Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
ISU TENTANG NADIA


__ADS_3

Part 44:


Hingga sesampainya di kampus pun mereka masih tetap tak ada yang bersuara, mereka terjebak dalam pikiran masing-masing.


Nadia berpikir untuk memberikan ketenangan dulu kepada Avi, sedangkan Avi dengan rasa bersalah nya kepada Nadia yang tak kunjung selesai.


" Nanti jam sembilan jemput kita lagi ya mang." Ucap Nadia kepada supir saat sudah keluar dari mobil.


" Siap non, laksanakan!." Ucap sang supir dengan semangat, dia meletakkan tangan nya di kepala, seperti orang sedang hormat. Nadia pun tersenyum dengan tingkah supir yang biasa di panggil mang Rudi tersebut.


" Mamang bisa aja." Ucap Nadia dengan di iringi kekehan.


" Ya udah mang, saya dan Avi masuk dulu ya ke dalam." Pamit Nadia.


" Iya non, hati hati."


" Iya, makasih ya mang." Tanpa menunggu jawaban dari mang Rudi, Nadia dan Avi langsung masuk, karena mereka takut terlambat, apa lagi hari ini jam pelajaran Bu Santi, si dosen killer.


" Vi Lo gak papa kan?." Tanya Nadia saat mereka berjalan di koridor kampus.


" Gue gak papa kok Nad. Gue masih ngerasa gak enak aja sama Lo, gue takut Lo marah sama gue." Jawab nya sendu.


" Ya ampun Vi, Lo dari tadi mikir gue marah sama Lo, jadi Lo diem terus dari tadi?." Tanya Nadia tak habis pikir. Avi pun mengangguk dengan raut wajah polos nya.


" Kalau gue mau marah sama Lo, udah gue lakuin dari dulu, semenjak Lo salah faham sama gue. Tapi gue gak ngelakuin itu, karena apa?, Karena gue sayang sama Lo Vi. Lo itu sahabat terunik, terbaik, terbawal, pokoknya semua ter yang pernah ada, mana mungkin gue bisa marah sama Lo." Jelas Nadia dengan penuh penekanan pada setiap kata.


" Oooooh,..... Lo emang sahabat gue yang paling baik deh. Terluv luv aku padamu." Ucap Avi terharu, dia memeluk sahabatnya itu dengan haru.


" Ishhh,,, lepas, lebay amat Lo." Gerutu Nadia. Avi pun memanyunkan bibirnya karena tak terima dengan perlakuan Nadia yang melepaskan pelukannya dan malah kesal pada nya.


Sebenarnya Nadia juga merasa sangat terharu, hanya saja dia tak mau Avi terlalu terbawa perasaan dan akibatnya Avi tak se random dulu.

__ADS_1


" Ihhh tega banget sih Lo Nad." Rajuk Avi.


" Biarin." Jawab Avi ketus.


" Ish Lo kebiasaan deh. Tapi gak papa, gue, temen Lo yang baik ini akan selalu memaafkan semuaaaa kesalahan Lo." Ucap nya dengan merentangkan kedua tangannya untuk kata 'semua'.


" Tapi Lo traktir gue bakso ya." Rengek nya sambil bergelayut di lengan Nadia.


" Nah kan, elo tuh yang kebiasaan


Bilang aja kalau Lo lapar." Ejek Nadia.


" Hehehe Lo tau aja kalau gue lagi lapar."


" Huuu dasar Lo!." Kata Nadia menoyor kepala Avi, sedang kan yang di toyor malah cengengesan.


Mereka pun berjalan menuju kantin kampus dengan bersenda gurau. Namun ada yang membuat mereka merasa aneh, tidak biasa nya mereka di tatap sedemikian rupa oleh para mahasiswa/i. Tatapan mereka mengisyaratkan kebencian dan ejekan kepada mereka, khusus nya Nadia. Sungguh Nadia di buat bingung oleh nya, sebenarnya kesalahan apa yang ia berbuat, sehingga mereka menatap nya seolah tak suka kepada nya.


" Ada apa sih Nad, kita terlalu cantik ya sampai di tatap kaya gitu?." Bisik Avi merasa tak enak dengan tatapan mereka yang seolah mengintrogasi.


" Eh liat tuh, gue semakin gak nyangka ya, ternyata itu alasan mereka menikah. Gue jadi kasian sama pangeran kampus kita." Ucap salah satu siswi yang seperti nya dengan sengaja mengeraskan suara agar Nadia mendengar nya.


" Siapa yang mereka maksud? Dan siapa yang mereka maksud dengan pangeran kampus?. Sebenarnya apa lagi ini Tuhan?." Batin Nadia mengeluh.


Seakan tak bosan-bosannya cobaan yang datang padanya dengan silih berganti, baru saja ia mencoba mengikhlaskan kepergian sang ibu, kini dia kembali di uji dengan ejekan yang dia sendiri tak tahu apa penyebab nya.


" Iya ya. Tuh kan apa kata gue, kelihatan dari luarnya aja baik, tapi ternyata kayak gitu cara dia dapatin simpati pangeran kampus kita. Benar benar memalukan." Timpal yang lain yang tak kalah julid.


" Huhh gue jadi kasian sama mereka berdua, karena harus di pisahkan hanya karena perempuan penggoda ini." Tambah yang lain, ia berbicara dengan sorot mata yang mengarah pada Nadia.


Nadia hanya bisa diam sekaligus bingung dengan tuduhan mereka semua.

__ADS_1


" Mereka ngomongin siapa sih Nad? Kok mereka seolah mengarah ke elo sih." Ucap Avi penasaran.


" Kalau ngomongin gue kan gak mungkin, secara gue juga anak baru di sini." Heran Avi.


" Udah gak usah di tanggepin, palingan mereka lagi nonton Drakor, makanya jadi heboh sendiri." Ucap Nadia berpikir positif. Namun pada dasarnya, ia tak bisa membohongi hati nya. Dia tetap merasa terluka dengan tuduhan tuduhan itu, meskipun dia sendiri belum tahu pasti apa yang terjadi.


" Nad, Lo ikut gue sekarang, ada yang harus Lo ketahui, tapi jangan di sini." Ucap Ronal yang muncul secara tiba-tiba entah dari mana asal nya, dia nampak terengah-engah seperti habis berlarian.


" Lo dari mana? Kok ngos ngos an gitu sih?, Abis maraton Lo?." Tuding Avi dengan rentetan pertanyaan.


" Udah, nanti aja gue jelasin nya, sekarang kita cari tempat sepi." Ajak Ronal pada mereka berdua. Nadia tak menyahut, dia mengikuti langkah kedua temannya itu sambil melirik pada para mahasiswa yang menatap nya dengan tatapan mencemooh sejak kedatangan Ronal tadi.


" Coba sekarang Lo cek grup kampus." Titah Ronal.


" Yeee kalau gitu kenapa gak dari tadi Lo suruh, ngapain jauh jauh ke sini kalau cuma buat buka grup doang. Dasar somplak!." Gerutu Avi saat mereka sudah sampai di perpustakaan yang terlihat sedang sepi.


" Udah buka aja dulu, jangan banyak protes." Ucap Ronal tanpa bantahan.


Mereka berdua pun menurut saja dan segera membuka grup yang di perintahkan Ronal tadi. Dan betapa terkejutnya mereka dengan sebuah berita yang sedang viral di grup kampus saat ini.


" Wah ni apaan nih?. ' Hay guys, kalian tahu gak, mahasiswi cantik yang bernama Nadia Vega itu menikah dengan Daniel Atala itu karena apa?, Karena di jodohkan loh. Orang tua Nadia sendiri memohon kepada orang tua Daniel untuk meminta menikah kan putri nya dengan Daniel, dan Daniel sendiri terpaksa menikah dengan Nadia, karena dia tidak mencintai Nadia, karena ada gadis lain yang Daniel cinta sejak dulu sebelum dia mengenal Nadia'." Kata Avi sambil membaca kan isi cerita tersebut.


" Keterlaluan banget nih orang, bahkan di sini ada komentar, ' kayaknya Nadia deh yang udah nyuruh ibu nya buat memohon sama orang tua nya Daniel. Pasti dia juga udah goda Daniel sampai sampai Daniel gak tahan dan lebih milih menjauh'." Geram Avi.


" ' Dasar cewek penggoda emang, gue juga pernah liat dia deket sama Ronal waktu di kantin waktu itu'." Imbuh yang lain, begitu lah isi dari komentar komentar itu.


" Wah gak bisa di biarin nih Nad, mereka udah keterlaluan, nuduh elo tanpa bukti." Avi sudah sangat geram dengan tingkah para siswa yang seenaknya itu.


" Akun ini punya Riani, Lo emang kenal sama dia?, Atau Lo pernah punya masalah sama dia?." Tanya Ronal yang langsung di beri gelengan oleh Nadia.


" Kalau dia nyebarin lewat grup kampus, berarti dia juga kuliah di sini dong." Imbuh Ronal lagi yang kali ini di angguki oleh Avi dan Nadia.

__ADS_1


Sungguh tega orang yang menyebarkan informasi bohong ini, padahal Nadia tidak pernah merasa punya musuh ataupun berbuat masalah pada orang lain, tapi kenapa dia yang harus di sudut kan dalam hal ini?, Dan hubungan nya dengan Daniel bukan karena keterpaksaan, mereka saling mencintai. Malahan ibu Nadia pernah tidak merestui hubungan mereka waktu itu.


Nadia hanya bisa menghela nafas pasrah dengan cobaan yang kembali menerpa nya itu. Dia mengusap wajahnya sendiri dengan air mata yang tak dapat ia bendung lagi.


__ADS_2