
Di depan gerbang sekolah, sebuah mobil telah menunggu Erlyn.Di sana keluar lah seorang laki-laki.
"Selamat siang Nona,pakaian dan masker anda sudah siap di dalam mobil. Klien sudah menunggu anda di tempat perjamuan" ucap laki-laki itu kepada Erlyn, sambil membuka kan pintu mobil.
"Baiklah ayo berangkat!" ucap Erlyn yang sudah di dalam mobil.
Laki-laki itu mulai memasang penutup di seluruh sisi tempat Erlyn duduk. Erlyn mulai mengganti pakaian nya menjadi pakaian formal, tak lupa Erlyn memakai masker berwarna hitam untuk menutupi wajahnya.
Fiuh…Erlyn menghela nafasnya setelah selesai berganti pakaian.
"Andai wanita itu tidak datang saat itu, mungkin ibu… masih hidup sampai sekarang. Dan gue enggak perlu pindah sekolah untuk mengambil alih perusahaan kakek dalam usia muda seperti ini" keluh Erlyn dalam hati.
"Tapi kali ini, karena Erlyn sudah pulang. Jangan harap kalian bisa hidup tenang" ucap Erlyn menunjukkan senyum sinisnya.
"Dewa! Segera kirimkan perincian tentang klien kita kali ini!" perintah Erlyn kepada Asisten nya.
"Baik nona!" ucap Asisten nya itu.
Keesokan paginya, Erlyn masih tertidur pulas di kamarnya setelah menghadiri rapat sampai malam dan kebetulan hari minggu,jadinya Erlyn tidak perlu bangun pagi. Saat ini Erlyn tinggal bersama Kakak perempuan nya dan Iparnya karena masih belum sempat untuk mencari rumah baru.
Tok…tok…tok…suara pintu kamar Erlyn di ketuk.
"Erlyn…bangun! ada temen kamu yang nyariin tuh!" teriak Kakaknya Erlyn yang bernama Dewi.
"Pasti Sasha! suruh masuk aja kak…pintunya gak di kunci!" teriak Erlyn dengan suara khas bangun tidur.
Kak Dewi pergi ke ruang tamu untuk menyuruh mereka masuk. Berlyn mendengar pembicaraan Erlyn dan Sasha di kelas kemarin, sehingga dia memaksa Sasha untuk mengizinkan nya ikut bersama mereka untuk jalan-jalan di akhir pekan. Dan sudah pasti Beni juga ikut bersama Berlyn.
"Sa! Erlyn masih belum ngapa-ngapain. Katanya suruh masuk aja" ucap Kak Dewi dengan santai.
"Lah…kalau gue sih gak masalah masuk ke kamar Erlyn. Tapi masa mereka juga di ajak?" cetus Sasha sambil menunjuk Berlyn dan Beni dengan sudut matanya.
"Ehh…iya juga ya" ucap Kak Dewi sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Kita berdua nunggu di sini aja!" ucap Berlyn canggung.
"Iya…kita di sini aja" ucap Beni menambahi.
"Ya udah gue ke dalem dulu ya" ucap Sasha langsung berlari ke kamar Erlyn.
"Kalian nunggu di sini aja ya, kakak buatin minuman dulu" ucap Kak Dewi yang langsung menuju dapur.
"Berlyn! apa ini rumah besarnya Erlyn?" tanya Beni ke Berlyn.
"Kalau di lihat dari foto-foto di sini sih, spertinya bukan. Mungkin ini rumah kakaknya" jawab Berlyn sambil melihat sekeliling.
"Kalian nanti mau kemana?" tanya Kak Dewi sambil menyuguhkan minuman.
"Hehe…kalau kami para cowok sih cuma ikut kemana tuh cewek-cewek pergi" jawab Beni cengingisan.
"Ohh…gitu ya! Bagus deh, sering-sering ajak Erlyn keluar buat main malah bagus. Kasian dia, selama di luar negeri enggak punya teman. Setiap hari minggu ya gini, kerjaannya tidur sampai siang" ucap Kak Dewi tanpa henti.
Berlyn dan Beni hanya mendengarkan cerita Kak Dewi, kadang mereka juga tertawa mendengar cerita nya.
Tak…tak…tak…suara langkah kaki menuruni tangga. Ternyata itu Erlyn dan Sasha, Berlyn menatap Erlyn dengan intens. Kak Dewi yang melihat tatapan Berlyn, mulai mengerti akan isi hati Berlyn.
"Kak Dewi pasti ceritain aku yang aneh-aneh ke temen-temen kan!" seru Erlyn yang berjalan ke arah mereka.
"Enggak kok…Udah kalian pada main sana! Pulang maleman juga gak masalah!" seru Kak Dewi sambil menggoda Erlyn.
"Yee…apaan pulang maleman. Emang kita anak alay yang keluyuran enggak jelas!" cetus Erlyn yang langsung berjalan keluar rumah.
"Jagain adik kakak ya!" ucap Kak Dewi sambil menepuk bahu Berlyn.
"Ehh!…Iyaa kak pasti" jawab Berlyn malu-malu.
__ADS_1
"Tenang aja kak!Kalau ada Sasha, Erlyn akan tetap aman" cetus Sasha menyombongkan diri.
"Iya…iya Percaya deh! Ya udah sana, Hati-hati ya!" ucap Kak Dewi kepada mereka.
Berlyn, Beni dan Sasha berjalan menyusul Erlyn yang sudah menunggu di teras.
"Kita mau kemana nih?" tanya Beni setelah mereka masuk ke Mobil.
"Lo mau kemana Lyn!" tanya Berlyn ke Erlyn.
"Ikut kalian aja" jawab Erlyn singkat.
"Gimana kalau kita pergi ke Mall aja!" ucap Sasha bersemangat.
"Boleh aja…Hoa" jawab Erlyn sambil menguap karena masih ngantuk.
"Lo masih ngantuk Lyn?" tanya Berlyn lagi.
"Iyaa nih…masih pagi udah nguap terus. Tidur jam berapa sih lo semalem" tanya Sasha ke Erlyn.
"Enggak tau…intinya gue masih ngantuk. Kita ke Mall aja biar gue bisa cuci mata" ucap Erlyn mengalihkan pertanyaan Sasha.
"Ya udah kita ke Mall aja" ucap Beni menambahi.
"Kalau lo masih ngantuk tidur aja dulu, nanti kalau udah sampai kita bangunin" ucap Berlyn yang saat ini sudah menjalankan mobilnya.
"Iyaa Lyn. Sini kepala lo, sandarin ke bahu gue aja" ucap Sasha sambil menempelkan kepala Erlyn ke bahunya.
"Uhh…makasih ya!" ucap Sasha singkat lalu memejamkan matanya.
Mereka mengemudi sekitar setengah jam dan sampai di sebuah Mall.
"Erlyn!…Lyn bangun!…kita udah nyampe nih" ucap Sasha membangunkan Erlyn.
"Ayo turun!" ucap Berlyn yang sudah berada di luar membukakan pintu untuk Erlyn.
"Kesambet apaan lo jadi baik banget!" Cetus Sasha melihat Berlyn yang bersikap aneh.
"Tuan putri silahkan"ucap Beni sambil membuka kan pintu untuk Sasha.
"What?! Lo juga?!" teriak Sasha kaget dengan kelakuan Beni.
Mereka tertawa dan kemudian berjalan masuk ke Mall.
"Wah…udah lama banget gue gak belanja. Mau nyari apa dulu nih" ucap Erlyn kagum melihat keramaian di dalam Mall.
"Kita ke toko make up dulu yok!" ucap Sasha sambil menarik tangan Erlyn.
"Kayaknya pemandangan kayak gini gak asing deh. Tapi dimana ya?" ucap Beni sambil mengusap usap dagunya dan sedang mengingat ingat.
"2 tahun lalu pas kita ke taman hiburan" ucap Berlyn yang kemudian berjalan mengikuti Erlyn dan Sasha.
"Ohh, iya bener tuh! Dan waktu itu gue juga kalian tinggalin kayak gini!!" teriak Beni lalu mengejar Berlyn.
"Erlyn lihat nih, lipstik nya bagus banget. Beli yang ini aja yok!" ajak Sasha bersemangat.
"Lo aja deh. Gue udah punya yang kayak gitu, gue mau cari Blush On aja" ucap Erlyn sambil melihat-lihat make up.
"Ini Blush On bukan?" ucap Berlyn sambil mengulurkan Blush On ke Erlyn.
"Nah iya…ada yang lain gak?" ucap Erlyn lalu berjalan menuju tempat Berlyn menemukan Blush On itu.
"Wah…hebat lo Bro. Bisa tau kalau itu namanya Blush On!" ucap Beni kagum dengan Berlyn yang bisa tau alat make up perempuan.
"Lah ini! Bungkusnya kan ada namanya" ucap Berlyn sambil menunjukan tulisan ke Beni.
__ADS_1
"Ahahaha…payah lu Ben!" seru Sasha mentertawakan Beni.
Beberapa saat kemudian, seseorang datang menghampiri mereka.
"Berlyn?! ini beneran lo. Apa kabar?" sapa seorang gadis kepada Berlyn.
Berlyn membulatkan kedua matanya, melihat gadis yang menyapanya itu. Erlyn dan Sasha yang sedari tadi sedang memilih make up, berbalik melihat orang yang menyapa Berlyn.
"Lho…Kok lo ada di sini!" cetus gadis itu menatap ke arah Erlyn.
"Siapa lo?" tanya Beni penasaran karena Berlyn dan Erlyn hanya terdiam melihat gadis itu.
"Tunggu deh!…Muka lo…mirip Erlyn? Jangan bilang kalau lo itu Sella!" cetus Sasha menebak-nebak.
"Iya gue Sella!" jawab Sella jutek.
"Kenapa lo di sini?" tanya Berlyn dingin.
"Ya gue kebetulan lewat aja. Terus ngeliat kamu, gimana kabar kamu? udah lama lo kita Los kontak" ucap Sella centil ke Berlyn.
"Ish…centil banget sih lo" ucap Sasha sewot.
Erlyn hanya diam melihat teman-teman nya berdebat dengan Sella. Erlyn tak mengucapkan sepatah kata pun, lalu hendak berjalan pergi.
"Mau kemana lo?" seru Sella menghentikan langkah Erlyn. Sasha, Berlyn dan Beni menatap ke arah Erlyn yang hendak pergi.
"Jadi gitu ya didikan ibuk lo? Ketemu kakaknya enggak mau ngasih muka!" cetus Sella menyindir Erlyn.
"Kakak? Apa maksudnya?" tanya Berlyn ke Sella.
"Kalian tanya aja ke adik gue! Kenapa juga kalian masih mau berteman sama dia! Dia tuh udah di usir dari rumah besar, ibunya juga udah mati!" ucap Sella sengaja memprovokasi Erlyn.
"Jaga mulut lo! Apa butuh bantuan gue buat bersihin tuh mulut yang kotor!" teriak Sasha membela Erlyn.
"Gue juga udah ingetin kalian, terutama Berlyn. Jangan sampai deh, kalian ikutan sial karena berteman dengan Erlyn" ucap Sella dengan sombongnya.
Erlyn mengepalkan kedua tanganya dengan sangat erat, dan berbalik menatap Sella.
"Udah selesai?" ucap Erlyn dengan tenang. "Pertama, gue bukan adik lo! Ibu gue cuma punya 2 anak, itu gue dan Kak Dewi! Kedua, gue bukan di usir dari rumah besar. Gue, cuma ngebiarin para anj*ng seperti kalian merasakan nikmat untuk sementara. Ketiga, tunggu aja gue rebut kembali apa yang udah lo ambil. Eits…bukan rebut sih, Lebih tepatnya gue bakal ancurin apa yang dulu lo ambil dari due!" cetus Erlyn dengan penuh percaya diri.
"Sombong amat lo! Emang dengan adanya perusahaan game milik kakak Ipar lo bisa ngancurin gue?Jangan lupa, gue putri tertua dari Keluarga Xander. Gak ada yang bisa macem-macem ke gue!" cetus Sella dengan sombongnya.
"Ya…ya ya. Kita liat aja nanti" ucap Erlyn dengan senyum sinisnya. "Gue udah gak mood belanja. Gue tunggu kalian di mobil ya" ucap Erlyn sambil melambaikan tanganya dan pergi ke tempat parkir.
"Berlyn! Lo ikut gue aja yok! Udah lama kita gak ketemu, temenin gue makan dulu yok!" ucap Sella sambil memegang lengan Berlyn.
"Enggak mau. Lo pergi aja sendiri!" cetus Berlyn yang kemudian berlari mengejar Erlyn.
"Erlyn pasti lagi nangis nih, dulu waktu dia marah ke Via dia sampe nangis satu jam. Gue harus susulin Erlyn" gumam Berlyn di dalam hati.
"Sebenernya dari dulu gue penasaran dengan wajah cewek yang di rumorkan mirip Erlyn. Heh…ternyata masih kalah jauh dari Erlyn" ucap Sasha yang kemudian berjalan pergi.
"Apa maksud lo?!" teriak Sella namun tak di gubris Sasha.
"Maksudnya tuh lo jelek…Gue yang gak pilih-pilih cewek aja, ngerasa jijik liat lo. Pantesan di putusin Berlyn!" cetus Beni yang kemudian berlalu pergi.
"Dasar ya!! Semua yang dekat dengan Erlyn emang gak tau diri!!" teriak Sella karena kesal. "Heh…lo liat aja Lyn. Entah itu harta papi, atau pun Berlyn. Semua yang jadi miliku, tidak akan bisa lo rebut" gumam Sella menyeringai.
*
*
*
Makasih atas dukungan nya😘
__ADS_1