Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
ADA APA DENGAN NADIA?


__ADS_3

Part 57:


Setelah sampai di depan rumah Sisil, Daniel dan Nadia pun menekan bel. Tak menunggu lama, pintu pun terbuka dan menampakkan seorang wanita muda, siapa lagi kalau bukan si pemilik rumah.


" Hey kalian akhirnya sampai juga ku rumah ku." Ucap Sisil girang.


" Iya, kita ke sini juga mau minta tolong sama kamu." Kata Daniel. Tiba-tiba Nadia menyikut perut Daniel, ia merasa tidak enak kepada Sisil karena Daniel mengatakan seperti itu.


" Minta tolong? Jadi kalian ke sini karena ada maunya aja?" Kata Sisil merasa tersinggung.


" En_ngak gitu kok Sil, kita kesini juga mau berkunjung ke rumah kamu kok." Jelas Nadia meralat ucap Daniel tadi.


" Oooo,,,,,, kirain." Jawab Sisil acuh.


" Ehemmm,,,,,, kita mau bicara di sini aja atau di dalam?" Sindir Daniel.


" Eh oh iya, sangking asiknya ngobrol jadi lupa nyuruh masuk. Ayo masuk!" Ajak Sisil, mereka bertiga pun masuk dan Sisil mempersilahkan Nadia dan Daniel duduk.


" Kalian mau minum apa?" Tanya Sisil.


" Cuacanya agak panas, minum yang dingin-dingin enak kali ya." Ucap Daniel. Nadia merasa tidak enak hati kepada Sisil karena sikap ngelunjak Daniel.


" Eh Sil gak usah di dengerin, dia emang rada ngelunjak orang nya. Lagian gak usah repot-repot lah!" Ucap Nadia.


" Enggak repot kok, santai aja!" Sisil pun lantas pergi ke dapur untuk mengambilkan minuman untuk tamunya itu. Dan tak lama dia membawa tiga gelas jus jeruk dingin, dan memberikan nya pada Nadia dan Daniel.


" Wih ada tamu nih." Ucap seorang pria yang tiba-tiba muncul.


" Jonathan, Lo ngapain ke sini?" Tanya Sisil.


" Tadi rencananya gue mau keluar, mau beli seblak, eh gak taunya ada tamu cantik jelita di sini." Ucap Jonathan. Ia tak segan memberi kedipan mata pada Nadia, sontak saja hal itu membuat Daniel membulatkan matanya karena marah.


Karena merasa tak enak dengan tingkah sepupunya itu, Sisil lantas memperingati Jonathan dengan cara menyikut tangan Jonathan, namun hal itu tidak di perduli kan oleh Jonathan.


Ia lantas mendekati Nadia dengan senyum genit nya.


" E buset dah, gue di kacangan." Gumam Sisil.


" Waw! You are so beautiful."


" Makasih." Jawab Nadia.

__ADS_1


" What is your name?" Daniel benar-benar sudah di buat kesal oleh Jonathan yang sedari tadi menggoda istrinya dan tidak memandang dirinya sebagai seorang suami dari Nadia


Daniel pun menarik Nadia ke belakang punggungnya untuk menyembunyikan Nadia dari pandangan Jonathan.


" Hey bro, kok gitu sih? Kan gue mau kenalan sama dia." Protes Jonathan merasa tak terima.


" Kenalan noh sama dinding!" Ketus Daniel.


" Gimana sih, gue kan sebagai tuan rumah kalau ada tamu ya gue ajak kenalan lah, Kok Lo gak boleh sih bro?" Protes Jonathan pada Daniel.


" Kenalan ya kenalan aja, gak usah pakai memuji segala." Tegas Daniel.


" Lagian Lo siapa nya dia sih? Lo temen nya kan?" Tanya Jonathan.


" Jo udah deh Jo, gak usah bikin keributan!" Cegah Sisil yang merasa tidak enak dengan suasana itu.


" Gue gak bikin keributan Sil, gue cuma ngajak dia kenalan doang, gak lebih." Sanggah Jonathan.


" Emang dia siapa sih Sil?" Tanya Daniel.


" Maaf ya kak, dia itu sepupu aku yang baru pulang dari USA, dia liburan ke sini, dia emang begitu kak, kalau ngajak kenalan cewek selalu manis, mungkin kebiasaan nya di sana kali ya." Jelas Sisil sambil nyengir, menutupi rasa malunya karena ulah sepupunya itu.


" Sayang udah ah, malu tau." Ucap Nadia menengahi. Daniel tak menjawab, namun ia menuruti istrinya dan tak lagi mengomel.


" What? She is your wife?" Jonathan nampak terkejut mengetahuinya nya.


" Iya Jo, ini namanya Nadia, Nadia ini istrinya kak Daniel. Lo kalau dengar cerita mereka, gue yakin bakalan terharu deh." Jelas Sisil.


" Cerita?" Beo Jonathan. Sisil lantas mengangguk semangat.


" Cerita apa?"


" Nih gue ceritain ya! Gimana, boleh kan kalau aku cerita sama dia?" Tanya Sisil meminta izin kepada sang pemilik cerita.


Nadia dan Daniel pun saling pandang, sebelum akhirnya sama-sama mengangguk.


Lantas Sisil pun menceritakan semua kisah cinta Daniel dan Nadia kepada Jonathan. Jonathan nampak serius dan terharu mendengar cerita Sisil, ia juga merasa prihatin dengan hubungan Daniel dan Nadia, dengan cobaan yang belum ada ujungnya.


Setelah beberapa lama saling berbincang, mereka nampak saling akrab, begitu pun dengan Daniel dan Jonathan yang semula saling adu mulut, kini nampak bertukar tawa.


Tak lama setelah itu Daniel pamit pulang ke villa nya dan dia juga telah mengutarakan niatnya untuk meminta tolong kepada Sisil untuk mengantarkan Nadia pulang ke rumah nya.

__ADS_1


Tak hanya Sisil yang mengantar Nadia pulang, namun Jonathan pun ikut serta untuk mengawal para wanita-wanita itu.


Jonathan pun dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Nadia, dan hal itu di lihat oleh Andre yang sudah menunggu kedatangan Nadia di depan rumah. Ia nampak tak suka melihat Nadia di antar oleh pria lain, tentu karena dia masih memiliki perasaan kepada Nadia, bahkan dia berharap suatu saat nanti Nadia akan menikah dengan nya.


" Silahkan tuan putri!" Ucap Jonathan sambil membukakan pintu mobil dengan gaya bak seorang pengawal kerajaan yang mempersilahkan putri mahkota nya, ia memang sengaja memanas-manasi Andre. Dia telah mendengar semua kisah Nadia dan Daniel dari Sisil tadi, termasuk cerita Andre yang jahat kepada sepasang suami istri itu.


" Terimakasih kak Jo!" Balas Nadia. Jonathan pun tersenyum manis kepada Nadia, membuat Andre semakin terbakar api cemburu. Dia lantas menghampiri mereka berdua, sebab Sisil hanya menunggu di dalam mobil.


" Nadia, masuk!" Perintah Andre dengan nada tegas.


" Kak Andre, gimana keadaan mama kak, apa mama udah bangun?" Tanya Nadia yang tidak menggubris perintah Andre.


" Kakak bilang masuk Nadia!" Ucap nya tanpa bantahan, Andre juga meninggikan suaranya satu oktaf dari sebelumnya, membuat Nadia menciut seketika mendengarnya.


" Iya kak." Nadia pun masuk tanpa berkata apa-apa lagi.


" Hati-hati ya honey!" Ucap Jonathan sengaja, ia juga melirik ke arah Andre dengan senyum smirk nya.


Andre menatap tajam kepada Jonathan, tak perduli dengan tatapan mematikan dari Andre, Jonathan pun masuk ke dalam mobil tanpa mengucap sepatah kata pun untuk Andre. Ia merasa puas karena sudah membuat Andre kebakaran jenggot karena nya.


Sebulan telah berlalu, soal pingsan nya Cetrin, ia hanya kelelahan karena selalu lembur dan bekerja. Sedangkan Nadia selalu beralasan kepada Diendra dan Cetrin akan pergi atau menginap di rumah Sisil hanya agar bisa bertemu dengan Daniel, meskipun terkadang selalu mendapat kekangan dari Andre, namun Nadia selalu meminta pembelaan diri Diendra dan Cetrin, dan mereka pun selalu membela Nadia hingga membuat Andre tak dapat berkutik jika sudah begitu.


" Nadia, sini sayang! Mama udah siapin makanan kesukaan kamu." Ucap Cetrin saat Nadia sudah keluar dari kamar nya. Pagi ini mereka sarapan bersama karena hari ini adalah hari libur.


Nadia lantas menarik kursi nya dan duduk di samping Andre.


" Emang sejak kapan mama bisa masak?" Tanya Andre yang sebenarnya bertujuan untuk mengejek.


" Bukan masakan mama, mama minta bik Lila masakin buat Nadia, puas!!" Ucap Cetrin merasa kesal, sedangkan Andre tertawa puas karena berhasil membuat mama nya jengkel.


" Loh sayang, kok kamu kelihatan nya lemes banget, kamu sakit?" Tanya Cetrin karena melihat menantu nya itu nampak uring-uringan dan tak bersemangat.


" Gak tau ma, kepala Nadia rasanya pusing, dan badan ku juga terasa pegal-pegal." Keluh Nadia.


" Kamu masuk angin kali Nad?" Tambah Andre.


" Gak tau juga kak."


" Ya udah, mending sekarang kamu makan dulu, abis itu baru minum obat ya!" Titah Cetrin pada Nadia. Nadia hanya mengangguk lesu, lalu mulai memakan makanan nya. Baru dua suapan, perut nya terasa mual dan tak sanggup lagi melanjutkan makan nya. Nadia lantas berlari ke Westlife dan memuntahkan makanan yang baru ia makan tadi.


" Hueeeeek,,,,,,,. Hueeeeek!!!" Cetrin dan Andre pun panik, Cetrin lantas menghampiri Nadia dan membantu nya untuk memijat tengkuk Nadia.

__ADS_1


__ADS_2