Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Ciuman tak langsung


__ADS_3

Erlyn dan Berlyn telah sampai di ruang musik, begitu pula Beni dan Sasha yang menyusul di belakang mereka.


"Hmm, Lyn. Kenapa lampunya mati?" tanya Sasha di dekat telinga Erlyn.


"Ahh!…Ya ampun Sa. Berapa kali gue bilang, kalau lo mau ngomong gak usah deket-deket. Kaget tau gak!" cetus Erlyn sambil mengusap dadanya.


"Ya maap Lyn" ucap Sasha lalu memundurkan Kepala nya.


"Bentar, gue idupin dulu lampunya" ucap Erlyn kemudian menyalakan senter HP nya.


Erlyn mulai berjalan meraba-raba sekitar menuju saklar lampu. Beni dan Sasha sedang asyik mengobrol di depan pintu. Tanpa sadar Berlyn mengikuti di belakang Erlyn.


Cklak…Lampu menyala. Erlyn pun membalikan badanya.


"Nah kan sekarang ter…" Erlyn tak melanjutkan ucapanya, dia terkejut karena wajah Berlyn tepat berada di depan nya sesaat ketika ia membalikan badanya. Deg…deg…deg, detak jantung Erlyn menjadi tak karuan. Jarak wajahnya dan wajah Berlyn hanya berjarak beberapa Centi. Begitu pula Berlyn, ia tak bisa berhenti menatap mata Erlyn yang indah.


"Eheem!! udah selesai apa belom tatap-tatapnya?" ucap Sasha menyindir membuyarkan lamunan Erlyn dan Berlyn.


"Ehh…apa sih Sa" ucap Erlyn mengalihkan perhatian, lalu meletakkan bawaannya ke meja.


"Ini ruang musik lo Lyn?" tanya Beni sambil melihat sekeliling nya. Begitu pula Berlyn yang menjuruskan matanya kesegala arah.


"Iyaa, emang kenapa?" tanya Erlyn sambil membuka camilanya.


"Pink?" ucap Berlyn menatap Erlyn secara intens. Beni dan Sasha yang bingung mulai menatap Berlyn.


"Kenapa?" tanya Erlyn bingung.


"Enggak apa-apa kok. Lucu aja gitu lihatnya" ucap Berlyn lalu meletakkan minuman yang dia bawa kemudian duduk.


"Iya lo Lyn. Gue rasa ini juga lucu hahaha. Lihat aja deh! Drum nya Pink, Piano juga pink, Mikrofon juga pink. Bahkan nih stik game juga pink!!, keren!!" seru Beni menilai se isi ruangan.


"Ya udah sih. Ini kan rumahnya Erlyn, suka-suka dia dong mau bikin desain yang kayak gimana" ucap Sasha


"BTW, di sini alat musik nya lengkap banget. Tapi kok enggak ada gitar ya?" tanya Beni lagi. Sedangkan Berlyn sudah mulai menghidupkan PS di depannya.


"Itu gue juga bingung Ben! selama ini gue sering kesini, gue juga tau Erlyn enggak pernah maen gitar. Bahkan dia juga gak punya gitar disini. Tapi tadi dia bisa maen gitar di panggung, asli gue juga penasaran kok Erlyn bisa gini" ucap Sasha yang di benarkan oleh Beni. Sedangkan Berlyn sudah masuk ke dalam game nya.

__ADS_1


"Hmm, sebenernya gue dari dulu udah bisa maen gitar Sa. Cuma gitar gue masih di rumah besar, jadi gue gak pernah maen gitar lagi sejak pindah kesini" ucap Erlyn menjelaskan sambil menonton permainan Berlyn.


"Ohh, gitu" ucap Beni dan Sasha serentak.


"Lo gimana sih Lyn!! harusnya tadi mundur dulu selangkah baru nembak. Ya elah!! baru 2 menit udah mati 5 kali, gimana sih!!" teriak Erlyn yang geram melihat Berlyn mati berulang kali.


"Woi Lyn!! Lo kok udah maen aja sih. Ajak-ajak kita dong!" teriak Beni yang kemudian melemparkan bantal sofa ke arah Berlyn.


"Aish, kan kalah lagi. Kalian sih berisik!" seru Berlyn yang kemudian melemparkan stik game nya. Lalu meneguk cola di meja.


"Ehh!! Lyn! Lo liat-liat dong kalau minum. Itu minuman gue tau!!" teriak Erlyn ke Berlyn karena meminum cola yang sudah dia minum setengah nya. Muka Erlyn memerah, karena berdasarkan novel yang pernah dia baca. Meminum minuman yang berada di wadah yang sama, secara tidak langsung mereka telah berciuman.


"Kenapa lo gak bilang!" seru Berlyn yang kemudian menaruh kaleng cola nya kembali.


"Ya udah deh. Kalian lanjutin dulu maenya" ucap Erlyn yang lalu berdiri.


"Lo mau kemana?" tanya Sasha pada Erlyn. Beni dan Berlyn juga menatap Erlyn menunggu jawabannya.


"Mau ambil Ice Cream" ucap Erlyn terkekeh.


"Ohh gitu, gue juga mau dong. Rasa stroberi ya!" ucap Sasha


"Enggak usah deh. Kita para cowok enggak suka Ice cream" Ucap Beni sombong.


"Gue rasa coklat ya" ucap Berlyn yang matanya masih fokus ke game.


"Huuh…kata siapa cowok gak suka Ice cream, Berlyn mau tuh!!" teriak Sasha sambil menonyor kening Beni dengan telunjuknya.


"Aw!! Lo kenapa sih Sa. Gue kan juga gak tau kalau ternyata Berlyn mau makan Ice cream juga" gerutu Beni sambil mengusap keningnya yang sakit.


"Ya udah…gue ambil sekarang" ucap Erlyn lalu pergi keluar.


"Lo gak mau maen juga Ben?" tanya Sasha yang melihat Beni terduduk diam sambil makan keripik.


"Enggak ah. Gue kalau maen sama Berlyn selalu kalah" ucap Beni tetap makan keripik nya.


"Maen drum aja gih! biar gak sepi-sepi banget gitu" ucap Sasha sambil merebut keripik di tangan Beni lalu memakannya.

__ADS_1


"Boleh tuh. Lo dengerin ya" ucap Beni yang kemudian berjalan menuju Drum.


Akhirnya Beni mulai memainkan Drum nya, sedangkan Sasha hanya sibuk menonton Berlyn yang sedang bermain game. Hingga tepat di saat Beni menyelesaikan lagunya …


Jduarrr… "Aaaaa!!…" suara teriakkan terdengar dari arah dapur.


"Ehh! Erlyn kenapa tuh!" Seru Sasha yang kemudian berdiri.


"Kenapa kalian diem aja!! Ayo kita lihat ke dapur!" ajak Berlyn yang dengan segera berlari ke dapur dan kemudian di ikuti Beni dan Sasha.


Ketika mereka telah sampai di ruang tamu, mereka melihat Erlyn yang berjalan sambil membawa nampan berisi Ice cream.


"Kalian kenapa lari-larian di rumah?" tanya Erlyn karena bingung melihat teman-teman nya yang menghampiri nya dengan nafas tersenggal senggal.


"Lo kenapa Lyn!" Teriak Sasha yang langsung mengamati Erlyn dari atas kebawah, dan juga depan belakang.


"Gue baik-baik aja kok. Kalian kenapa sih?" tanya Erlyn semakin bingung.


"Lo tuh yang kenapa? Kenapa lo teriak-teriak di dapur!!" tanya Berlyn dengan tatapan seriusnya.


"Hmm, tadi ya" Erlyn menggaruk lehernya yang tidak gatal. "Tadi ada petir, gue cuma kaget kok. Jadi spontan teriak deh" ucap Erlyn Cengingisan.


"Huuh, untung aja lo gak kenapa-kenapa. Bikin kita jantungan aja lo!!" cetus Beni.


"Ya maaf. Gue minta maaf pakai Ice cream deh!" seru Erlyn yang menyulurkan nampannya kedepan.


Semua orang saling menatap satu sama lain, dan kemudian


"ahahaha!…bisa aja sih lo!" cetus Beni tak kuasa menahan tawanya, begitu pula Berlyn dan Sasha juga tertawa mendengar Erlyn yang meminta maaf dengan Ice cream seperti anak kecil.


*


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa beri dukungan nya ya 👍


__ADS_2