
"Teman-teman semuanya!! silahkan masuk ke dalam Bus!! dan jangan lupa masukan koper ke dalam bagasi!! karena sebentar lagi kita akan segera berangkat!!" suara ketua angkatan mengumpulkan para siswa.
"Sa!! Erlyn kemana sih kok belum dateng!" teriak Berlyn yang duduk di belakang Sasha dan Beni.
"Tadi pas gue telpon katanya masih di jalan. Palingan bentar lagi juga nyampe" ucap Sasha sambil memainkan HP nya.
"Sabar aja Lyn…Yang penting lo sisain tempat duduk buat dia" sambung Beni yang sedang bermain game.
"Iya udah deh" ucap Berlyn pelan.
"Berlyn!!…Gue duduk di samping lo ya!" teriak Via yang tiba-tiba lari dan duduk di samping Berlyn.
"Apa-apaan sih lo! minggir dong! Berlyn tuh mau duduk sama gue!" Teriak Meli yang datang langsung menarik Via berdiri.
"Meli!! apaan sih lo…kan gue dulu yang dateng!" teriak Via tidak terima.
"Lo berdua ngapain ha?!" bentak Berlyn menghentikan pertikaian Via dan Meli.
Via dan Meli yang mendengar teriakan Berlyn, langsung diam ketakutan sambil berbalik memandang Berlyn.
"Iya lho…kalian kan anak Fakultas Seni, ngapain bikin ribut di sini!" cetus Sasha sewot.
"Yang boleh duduk di samping Berlyn tuh cuma gue!" cetus Sella yang tiba-tiba datang menyerobot tempat duduk di samping Berlyn.
"Sella!…kok lo ada di sini!" teriak Via kaget melihat Sella.
"Emangnya kenapa? Emang cuma lo yang bisa ngejar cintanya Berlyn, gue juga bisa!" Cetus Sella yang kini berdiri sambil mendorong Via dengan telunjuk nya.
"Pak!! Ini ada anak fakultas seni yang nyasar kesini!" teriak Sella melaporkan Via dan Meli ke dosen.
"Ehh!…kalian ngapain disini! cepet ke Bus kalian, sudah di cariin itu!" teriak Dosen ke Via dan Meli.
"Iyaa pak!" seru Meli yang kini berjalan keluar.
Via berjalan sambil menggetarkan giginya melihat Sella yang dulu sahabat nya, kini memusuhi nya. Sedangkan Berlyn kini berdiri dan berjalan menghampiri Erlyn yang baru datang dan duduk di bangku depan.
"Berlyn! kok lo malah pindah ke sana sih!" teriak Sella yang melihat Berlyn menghampiri Erlyn.
Berlyn tidak menghiraukan Sella, dan langsung menyapa Erlyn.
"Erlyn! kenapa lo lama banget sih!" seru Berlyn ke Erlyn.
"Tadi gue bangun kesiangan dan kejebak macet" ucap Erlyn berbohong ke Berlyn. "Sebenernya tadi gue udah bangun pagi banget. Tapi karena mau kamping selama seminggu jadi harus mampir ke perusahaan dulu buat nyelesain kerjaan yang penting dulu" gumam Erlyn di dalam hati.
"Ohh gitu. Kamu mau cemilan gak?!" tanya Berlyn sambil menunjukkan satu kantong berisi jajanan penuh.
Erlyn hanya membulatkan kedua matanya melihat sikap Berlyn yang dari kemarin sudah aneh.
"Eheem…udah ada cewek…lupa sama temen deh!" cetus Beni menyela pembicaraan Berlyn dan Erlyn.
Berlyn hanya tersenyum dengan lelucon Beni, begitu pula Erlyn dan Sasha.
__ADS_1
"Ehh!…Erlyn tuh bukan ceweknya Berlyn! cuma gua yang bisa jadi ceweknya Berlyn!" teriak Sella smabil menendang kursi Beni.
"Apaan sih lo! udah jelas Berlyn lebih milih duduk sama Erlyn ketimbang lo! gak usah terlalu PD deh lo!" teriak Beni ke Sella.
"Bener tuh! Hati Berlyn udah pasti buat Erlyn. Teman-teman lihat nih! ada cewek yang super duper memprihatinkan. Udah tau si cowok gak suka dia! tapi masih aja ngejar-ngejar kayak orang gila!" teriak Sasha dengan suara lantang hingga terdengar jelas di dalam Bus.
Semua orang yang di sana tertawa mendengar perkataan Sasha. Sedangkan Sella hanya menggertakan giginya .Karena dia tahu jika dia membalas ucapan Sasha, semua orang akan tahu kalau cewek yang di maksud Sasha adalah Sella. Dan itu akan membuat dia tambah di permalukan.
"Geser ke samping lo!" pinta Doni yang baru datang dan menghampiri Sella.
"Kenapa sih lo! cari tempat lain aja sana!" teriak Sella menolak permintaan Doni.
"Udah gak ada tempat lagi" ucap Doni ke Sella.
"Ya udah lo berdiri aja" cetus Sella yang terus menolak.
Doni sudah tidak tahan dengan sikap Sella. Ia langsung berjalan melangkahi kaki Sella untuk menuju kursi di samping nya.
"Aw!! Apa-apaan sih lo. Tas lo nyerempet muka gue sakit nih!" teriak Sella sambil mengusap-usap wajahnya.
"Suruh geser aja susah banget" gerutu Doni yang sudah duduk di samping Sella.
Perjalanan mereka memakan waktu kurang lebih 8 jam. Dan kini hari sudah malam, dan mereka baru akan sampai sekitar satu kilometer lagi.
"Ngantuk ya" cetus Berlyn yang melihat mata Erlyn mulai sayu.
"Enggak!" ucap Erlyn sambil membenarkan posisi duduknya.
"Beneran gue gak ngantuk" cetus Erlyn yang mencoba menarik kepalanya namun di tahan oleh tangan Berlyn.
"Udah…lo tidur aja! Gue juga ngantuk" ucap Berlyn yang kini menindih kepala Erlyn dengan kepalanya.
Erlyn hanya diam tak bisa memberontak karena kepalanya di tindih oleh Berlyn. Akhirnya Erlyn pun terlelap di bahu Berlyn hingga mereka telah sampai di tempat kamping.
"Erlyn bangun!" seru Berlyn sambil mencubit pipi Erlyn.
"Hmm…Nanti ma…Erlyn masih ngantuk" ucap Erlyn yang mengigau sambil memeluk Berlyn.
Berlyn hanya terdiam melihat Erlyn memeluk nya dengan erat.
"Kasian banget sih lo…pasti lagi ngimpi sama ibu kamu ya" gumam Berlyn sambil mengelus rambut Erlyn.
"Lyn!…ayo turun. Udah di tungguin di bawah tuh!" seru Beni dari pintu Bus.
"Iyaa bentar!" teriak Berlyn ke Beni membuat Erlyn terbangun karena terkejut.
"Hmm…udah sampai ya" ucap Erlyn sambil merenggangkan tanganya ke atas.
"Iya udah sampai. Di luar dingin banget, pakai jaket dulu" ucap Berlyn sambil mengenakan jaketnya.
"Iyaa…" ucap Erlyn sambil mengeluarkan jaket dari tas nya.
__ADS_1
"Kok yang ini? yang kemarin mana?!" tanya Berlyn yang melihat Erlyn mengeluarkan jaket yang tidak sama dengannya.
"Ada di dalem" ucap Erlyn santai.
"Ya pakai dong! sini gue cariin!" cetus Berlyn sambil mengobrak abrik tas Erlyn.
"Apa-apaan sih lo. Sini gue cari sendiri! Lo yang nyari malah ancur nih tas!" cetus Erlyn merebut tas nya kembali.
"Iya maaf" ucap Berlyn merasa bersalah.
"Nih udah gue pakai. Ayo turun!" cetus Erlyn langsung berdiri.
"Awas!" teriak Berlyn sambil menaruh tangannya ke atas kepala Erlyn yang hampir terbentur.
Duk…suara benturan di langit-langit Bus.
"Ehh! tangan lo sakit gak!" seru Erlyn sambil menarik tangan Berlyn yang terbentur.
"Enggak kok" ucap Berlyn sambil tersenyum melihat Erlyn yang mengkhawatirkan nya.
"Hmm…ya udah ayo turun" ucap Erlyn canggung karena di tatap oleh Berlyn.
Mereka pun turun dari Bus, Berlyn turun terlebih dahulu dan mengulurkan tangannya untuk membantu Erlyn turun. Sella dan Doni sontak membulatkan kedua matanya yang melihat Berlyn dan Erlyn turun mengenakan jaket Couple.
"Erlyn! Lo apa-apaan sih! Kenapa lo bisa makek jaket yang sama kayak Berlyn!" teriak Sella yang menghampiri Erlyn.
"Ya…gue di paksa sama Berlyn" ucap Erlyn sengaja menyombongkan diri.
"Alah!…gue gak percaya! Pokoknya lo harus lepasin jaket itu!" teriak Sella sambil menarik-narik jaket Erlyn.
"Apaan sih lo! lepasin tangan lo! Ahh!…" teriak Erlyn yang terdorong oleh Sella hingga menabrak badan Bus.
"Erlyn!" teriak Berlyn dan Doni bersamaan.
"Erlyn lo gak apa-apa kan!" teriak Berlyn sambil membantu Erlyn berdiri.
"Iya gue baik-baik aja kok" ucap Erlyn menahan sakit.
"Lo apa-apaan sih! Kalau Erlyn sampai kenapa-kenapa gimana?!" teriak Doni menghakimi Sella.
"Gue gak sengaja! Kenapa lo jadi nyalahin gue sih!" teriak Sella membela diri.
"Erlyn lo kenapa!" teriak Sasha berlari menghampiri Erlyn karena melihat Erlyn di papah oleh Berlyn.
"Cuma jatoh! Gue baik-baik aja kok" ucap Erlyn ke Sasha.
"Lo pegangin dulu ya" ucap Berlyn menyerahkan Erlyn ke Sasha. Lalu berjalan menghampiri Sella.
"Gue peringatin lo untuk yang terakhir kalinya. Berhenti ngikutin gue, dan berhenti gangguin Erlyn!" Bentak Berlyn ke Sella dengan wajah dinginnya.
"Tapi kan gue…" Sella mengentikan ucapannya karena melihat tatapan Berlyn yang begitu tajam.
__ADS_1
Berlyn mengantar Erlyn menuju kamarnya. Karena hari sudah malam, mereka menginap di penginapan terlebih dahulu sebelum membangun tenda.