Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
LELAH


__ADS_3

Episode 51:


Setelah pulang dari kantor, Nadia langsung mendekati Diendra yang sedang duduk di depan teras rumah sambil membaca buku, dia ingin meminta izin untuk ikut keluar bersama Sisil.


" Pa!." Panggil Nadia yang terdengar agak ragu.


Diendra pun membuka kacamata nya dan meletakkan bukunya di atas meja.


" Kenapa nak?." Tanya Diendra dengan lemah lembut.


" Tadi di kantor, teman Nadia ada yang ngajakin Nadia buat nonton konser malam ini. Apa Nadia boleh ikut?." Tanya Nadia dengan was-was.


" Teman kantor kamu, cowok atau cewek?." Tanya Diendra.


" Cewek pa, namanya Sisil." Jelas Nadia.


Diendra nampak berpikir, ia menumpukan kedua tangannya pada dagunya.


Nadia nampak cemas, dia lantas meralat permintaan nya.


" Kalau papa gak ngizinin juga gak pa-pa kok pa!." Ucap nya dengan cepat.


Diendra menatap Nadia dan terkekeh geli.


" Papa gak bilang gak ngizinin kamu pergi." Ucap nya dengan sisa kekehan nya.


" Jadi maksud papa, papa ngizinin Nadia ikut sama Sisil?." Tanya Nadia.


" Ya kenapa enggak!. Seharusnya papa yang senang karena kamu sudah mau membuka diri, dan sudah mau bergaul dengan orang lain." Tutur Diendra senang. Nadia hanya tersenyum singkat menanggapi nya.


" Ya sudah sana!, Kamu kan mau pergi sama temen kamu, ya kamu harus cepat siap-siap sana!." Perintah Diendra. Nadia pun segera menuruti perintah sang mertua. Sebelum bersiap-siap, Nadia terlebih dahulu mengabari Sisil bahwa dia ikut, dengan sangat senang Sisil menerima kabar dari Nadia pun segera berangkat untuk menjemput Nadia di rumah nya.


Selang beberapa menit, Nadia telah selesai dengan ritual nya sebagai seorang wanita, dan begitu pun dengan Sisil, dia yang sudah berada di rumah Diendra, segera mengajak Nadia, tak lupa pula Sisil dan Nadia berpamitan kepada Diendra dan Cetrin.


" Tunggu!." Suara seseorang menghentikan langkah mereka yang akan segera pergi.


Mereka pun menoleh ke sumber suara.


" Kak Andre!, Kenapa kak?." Tanya Nadia. Begitu pun dengan Diendra dan Cetrin yang merasa heran dengan Andre yang tiba-tiba menghentikan Nadia.

__ADS_1


" Mau kemana kamu?." Tanya Andre tiba-tiba, dengan nada ketusnya.


" Mau keluar kak!." Jawab Nadia singkat.


" Gak boleh!." Ucap Andre talak tanpa bantahan.


" Loh kenapa emang?." Kini Cetrin lah yang bertanya dengan heran.


" Mama sama papa lupa, kalau Nadia mengalami sikizofrenia paranoid yang bisa kambuh kapan saja!, Mama sama papa gak takut jika nanti terjadi sesuatu sama Nadia?." Tutur Andre dengan lantang. Diendra dan Cetrin terdiam, ia merasa tertampar dengan ucapan Andre. Apa yang Andre katakan memang benar, tetapi apakah ia tega membiarkan Nadia terus menerus terpuruk dalam kesedihan nya.


Sedangkan Sisil hanya bisa terperangah mendengar penuturan Andre tentang teman baru nya itu.


" Papa yakin tidak akan terjadi sesuatu apapun sama Nadia kalau dia terus have fun." Ucap Diendra menjelaskan.


" Tapi pa,,,,,,,!" Diendra mengangkat telapak tangan nya tanda dia tidak ingin di bantah.


" Nadia, kamu bisa pergi sekarang. Papa akan suruh anak buah papa untuk mengikuti kamu. Untuk berjaga-jaga agar kamu aman." Ucap Diendra dengan nada datar dan dingin. Bila sudah begitu, baik Nadia atau pun Andre hanya bisa menurut saja.


Nadia menurut, dia dan Sisil pun segera pergi.


Di perjalanan, Sisil tak berani bertanya apa-apa tentang yang terjadi tadi di rumah Diendra, dia takut terjadi apa-apa pada teman nya itu jika dia bertanya macam-macam. Dia memilih untuk bercerita yang lucu-lucu saja agar teman baru nya itu terhibur.


" Nad, Lo tunggu di sini dulu ya, gue mau beli tiket mumpung belum antri. " Ucap Sisil. Nadia pun mengangguk, dan dia pun duduk di kursi penonton yang sudah di sediakan. Penonton sudah agak ramai berdatangan, namun Sisil beli juga kembali. Setelah membeli tiket tadi, Sisil sempat menghampiri nya dan memberikan tiket itu kepada Nadia, namun dia pergi lagi setelah itu, katanya dia akan ke toilet sebentar, namun sampai detik ini Sisil belum juga kembali, entah teman nya itu sedang berada di toilet atau tidak. Tiba-tiba Nadia ingin ke toilet, sedangkan Sisil belum juga terlihat batang hidungnya, ia hanya tidak mau membuat teman nya itu khawatir jika tiba-tiba dia tidak ada di tempat nya.


Nadia pun tidak perduli lagi karena dia merasakan sudah tidak kuat menahan nya lagi.


Ia pun bergegas menuju toilet, namun karena tempat itu sudah sangat ramai, anak buah Diendra pun sangat sulit melihat sekeliling nya, hingga membuat nya kehilangan jejak Nadia.


Setelah selesai dari toilet, Nadia akhirnya berpapasan dengan Sisil, dia nampak sedang memegangi perutnya sambil meringis kesakitan.


" Lah Sil, kamu kenapa?." Tanya Nadia khawatir.


" Gak papa Nad, aku cuma sembelit aja, makanya aku lama tadi." Katanya sambil menampakkan barisan gigi nya yang rapi.


" Kamu sih!, Udah tau lagi sakit, tapi nekat ngajakin aku nonton." Omel Nadia.


" Hehehe, gak sakit perut kok, cuma susah pup aja. Tapi tenang!, Udah di tangani dengan baik kok." Nadia hanya beroh ria seraya mengangguk paham.


" Tapi beneran gak papa kan?." Tanya Nadia memastikan sekali lagi.

__ADS_1


" Ya Tuhan gak percayaan banget sih jadi orang. Beneran udah gak papa Nadia Vega!!." Ucap Sisil menekan kan setiap kata nya.


" Ya sudah, ayo kita keluar. Sebentar lagi konser nya akan mulai loh." Beri tahu Nadia.


" Yuk ah cus!."


Namun saat mereka sudah di luar toilet, tiba-tiba mereka menabrak seseorang. Mereka sedikit mendongak untuk memastikan siapa yang mereka tabrak.


Sisil terperangah tak percaya dengan siapa yang dia lihat, matanya berbinar.


Dia menutup mulutnya yang ternganga dengan kedua telapak tangannya.


Sedangkan di sisi lain, Nadia dan pria yang di tabrak nya, meneguk sliva nya dengan susah payah. Tenggorokan nya terasa tercekat. Air mata mereka mulai luruh satu sama lain, sedangkan Nadia juga merasa kepalanya berputar-putar, tubuhnya mulai gemetar. Ingatan-ingatan masa lalunya bersama Daniel seakan di putar kembali bak kaset kusut.


" Sa_sayang!!." Ucap Daniel dengan suara yang hampir tak terdengar.


Mendengar kata sayang dari mulut idola nya, membuat Sisil kembali di buat terkejut. Pasalnya dia tahu siapa yang di panggil sayang oleh Daniel, terbukti dari pandangan nya yang mengarah pada Nadia saja.


" Sayang??." Ambigu Sisil. Dia menatap Nadia dan Daniel secara bergantian, seolah meminta penjelasan tentang apa yang dia dengar.


Nadia memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit. Pikiran-pikiran itu terus saja berputar di kepala nya seolah enggan untuk pergi.


" Sayang kamu kenapa??." Daniel mulai panik, dia mencoba meraih tubuh istri nya itu, namun di tepis oleh Nadia.


" PERGI,,,,,!! ENGGAK,,,,,!!. Kendalikan diri mu NADIA,,,,,,, ini cuma halusinasi!!!" Nadia histeris dan meracau tidak jelas. Daniel dan Sisil semakin di buat khawatir dengan keadaan Nadia yang terlihat memprihatinkan.


Daniel masih berusaha untuk meraih tubuh Nadia meski mendapat berkali-kali penolakan oleh sang empu.


Namun kali ini Nadia agak sedikit melemah, dan Daniel pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia meraih tubuh istri nya dan menenggelamkan nya di dalam pelukannya.


Sisil hanya bisa di buat tercengang sekaligus bingung dengan pemandangan di depan mata nya.


" Enggak,,,,,!! dia udah pergi untuk selamanya Nadia!, Kamu cuma halusinasi lagi. Sadar Nadia, sadar!!." Nadia kembali meracau di dalam pelukan Daniel, namun dengan suara yang melemah.


" Enggak sayang,,,, aku gak pergi ninggalin kamu. Aku masih hidup. Kamu gak halusinasi sayang!." Daniel semakin membenamkan tubuh Nadia ke dalam pelukannya. Rindu yang membuncah seakan tak bisa ia bendung lagi, rasa haru sekaligus sedih bercampur menjadi satu.


" Kamu udah pergi,,,,,, hiks,,,, hiks,,,, ini cuma halusinasi, jangan ganggu pikiran ku lagi!!." Suara Nadia mulai melemah, beriringan dengan tubuh nya yang lunglai, dia tak sadarkan diri di dalam pelukan Daniel.


Daniel semakin di buat panik, dia berusaha membangun Nadia dengan memanggil nama nya serta sesekali mengguncang tubuh istri nya itu.

__ADS_1


Namun mata nya terpejam dengan erat. Nadia lelah, ia ingin istirahat sejenak dari kehidupan yang selalu membuat nya merasa sedih, kehilangan, marah dan lelah menjadi satu dalam diri nya.


__ADS_2