
Di kantin sekolah menjadi ramai setelah kedatangan Erlyn. Setelah menghadapi para penggemar nya, dia mulai duduk di bangku yang peling pojok. Karena lebih sepi dari yang lain.
"Gila Lyn, banyak banget sih penggemarmu? Kalau lo debut jadi artis, Mungkin fans lo bisa sampai ujung Atlantik sana" ucap Sasha sambil mengipas-ngipasi lehernya yang gerah.
"Iya ya. Gue aja juga bingung, padahal selama ini gue tuh udah berusaha jadi low profile. Tapi setelah tampil tadi, gue jadi gak bisa low profile lagi" Keluh Erlyn yang kini menidurkan kepalanya di atas meja.
"Sabar ya Lyn" ucap Sasha sambil mengelus Kepala Erlyn dan tertawa.
"Hai Lyn! apa kabar?" sapa seorang cowok yang tidak lain adalah Gio.
"Eh, elo. Hmm, lo siapa ya?" tanya Erlyn sambil nyengir karena dia tak mengingat nama Gio.
"Hust, Lyn! Lo gimana sih, ini tuh Gio ketua eskul seni. Bahkan dia tadi jadi juri lomba, masa lo gak tau sih" ucap Sasha mengingatkan Erlyn.
"Ohh" cetus Erlyn yang menyembunyikan wajahnya di atas meja. Membuat Sasha dan Gio menaikan alisnya karena bingung.
"Hmm, gue boleh duduk di sini gak?" tanya Gio sopan.
"Bole…" Ucapan Sasha terpotong oleh Erlyn.
"Enggak!" ucap Erlyn yang kini menaikan pandangan matanya ke arah Gio.
"Ehh! maaf ya Gio" ucap Sasha enggak enak hati. "Erlyn!! apa-apa an sih lo. Jangan gak sopan gitu dong!" ucap Sasha sambil mencubit lengan Erlyn.
"Aw! kenapa sih Sa!" jerit Erlyn kesakitan. "Bukanya enggak sopan, gue cuma mau yang aman aja. Lagian,tadi kan lo sendiri yang ingetin gue. Dia itu juri. Karena gue peserta, gue harus jaga jarak dengan dia. Supaya enggak ada kesalahan pahaman!" ucap Erlyn tegas dengan menunjuk Gio menggunakan sudut matanya.
Sasha dan Gio makin kaget dengan pernyataan Erlyn. Mereka berdua hanya saling menatap satu sama lain, dan berakhir menatap Erlyn.
"Bener juga yang di kata Erlyn, maaf ya Gio. Mungkin hari lain aja baru bisa makan bareng kita" ucap Sasha sambil menggaruk Kepala nya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Iya udah deh, gak apa-apa. Gue cabut dulu" ucap Gio sambil menatap Erlyn yang sama sekali tidak menghiraukanya, dia pun pergi.
Beberapa saat kemudian, makanan yang mereka pesan sudah tersaji dan siap di santap. Tiba-tiba ada dua orang yang menghampiri nya dengan membawa nampan makan mereka sendiri.
"Sa! Gue sama Berlyn boleh Join sama kalian gak?" seru Beni sontak mengaggetkan Erlyn yang sedang fokus makan.
"uhuuk…huuk…" Erlyn terbatuk kemudian segera meminum minuman nya, Membuat Sasha, Beni dan Berlyn menatap nya dengan intens.
"Aduh Lyn. Kalau makan yang bener dong" ucap Sasha yang mengelus pundak Erlyn. "Kalau lo mau makan di sini silahkan, tapi Berlyn enggak boleh" ucap Sasha yang masih menenangkan Erlyn yang kesedak, membuat Erlyn, Berlyn dan Beni menatap nya dengan heran.
"Kenapa?" (ucap Erlyn, Berlyn dan Beni serempak)
"Ehh! kok lo ikut-ikutan tanya kenapa sih Lyn. Kan lo tadi juga enggak ngebolehin Gio buat makan bareng kita karena dia juri. Katanya lo takut ada kesalah pahaman, secara Berlyn juga juri jadi maaf ya" ucap Sasha menjelaskan.
"Ehh! Gue tadi bilang gitu?" tanya Erlyn sambil menunjuk dirinya sendiri. "Ahaha,lo salah denger kali Sa. Gak masalah kok, kalian duduk aja di sini. Lagian juga gak ada bangku kosong lagi" ucap Erlyn dengan senyum canggung nya.
"Ya udah kita duduk ya" ucap Beni yang kemudian duduk di ikuti oleh Berlyn.
"Udah lo fokus makan aja nih kentang!" ketus Erlyn sambil menyuapkan kentang goreng ke mulut Sasha.
***
"Sial!! Kenapa Berlyn mesti duduk sama Erlyn sih" gerutu Meli yang menyaksikan Berlyn dari sudut yang lain.
"Udah deh Mell! Habis ini cuma lo sama dia yang maen di final. Bikin dia malu aja, lagian enggak ada yang bisa ngalahin lo dalam uji bakat" Ucap Vera sahabat Meli.
"Lo bener Ver, Lihat aja nanti. Bakal gue bikin dia gak berani lagi buat naik ke atas panggung" ketus Meli dengan sombongnya.
***
__ADS_1
"Oiya Ben. Thanks ya udah minjemin gue gitar tadi" ucap Erlyn sembari mengembalikan gitarnya.
"Eh, sebenarnya ini gitar bukan punya gue. Ini punya Berlyn, kebetulan kemarin gue pinjem" ucap Beni Cengingisan.
"Ohh, ini punya lo ya Lyn? Makasih ya" ucap Erlyn dengan senyuman yang paling manis, sembari mengulurkan gitarnya.
"Buat lo aja, gue kemarin udah beli yang baru" ucap Berlyn tanpa mengubah raut wajahnya.
"Ehh!… ya udah kalau gitu. Makasih" ucap Erlyn dengan tersenyum pahit.
"Lo mau nambah lagi gak Lyn?" Tanya Sasha kepada Erlyn.
"Enggak" Ucap Erlyn dan Berlyn serempak.
Mereka berempat saling menatap satu sama lain, hingga.
"Puft…ahahahaha!" Beni tertawa terpingkal-pingkal yang kemudian di ikuti oleh Sasha.
"Hahaha, kok gue baru nyadar ya. Kalau ternyata nama panggilan kalian tuh, ujungnya sama. Hahahah" ucap Sasha tak kuasa menahan tawa.
"Iya, asli lucu banget bre! Sasha nawarin si Erlyn, tapi lo juga ikutan ngejawab hahaha" sambung Beni terpingkal dan memukul pundak Berlyn karena tak kuasa menahan tawa.
Erlyn hanya bisa tersenyum menahan tawa melihat ekspresi Berlyn yang memerah karena malu.
*
*
*
__ADS_1
*
Nantikan episode selanjutnya ya 😘