Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
Episode 7


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu pun tlah tiba. Airin tampak masih berdandan di dalam kamarnya yang di temani oleh siska.


"Rin gimana perasaan lo.?" tanya siska penasaran.


"Biasa aja." jawab airin santai.


"Masak sih. Lo gak gugup gitu."


"Lebay deh lo. Gue biasa aja. Gue kan cuma duduk aja."


"Ya sih, tapi se nggak nya lo nerves dikit lah. Kayak pengantin pada umumnya."


"Lo nya aja yang lebay." ucap airin sewot.


Tok,, tok ,, tok ,,,


"Masuk." teriak airin.


"Kamu udah siap nak?" tanya bu sarah.


"Udah bu." jawab airin.


"Ayo, mereka sudah datang Dan menunggu mu."


"Iya bu". airin berjalan di apit oleh siska dan ibunya.


Mata ilham tak berkedip barang sedetik pun melihat airin yang berjalan mendekatinya.


"Akan segera menjadi milik mu nak." ucap pak ahmad yang memperhatikannya dari tadi. Ilham tersenyum karna malu yang tertangkap basah oleh ayahnya.


Airin telah duduk disamping kiri ilham. Ilham berjabat tangan dengan penghulu dan memulai ijab kabulnya. Tidak butuh waktu lama, hanya sekali saja ilham mengucapkannya lansung di sah kan para saksi. Kedua orang tua mereka tampak senang dan bahagia. Begitu pun dengan ilham dia sangat bahagia saat airin mencium punggung tangannya. Ilham juga mencium kening airin dengan lembut.


***


Alangkah bahagianya di saat malam pertama oleh pasangan suami istri yang baru menikah. Tapi tidak dengan airin. Dia tampak ketakutan saat berada di dalam kamarnya. Karna dia belum siap melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri.


Airin tampak gugup saat duduk dengan ilham yang kini telah menjadi suaminya di tepi ranjang. Ilham yang mengerti dengan yang di rasakan istrinya lansung meraih tangan airin dan menggenggamnya untuk memberi ketenangan.


"Maaf mas aku mau mandi dulu." ucap airin. Dengan cepat dia menarik tangannya dan berlari menuju kamar mandi.

__ADS_1


Hampir 30 menit airin di kamar mandi tapi belum keluar juga. Bahkan bunyi air pun tak terdengar sama sekali di dalam sana. Ilham yang merasa cemas lansung mengetuk pintu.


"Airin kamu gak apa apa.?" ucap ilham dengan cemas. Tapi tidak ada suara dari dalam membuat ilham harus mengetuk pintu berkali-kali.


Airin keluar dengan baju pengantin yang masih utuh di badannya.


"Kamu belum jadi mandi?." tanya ilham heran. Karna sudah setengah jam dia di dalam kamar mandi tapi tidak melakukan apa apa.


"...." tidak ada jawaban. Airin hanya menggeleng kan kepalanya.


"Ada apa?"


"Aku tidak bisa membuka baju ku." ucap airin dengan pelan sambil membalikkan badannya. Ilham menahan tawanya agar tidak meledak dengan kelakuan airin.


"Mau aku bantu.?" tanya ilham yang berusaha keras agar tidak tertawa saat airin menganggukkan kepalanya. kenapa harus nunggu setengah jam di kamar mandi hanya untuk minta tolong membukakan bajunya. Toh mereka sudah muhrim.


Ilham membuka satu per satu kancing baju airin sampai kebawah. Ilham menelan ludahnya melihat punggung mulus airin , dan pinggang yang sangat ramping, benar-benar pemandangan yang sangat indah. Reflek ilham mengelus pungung yang putih itu membuat airin kaget saat tangan ilham mulai turun ke pinggang dan melingkarkan tangannya disana. Ilham mencium tekuk airin yang bebas tampa sehelai rambut disana, karna rambutnya masih di sanggul ke atas. Dengan cepat airin berlari menuju kamar mandi meninggalkan suaminya yang sudah tidak tahan karna mr.P nya sudah menegang.


Satu jam kemudian..


"Dasar bodoh, aku lupa membawa handuk dan baju ganti. Gimana ini mungkin dia sudah tidur." gumam airin. Airin mengintip keluar untuk melihat suaminya. Tapi nasib tidak berpihak kepadanya. Ilham melihat airin mengeluarkan kepalanya dari kamar mandi.


"Ada apa." tanya ilham.


"Owh.." jawab ilham yang tidak beranjak dari duduknya.


"Kok owhh,, tolong ambilin." ucap airin kesal.


"Kalau minta tolong itu yang lembut."


"Hufhh.(menghembuskan nafas dengan kasar) Mas alan. tolong ambilin aku handuk mas." ucap airin dengan lembut. Ilham tersenyum dan berdiri mengambilkan handuk untuk airin.


"Tutup mata mu." ucap airin yang sudah selesai memakai handuk dan hendak keluar dari kamar mandi. Ilham menuruti dan memejam kan matanya. Dengan cepat airin mendorong ilham masuk ke kamar mandi.


"cepat mandi sana aku mau ganti baju."


"Tapi aku gak bawa handuk." ucap ilham di dalam kamar mandi. Dengan cepat airin mengambil handuk di dalam lemari dan memberikannya kepada ilham. Ilham senyum-senyum sendiri melihat kelakuan airin.


"Nanti juga aku akan melihat semuanya." gumam ilham dalam hati.

__ADS_1


Setelah selesai mengganti baju, airin duduk di tepi ranjang sambil mengeringkan rambutnya. Tidak lama pintu kamar mandi terbuka. Ilham keluar dengan menggunakan handuk di pinggangnya. Airin menelan ludah melihat ilham yang telanjang dada. Otot-otot perutnya membuat orang ingin memegang siapa pun yang melihat.


"Kamu liat apa.? tanya ilham. Airin terkejut karna ilham melihatnya yang sedang menatap dada telanjang nya.


" Kamu gak bisa ya ganti baju di dalam kamar mandi." jawab airin mengalihkan pembicaraan.


"Emangnya kenapa.? Lagian aku gak bawa baju ganti kamu pinjamin aku baju."


"Apa? kamu mau pakai piyama wanita." ucap airin setengah meledek. Ilham terdiam sembari membayangkan dia memakai piama wanita.


"Ahhk gak gak. Aku gk mau." ucap ilham karna geli membayangkannya. Airin tertawa melihat tingkah ilham sedangkan ilham tersenyum melihat airin tertawa.


" Kamu kalau tertawa lebih cantik ternyata." ucap ilham. Airin lansung diam dan berjalan menuju lemari mengambil baju kaos oblong dan celana pendek. Sebenarnya itu punya dika yang sempat tertinggal dulu di rumahnya.


"Pakai ini." airin memberikan pakaian itu kepada ilham. Ilham memperhatikan baju itu.


"Ini kan baju cowok. Kok ada baju cowok di lemari kamu.?" Tanya ilham curiga.


"Udah pakai aja. Ribet amat sih lo."


"Apa kamu bilang.?"


"Mas ilham cepat pakai bajunya nanti kamu masuk angin." ucap airin dengan lembut kemudian dia membalikan badannya membelakangi ilham.


"Udah." ucap ilham yang sudah selesai ganti baju. Airin membalikan badannya.


Deg...


Jantung airin berdetak dengan cepat melihat ilham memakai pakaian dika. Sosok yang selama ini yang di rindukannya tiba-tiba ada di hadapannya. Reflek airin lansung memeluknya dan tampa terasa air matanya jatuh tampa pamit.


"Hiks , , . Jangan tinggalkan aku hiks..." ucap airin segugukan di dalam pelukan laki-laki itu yang telah membalas pelukannya.


"Airin ada apa? Aku tak akan meninggalkanmu." ucap ilham mengelus punggung nya. Mendengar suara ilham airin lansung membuka matanya dan melepaskan pelukannya.


"Maaf mas, aku kecapeaan. Aku istirahat dulu." ucap airin menghapus air matanya dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Ada apa dengannya." gumam ilham. Lalu dia menyusul airin untuk tidur di ranjang , Karna dia juga capek dan butuh istirahat.


"Maaf ya mas. Kamar ku kecil dan tempat tidurku sempit. Kamu pasti gak nyaman tidur disini." ucap airin yang setengah berbaring.

__ADS_1


"Gak apa apa kok. Bagus kalau tempat tidurnya sempit jadi aku bisa lebih dekat sama kamu." ucap ilham kegirangan.


"Apaan sih, jangan macam-macam ya. Aku masih sekolah, aku gak mau hamil." ucap airin ketus dan mengambil bantal guling lalu meletakkannya di tengah-tengah mereka. Katanya pembatas irak dan iran agar tidak perang.


__ADS_2