "Dia lupa ingatan bu mangkanya dia tidak datang menemui aku. "
"Airin apapun alasannya dia adalah masa lalu kamu. Kamu harus melupakan nya. Masa depan mu adalah suamimu. Kamu harus belajar mencintai suamimu. Ibu akan ikut berdosa kalau ibu membiarkan mu kembali menjalin hubungan dengannya."
"Bu aku bukannya --." suara ponsel menghentikan pembicaraan mereka. Airin langsung menggeser tombol hijau dan mengarahkan ke telinga nya.
"Halo mas. "
"Sayang kamu dimana? Aku di rumah ibu. "
__ADS_1
"Oh kamu udah pulang mas. Aku lagi di restoran. Ya udah aku segera pulang. "
"Aku tunggu ya kamu hati-hati. "
"Iya mas." ucap airin langsung mematikan ponselnya.
"Bu aku harus pulang, mas ilham sudah ada di rumah. "
"Ya udah, kamu ingat kata-kata ibu barusan. " ucap ibu dan airin hanya mengangguk.
*
Sampainya di rumah airin melihat ilham berdiri di depan pintu, karena ilham tidak memiliki kunci rumah itu mangkanya dia tidak bisa masuk.
"Mas. " panggil airin saat keluar dari mobil nya dan lansung berjalan ke arah ilham yang berdiri di depan pintu. Ilham lansung mencium kilas bibir airin. "Ayo masuk mas. "
"Kamu kok cepat pulang nya mas?." tanya airin saat mereka sudah duduk di sofa.
"Aku kangen sama kamu sayang. " ucap ilham lansung mendekat dan hendak menciumnya, tapi airin langsung menghindar dan mengambil bungkusan yang dia bawa dari restoran tadi.
"Kamu belum makan kan mas! Ini aku bawakan makanan. " ucap airin sambil menyerahkannya kepada ilham.
"Suapin. " ucap ilham manja.
"Kamu manja banget sih mas. " ucap airin, tapi tetap mengikuti permintaan suaminya. "kamu udah ngabarin bunda mas kalau kita bakalan nginap disini? "
"Udah sayang. " jawab ilham yang masih mengunyah makanan nya yang di suapi airin.
Setelah selesai makan ilham masuk ke kamar dan mandi. Sedangkan airin bebaring di atas ranjang setelah menyiapkan baju ganti untuk ilham .
Ilham mendekati airin dan ikut berbaring setelah mengenakan pakaian nya. Ilham memeluk airin dari belakang dan menciumi tengkuk airin. Setelah puas ilham membalikkan tubuh airin hingga terlentang. Tampa menunggu ilham lansung **** nya dan melumat bibirnya. Airin tidak membalas nya bahkan airin tidak mau membuka mulut nya.
"Kenapa. " tanya ilham yang melihat airin tidak membalas nya.
"Aku capek mas, tadi aku bantuin ibu di restoran. "
"Tapi aku sangat merindukan mu sayang."
__ADS_1
"Maaf mas. " ucap airin menyesal. Ilham turun dari atas airin dan tidur berbaring membelakangi airin. "Maaf kan aku mas. " gumam airin dalam hati. Entah kenapa dia menjadi tidak bernafsu, padahal saat ilham mencium nya tadi pagi airin sangat bergairah, kalau tidak mengingat ada siska di rumah nya airin sudah lebih dulu menarik ilham ke dalam kamar tampa ilham yang memintanya.