Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Penolakan yang ke 99


__ADS_3

Karena Erlyn berlarian tanpa sengaja dia menabrak seseorang dari balik tikungan.


Bruaaak…


"Woi!! siapa sih yang ngehalangin jalan gue!! Kalo jalan pake mata dong!! lagi buru-buru juga!!" Teriak Erlyn, mengibaskan rok nya yg berdebu.


"Ssht…jaga ucapan lo. Lo nabrak Kak Leo" Ucap Sasha sambil menutup mulut Erlyn, karena Sasha melihat mereka menabrak Leo yang tidak lain Ketua OSIS di sana.


"Lo gak pa pa?" tanya Leo sambil mengulurkan tanganya yang kemudian di raih oleh Erlyn.


"Iyaa, gak kenapa-kenapa. Maaf ya kak" ucap Erlyn dengan senyum merasa bersalah.


"Kalian mau kemana?" tanya Leo


"Kita mau daftar pemilihan puteri sekolah kak" ucap Sasha.


"Ohh, kalau gitu kalian ikut gue aja. Sekarang daftarnya pindah ke ruang osis" ucap Leo.


"Ohh, ya udah kalau gitu. Kita kesana aja!! Daa kak!!" Ucap Erlyn langsung menarik tangan Sasha.


"Eh, Lyn! kenapa buru-buru si. Kak Leo ngajak bareng tuh!" Teriak Sasha gelagapan karena di tarik Erlyn lagi.


Shhht…Ckit…Bruaak


Erlyn berhenti mendadak dan akhirnya Sasha menabrak punggung Erlyn.


"Woi!! Lyn, kalo berhenti bilang dulu dong!" Gerutu Sasha bangkit setelah terjatuh. "Lo ngelihat apa sih kok sampai gak berkedip kayak gitu?" tanya Sasha menyelidik.


"Lihat tuh! ini cewek ke 99 yang nembak Berlyn" ucap Erlyn lesu menatap Berlyn di ujung lorong.


"Berlyn gue suka sama lo, lo mau gak nerima cinta gue?" tanya seorang gadis kepada Berlyn.


"Enggak bisa" ucap Berlyn singkat, langsung meninggalkan tempat itu.


"Ya elah. Satu cewek lagi yang nangis gegara Berlyn" Ucap Sasha kepada Erlyn.


"Ya udah lah. Lo kan tau sendiri sikap dingin Berlyn. Karna itu pula gue gak pernah berani buat ungkapin perasaan gue ke Dia" ucap Erlyn sambil berjalan perlahan.


"Terus? Lo mau nyimpen perasaan lo kayak gini sampai kapan?" tanya Sasha yang kini merangkul pundak Erlyn.


"Ya enggak tau lah Sa, liat aja nanti" jawab Erlyn lalu melanjutkan perjalanan mereka.

__ADS_1


***


(Di ruang OSIS)


"Loh Ben! Lo jadi panitia pemilihan ya?" Tanya Sasha pada orang yang duduk di bangku pendaftaran.


"Eh, rupanya Sasha. Iya nih, biasa di suruh anak kesayangan Kepsek" jawab orang itu.


"Siapa Sa? Lo kenal sama dia?" tanya Erlyn.


"Ini Lyn, namanya Beni. Dulu waktu SD pernah ketemu di perlombaan,gak tau nya ketemu lagi pas MOS dulu." ucap Sasha kepada Erlyn."Tau gak, dia tuh temen sebangku nya Berlyn lo" Bisik Sasha membuat Erlyn membulat kan matanya.


"Lo mau daftar jadi puteri sekolah juga ya Sa?" tanya Beni


"Eh!! mana ada, lo ngejek gue ya. Gue kesini tuh mau nganterin perwakilan Kelas gue. Nih lo catet namanya Abella Erlynandar" ucap Sasha sembari memberikan kartu pelajar Erlyn kepada Beni.


"Ohh…bentar ya gue catet dulu, tunggu aja di situ nanti gue kasih nomer lombanya"ucap Beni sambil menunjukan tempat duduk dengan matanya.


"Oke Deh" ucap Sasha, lalu mengajak Erlyn duduk.


"Ehh Sa! kok kartu pelajar gue bisa ada di lo sih?" tanya Erlyn menyelidik. "Jangan bilang lo pakek buat minjem buku di perpustakaan lagi ya!" Ketus Erlyn mengerutkan alisnya.


"hehe, biasa lah. Kartu gue ketinggalan di rumah, tapi lo tenang aja gue gak bakal ngilangin bukunya kok" Jelas Sasha tersenyum pahit.


"Iya iya, santai aja kali" ucap Sasha menenangkan.


Beberapa saat kemudian…


"Nah, nomer lomba kalian"ucap Beni yang menghampiri Erlyn juga Sasha.


"Terima kasih ya" ucap Erlyn


"Oke sama-sama" balas Beni


Mereka pun berjalan keluar ruangan. Di tengah perjalanan menuju kelas, langkah mereka terhenti di tengah lapangan. Seorang kakak kelas berdiri di depan Erlyn dengan wajah merahnya. Erlyn tidak tahu kenapa dia di hadang di sana, semua mata tertuju kepadanya begitu pula Berlyn. Erlyn juga melihat Berlyn yang duduk di bangku depan kelasnya sedang menatap ke arah Erlyn.


"Hmm, maaf kak. Kita mau lewat" ucap Sasha gelagapan dan juga takut.


"Kalau lo mau pergi ya sana. Tapi gue mau ada perlu sama temen lo sebentar" ucap kakak kelas itu yang tidak lain Doni si kapten Basket.


"Ada perlu apa ya?langsung aja, gak usah bertele-tele" ucap Erlyn tak sabar karena kepanasan.

__ADS_1


"Hmm, jadi gini Lyn. Gue suka sama lo, lo mau gak jadi pacar gue?" tanya Doni, spontan membuat keramaian di sana.


"wow!!! Terima aja Lyn"


"Bener Lyn Terima aja!!"


Teriak orang-orang memenuhi seisi lapangan, membuat Erlyn merasa malu.


"Maaf ya kak, gue mesti jawab 'enggak' " ucap Erlyn tanpa ragu. Menghentikan keriuhan yang ada.


"Erlyn! kamu gak perlu jawab sekarang juga gak masalah. Kamu pikirin lagi aja dulu, gue bener suka sama lo" Ucap Doni sambil memegang tangan Erlyn.


"Eh, jangan pegang-pegang dong" Erlyn menarik tanganya. "Gue udah bilang gak mau, jadi jangan maksa. Udah yok Sa kita balik ke kelas" ucap Erlyn langsung menarik tangan Sasha pergi.


"Tunggu Lyn!! setidaknya kasih alesan ke gue kenapa lo nolak gue!!" teriak Doni menghentikan langkah Erlyn.


Erlyn berbalik menghadap ke arah Doni…" mau tau alesannya?" tanya Erlyn serius


"Iya, gue pengen tau!!"jawab Doni antusias.


Erlyn dan Sasha saling menatap dan mengode dengan mata.


"Karena mau ikut pemilihan puteri sekolah!!" teriak Erlyn dan Sasha bersama. Mereka pun berlari sambil terkekeh lalu meninggalkan Doni sendirian di lapangan.


Seluruh siswa yang menontonnya hanya tertawa, Sedangkan Doni masih bingung dengan alesan yang di berikan Erlyn.


"Lah, kenapa gitu?Emang apa hubungannya jadi pacar gue sama ikut pemilihan puteri sekolah?" ucap Doni bingung. Hingga seseorang dari belakang menghampiri nya.


"Nah bro! lo baca brosur pendaftaran ini aja biar ngerti" ucap orang itu dengan menahan tawa.


"Emang kenapa sih?" ucap Doni yang masih bingung, kemudian membaca brosur itu. "Syarat pendaftaran yang pertama Harus Jomblo" Gumam Doni yang membaca brosur itu, sontak kedua matanya membulat.


"Gila!!… B*ngs*t!! siapa yang bikin Syarat perlombaan kayak gini!! Ini pemilihan puteri sekolah atau ajang pencarian jodoh!!…" teriak Doni menggema di seluruh lapangan.


"hahahaha"


Semua orang hanya semakin tak kuasa menahan tawa melihat Doni seperti itu. Begitu pula Berlyn juga tersenyum menyaksikan peristiwa itu. Sedangkan Beni yang membuat Brosur hanya tertawa hingga berguling-guling karena tak bisa menahan tawa nya. Erlyn yang memang populer di sekolah, sudah tidak kaget lagi dengan pengakuan cinta seperti itu. Karena itu sudah terjadi untuk yang ke sekian kali nya.


*


*

__ADS_1


*


Jangan lupa memberikan dukungan berupa like ya 👍


__ADS_2