
Ilham melihat mobil airin yang berlari kencang di jalan raya saat dia hendak pergi menemui klien mengadakan meeting. Ilham semakin curiga saat mobil di belakang mengikuti mobil airin yang tak kalah kencangnya.
Ilham khawatir kalau ada yang berniat jahat pada istrinya. Tanpa berpikir panjang ilham mengikuti airin dan melupakan meeting nya. Baginya keselamatan istri nya lebih penting dari pada meeting nya itu.
Ilham melihat mobil airin berbelok ke sebuah rumah mewah, dia takut kalau airin di culik, tapi kenapa airin malah membelokkan mobil nya kesini.
Ilham melihat airin berlari setelah turun dari mobil dan di kejar oleh pria yang ada di mobil yang satu nya. Mereka tampak tergesa-gesa masuk ke dalam rumah itu dan menutup kembali pintu nya.
Ilham turun dari mobil nya dan mendekati pintu rumah itu, saat ilham membukanya ternyata pintu itu tidak terkunci. Ilham tampak waspada takut anak buah penculik itu menyerangnya. Setelah ilham memperhatikan sekitar rumah itu tampak sepi dan ilham mendengar suara airin di lantai dua.
Dengan hati-hati ilham menaiki tangga dan sesekali melihat kebelakang. Saat ilham telah sampai di lantai dua suara airin semakin jelas terdengar, tapi bukan teriakan atau suara minta tolong melainkan desahan nikmat yang membuat telinga nya panas.
Ilham mencari asal suara dan melihat pintu kamar terbuka, dengan kaki gemetar ilham mendekati pintu itu. Ilham tidak percaya dengan apa yang dia lihat, seorang laki-laki sedang bermain di atas dada istri nya, dan lebih gilanya lagi istrinya sangat menikmati dan mengeluarkan desahan yang sangat menjijikkan menurutnya.
Ilham mengepalkan tangan nya saat melihat orang itu hendak membuka celana istri nya.
"AIRIN APA YANG KALIAN LAKUKAN " ilham berteriak dari luar.
"Mas ilham. " ucap airin kaget dan segera menarik selimut untuk menutupi dadanya yang telanjang.
Ilham yang sudah tersulut emosi mendekati mereka.
Brukkk!!
Ilham memukul dika dengan keras hingga sudut bibirnya sobek dan mengeluarkan darah. Airin yang kaget lansung menarik tangan ilham.
"Hentikan mas, maafkan aku. " tanpa sadar selimut yang digunakan airin untuk menutupi tubuh nya sudah tidak menutupi nya lagi. lengan ilham menyentuh dada kenyal airin karena airin mengenggamnya terlalu kuat. Ilham memutar bola mata nya dan melihat airin, dengan cepat ilham menepis tangan nya dan mendorong airin hingga airin terlentang di atas kasur.
"Kamu sangat menjijikkan airin. Aku tidak menyangka kamu melakukan ini, apa salah ku. " ilham berteriak.
"Ini semua salah kamu mas, kamu yang memulai semua ini. " teriak airin tak kalah kerasnya.
__ADS_1
"Apa maksud mu? "
"Kamu pikir aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di belakang ku dengan sekretaris mu itu. Kenapa kamu bisa bersenang-senang di luar sana sedangkan aku tidak. "
"Apa yang kamu bicara kan airin, jangan mencari alasan untuk menutupi kesalahan mu. "
"Aku tidak mencari alasan, aku sering melihat kamu jalan berdua dengan nya. Bahkan kalian sering ke luar kota dan tidur satu kamar di hotel. "
"CUKUP, kita bicarakan ini di rumah, aku mau kita pisah. " ucap ilham sambil berbalik hendak meninggalkan mereka. Tapi airin langsung mengejar nya dan berlutut di kakinya.
"Maafkan aku mas, aku gak mau kita pisah." ucap airin sambil menangis. Dika mendekatinya dan menarik airin.
"Airin apa yang kamu lakukan, kamu tidak perlu melakukan ini. " ucap dika yang tidak tahan melihat airin besimpuh kaki ilham.
"Kalian berdua benar-benar menjijikkan. " ucap ilham yang melihat dengan sudut matanya. Ilham menarik kakinya dan meninggalkan airin yang di peluk oleh dika.
*
Sebuah tamparan melayang di wajah airin saat dia telah berada di rumah. Bukan ilham yang melakukan nya tapi bunda.
"Dasar jalang, tidak tahu di untung kamu. Beraninya kamu melakukan ini. " ucap bunda dengan emosi.
"Kenapa semua nya hanya menyalahkan aku, kenapa tidak ada yang menyalahkan mas ilham, aku melakukan ini karena mas ilham yang duluan selingkuh. " ucap airin sambil memegang pipinya yang sakit.
"Apa maksud kamu? " tanya bunda.
"Mas ilham yang duluan selingkuh dengan sekretarisnya mita." ucap airin semakin terisak.
"Berani nya kamu menuduh anak ku untuk menutupi kesalahan mu. " ucap bunda, tangan nya kembali terangkat hendak menampar airin lagi, dengan cepat ilham menahannya.
"Cukup bunda jangan sakiti airin lagi. " ucap ilham.
__ADS_1
"Apa maksudmu, dia pantas mendapatkan ini. Dasar jalang tidak tau di untung. "
"Bunda cukup. " ucap ilham sedikit berteriak.
Bruuk!!
Airin terjatuh ke lantai dan tidak sadarkan diri. Ilham segera mengangkatnya dan membawanya ke rumah sakit.
"Drama apalagi yang dia lakukan saat!" kata bunda.
*
"Apa yang terjadi dengan nya dok? " tanya ilham saat dokter telah selesai memeriksanya dan airin juga telah sadarkan diri.
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan pak, ini biasa terjadi pada ibu yang hamil muda. "
"Apa dok, airin hamil. " tanya ilham tak percaya.
"Iya pak, usia kehamilannya memasuki minggu ke 10. Jaga kesehatan dan tidak boleh stres apalagi shock, karena bisa mengakibatkan keguguran, saya akan memberikan obat penguat kandungan. " ucap dokter meninggal ruangan.
"Mas" ucap airin tersenyum sambil memegang tangan ilham, tapi ilham malah menepis nya dengan kasar.
"Anak siapa itu airin? " tanya ilham penuh penekanan.
"Apa maksud kamu, jelas ini anak kamu. " jawab airin yang mencoba duduk dari pembaringan nya.
"Aku tidak percaya, itu pasti anak selingkuhan kamu itu kan. "
"MAS, aku akui aku emang salah, tapi anak ini anak kamu mas. Aku gak pernah-"
"Cukup airin, aku butuh waktu untuk sendiri." ucap ilham dan berlalu meninggalkan airin sendiri di rumah sakit.
__ADS_1