Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
Episode 26


__ADS_3

Dengan langkah gontai airin memasuki ruang UGD, air mata tak henti-hentinya mengalir di pipi mulus itu. Dokter bilang bu sarah sudah sadar, tapi hanya satu orang yang boleh masuk. Airin tak sanggup melihat alat medis yang terpasang di tubuh ibu, air mata itu semakin deras mengalir.


"Jangan menangis,? ucap bu sarah serak.


"Ibu" ucap airin memeluk ibunya.


"Sudah, ibu tidak apa -apa. Maafkan ibu yang tidak bisa menjaga restoran kita. "


"Ini bukan salah ibu. "


"Airin kamu harus bisa menjadi istri yang baik untuk suamimu. Hanya dia satu-satunya keluarga yang kamu miliki. "


"Apa maksud ibu. "


"Airin, tidak selamanya ibu berada di dekat mu, ada saatnya ibu akan pergi dan kamu harus bisa jaga diri baik-baik."


"Ibu jangan bicara seperti itu. "


"Mau kah kamu janji satu hal sama ibu. "


"Apa itu bu? "


"Putuskan hubungan mu dengan dika. "


"Ibu, tau"

__ADS_1


"Ya. Ibu mohon berjanjilah atau ibu tidak akan tenang. Mulai lah dari awal dengan suami mu, cintai dia dan berbakti lah kepada nya, karena surga seorang istri ada pada suami. " suara bu sarah semakin serak. Airin hanya menundukkan kepalanya mendengar ucapan ibunya. Tiba-tiba bu sarah kejang-kejang. Airin panik dan berlari keluar memanggil dokter.


"Sebaiknya mbak tunggu di luar. " ucap perawatan yang melihat airin mengikuti dokter masuk.


"Tapi ibu saya -"


"Sayang tenangkan dirimu, biarkan mereka melakukan tugas nya. " ucap ilham memegang bahu airin. Disana juga ada ayah dan bunda.


Hampir setengah jam menunggu, akhirnya dokter keluar dengan wajah menyesal.


"Bagaimana keadaan ibu saya dok. " tanya airin. Dokter itu menggeleng kan kepalanya.


"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tuhan berkehendak lain. Bu sarah sudah meninggal dunia. "


Airin menangis histeris, dia tidak menyangka ibunya akan pergi secepat ini. Ayah dan bunda yang melihat nya ikut menangis.


Jenazah bu sarah telah di bawa ke rumah nya. Orang-orang mulai berdatangan. Disana juga ada siska dan dika. Airin masih menangis di dalam pelukan ilham di samping jenazah ibunya. Dika yang melihat nya jadi cemburu ,tapi apalah daya dia bukan siapa-siapa.


Jenazah bu sarah telah di makamkan di samping makam ayah airin. Orang-orang mulai meninggalkan pemakaman, tapi airin masih belum mau beranjak dari sana. Dika yang melihat nya ingin sekali memeluk nya untuk memberikan ketenangan, tapi sudah ada ilham disana.


"Sayang ayo kita pulang. " ucap ilham kepada airin.


"Aku masih mau disini mas. "


"Ayah bunda kalian pulang duluan aja aku mau nemanin airin"

__ADS_1


"Ya udah, airin kamu yang sabar ya. Kamu gak sendiri masih ada kami disini. " ucap bunda sambil mengusap kepalanya.


"Iya bunda. " jawab airin.


"Sayang sebaiknya kita pulang, nanti kamu bisa sakit. " ucap ilham.


"Seperti nya ilham sangat mencintai airin, tapi kenapa dia bisa selingkuh dan menghianati airin. " gumam dika dalam hati .


"Dika ayo kita pergi, seperti nya airin butuh waktu untuk sendiri. " ucap siska mengagetkan dika yang masih memperhatikan airin, tapi tak sedikit pun airin melihat ke arah nya.


"Mas airin kami pulang dulu ya. " ucap siska.


"Iya makasih ya udah nemanin airin. " jawab ilham sedangkan airin hanya mengangguk tampa melihat. "Dia siapa siska? "


"Owh ini sahabat kami dari smp mas, namanya dika. "


"Kok mas gak pernah liat. "


"Iya dia baru pulang mas, dia lama di london. "


"Owh begitu. Kenalkan saya ilham suaminya airin. " ucap ilham sambil menjulurkan tangannya.


"Saya dika. " jawab dika singkat. "Ya udah kami pergi dulu. Airin kami pulang ya. " ucap dika berharap airin melihat nya, tapi airin tetap saja menundukkan kepalanya membuat dika tak mengerti.


"Mas aku mau ke rumah ibu. " ucap airin setelah dika dan siska pergi.

__ADS_1


"Ya udah mas temanin ya. "


__ADS_2