Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Pink Lagi??


__ADS_3

Di pagi hari berikutnya, Erlyn mulai mengerjapkan matanya dan menyesuaikan cahaya yang masuk ke pupilnya. Setelah bangun, Erlyn duduk di kasurnya.


"Seinget gue, terakhir gue masih di ruang musik deh. Kok bisa jadi di kamar ya?"gumam Erlyn bingung.


"Ya udah lah, mungkin gue lupa semalem ke kamar" lanjut Erlyn yang kemudian berdiri hendak keluar.


"Sasha masih tidur. Hmm…bangunin gak ya" gumam Erlyn melihat sahabat nya yang masih tidur.


"Ya udah lah, gue masak sendiri aja. Kasian kalau di bangunin" ucap Erlyn yang kemudian berjalan menuju dapur.


Sesampainya Erlyn di dapur, iya mencuci tangannya dan kemudian membuka lemari es. Erlyn mulai mengeluarkan bahan-bahan makanan yang hendak dia masak. Ia mulai memotong bawang, mengocok telur, mencuci sayuran dan mencincang daging ayam. Kini masakan Erlyn telah tersaji di meja makan, dia pun membersihkan peralatan yang dia pakai untuk memasak. Tak... tak... suara langkah kaki menuju dapur.


"Lyn! minta air dong" seru Berlyn yang duduk di meja makan.


"Ehh, e lo Lyn. Udah bangun lo? Bentar gue ambilin dulu" ucap Erlyn yang kemudian membawakan air untuk Berlyn.


"Gluk... gluk... Makasih" ucap Berlyn setelah meneguk abis airnya. "Lo masak sendiri? Sasha mana?" tanya Berlyn setelah melihat makanan di meja.


"Sasha masih tidur, gak tega gue banguninya" ucap Erlyn sambil menata piring di meja. "Tapi sekarang makanan udah siap, lo bangunin Beni sana. Gue mau bangunin Sasha" sambung Erlyn.


"Ohh, Oke deh" ucap Berlyn yang kemudian berjalan menuju Beni. Begitu pula Erlyn yang berjalan ke kamar.


***


"Wah... Lyn. Lo masak sendiri? kenapa gak bangunin gue sih" ucap Sasha yang merasa tak enak hati.


"udah santai aja. Ayo makan" ucap Erlyn yang kemudian duduk.


"Hmm... Asli. Masakan lo enak banget Lyn!" ucap Beni yang terus makan dengan lahap.


"Tuk..." suara Sasha memukul Kening Beni dengan sendok. "Kalau makan tuh di telen dulu baru ngomong!" seru Sasha ke Beni.


"Ya santai aja sih Sa. Gak usah mukul-mukul gue, sakit tau" ucap Beni sambil mengelus keningnya.


Berlyn dan Erlyn hanya tertawa kecil melihat tingkah kedua temannya itu.


"Kalau enak, nih tambah lagi" ucap Erlyn yang menaruh paha ayam ke piring Beni.


"Nah... Sip. Makasih" seru Beni yang kemudian melanjutkan makanya.


"Habis ini kalian mau langsung pulang?" tanya Erlyn sambil membereskan piring kotor di meja.


"Iyaa" ucap Berlyn setelah meneguk airnya.


"Ya elah. Ini kan hari minggu, kita jalan dulu dong. Kemana gitu" ucap Sasha yang kemudian membawa piring kotor mereka ke wastafel untuk mencuci nya.


"Iya nih. Lo mau ngapain sih di rumah? mending kita jalan-jalan dulu" seru Beni ke Berlyn.


"Ya udah. Ngikut kalian aja" ucap Berlyn pasrah.


"Gimana kalau kita ke taman hiburan aja?!" seru Sasha yang berjalan menuju meja makan.


"Hmm, boleh tuh. Hari minggu pasti di sana ramai" ucap Erlyn menyetujui pendapat Sasha.


"Ya udah berangkat sekarang aja" ucap Beni, yang kemudian berdiri di ikuti Berlyn dan Sasha.


"Kalian siap-siap aja dulu, gue tadi masih manggang kue di oven" ucap Erlyn.

__ADS_1


"Oke!! Kita tunggu di depan ya" ucap Sasha yang berjalan mengikuti Beni dan Berlyn.


***


Mereka mengemudikan mobil menuju taman hiburan, sepanjang perjalanan mereka mengobrol dan saling tertawa bersama.


"Sa! Lo mau nyoba kue bikinan gue gak?" tanya Erlyn ke Sasha sambil mengulurkan kotak makan berisi kue.


"Mau dong, Hmm... masakan lo emang yang paling enak Lyn!" puji Sasha sambil memakan kue.


"Kalian berdua mau juga gak?" seru Erlyn mengulurkan kotak makannya ke depan.


"Pink Lagi?!!" seru Berlyn dan Beni setelah melihat kue buatan Erlyn.


"Ihh, kalian kenapa sih?" ucap Erlyn menarik kembali tangannya.


"Iyaa deh!! Kalian lebay banget sih. Emang apa masalahnya kalau pink. Kalau gak mau ya udah, sini Lyn buat gue aja" seru Sasha yang kemudian mengambil kotak makannya.


"Ehh...!! Jangan gitu dong. Gue juga mau!!" seru Beni sambil merebut kotak makan di tangan Sasha. "Nah Lyn lo juga mau kan!" ucap Beni ke Berlyn.


"Huu... dasar lo" seru Sasha sambil melemparkan tutup kotak makan ke arah Beni.


Berlyn dan Erlyn hanya tertawa menyaksikan keduannya. Setelah sekitar 1 jam, akhirnya mereka sampai ke sebuah taman hiburan.


"Kita mau main apa nih?" tanya Sasha yang berjalan sambil menggandeng tangan Erlyn.


"Maen japit boneka yuk!!" ajak Erlyn sambil menarik Sasha berlari bersama nya.


"Woi!! tunggu kita dong!! Mentang udah sampai, kita di tinggal gitu aja" teriak Beni sambil menggerutu.


"Udahlah, ngapain juga lo teriak-teriak. Malu tuh di lihat orang" cetus Berlyn meninggalkan Beni di belakang.


***


"Wah!!... Lyn, lo lihat deh. Boneka nya lucu-lucu, gue mau coba dulu ya" ucap Sasha sambil memasukan koin.


"Kekiri dikit Sa! Ya bener!! Cepet turunin!!" teriak Erlyn menonton Sasha bermain. "Ya elah Sa!! kok lo jatuhin si? sini biar gue yang nyoba" seru Erlyn yang geram melihat Sasha gagal.


"Ya udah nah!! Lo coba aja, susah banget tahu!" cetus Sasha yang lalu menyingkir dari depan mesin.


"Ke kanan lagi Lyn!! Bener!! tunggu dulu!! Yah... harusnya jangan lo turunin dulu!!" oceh Sasha mengarahkan Erlyn.


"Yah... Sasha!! Lo berisik banget sih!! Gagal kan!!" Teriak Erlyn menyalahkan Sasha.


"Ahahaha... ngakak banget. Main ginian aja gak bisa!" seru Beni yang datang bersama Berlyn dari belakang.


"Emang lo bisa?" tanya Berlyn ke Beni. Beni pun berhenti tertawa.


"Kenapa sih lo suka banget ngecengin gue? Sekarang juga gue bisa tunjukin ke lo!" Ucap Beni yang kemudian memasukan koin ke mesin.


"Wah!! Dapet Lyn!! Lihat tuh!" teriak Sasha melihat boneka yang berhasil di tangkap Beni.


"Heh... apa gue bilang. Nah, buat lo!" ucap Beni sambil memberi kan bonekanya ke Sasha.


"Yah... gue kan juga mau,minggir lo gue mau nyoba lagi!" seru Erlyn sambil mendorong Beni menyingkir.


"Semangat Lyn!!" teriak Sasha memberi semangat ke Erlyn.

__ADS_1


"Biar boneka nya gak lepas tuh, perhatikan sudut nya sebelum kamu turunin. Ctakk…" Berlyn membantu Erlyn mengarahkan tuas permainan nya dari belakang.


"Yeey!…dapet!" teriak Erlyn girang. "Makasih ya" ucap Erlyn menoleh kebelakang. Matanya pun terhenti. Erlyn dan Berlyn saling menatap satu sama lain. Sedangkan tangan Berlyn masih memegang tangan Erlyn di atas Tuas.


"Ehem!! haus gak Sa? cari minum yok!" ucap Beni membuyarkan lamunan Erlyn dan Berlyn.


Akhirnya Erlyn mengalihkan pandangan nya, dan melepas tangannya dengan canggung.


"Enggak, gue gak haus" seru Sasha yang masih mengusap-usap bonekanya.


"Udah…lo ikut gue cari minum!!" seru Beni yang langsung menarik tangan Sasha.


"Ehh! Kalian mau kemana?!" teriak Erlyn tetapi tidak di jawab oleh Beni dan Sasha.


Suasana diantara Erlyn dan Berlyn menjadi canggung. Berlyn duduk di sebuah bangku dan fokus ke HP nya. Sedangkan Erlyn melihat sekeliling nya, karena merasa canggung setiap berduaan dengan Berlyn.


"Sasha sama Beni kemana sih, kok lama banget" gerutu Erlyn dalam Hati.


"Wah!!…ada permen kapas. Gue beli permen kapas dulu ya!" seru Erlyn langsung berdiri.


"Mau kemana lo?" tanya Berlyn serius. Membuat bulu kuduk Erlyn berdiri.


"Emm…gue mau beli permen kapas" ucap Erlyn gelagapan karena takut.


"Ya udah ayok. Jangan jalan sendirian, nanti nyasar bikin repot" ucap Berlyn yang kemudian berjalan mendahului Erlyn.


"Aneh banget sih. Niatnya si baik, khawatir in gue. Tapi nadanya kalau ngomong itu nah, kayak ngajak ribut" gerutu Erlyn yang mengikuti Berlyn dari belakang.


***


"Beni!! Lo mau ajak gue kemana sih? dari tadi jalan terus gak berhenti-berhenti?" ucap Sasha melepaskan tangannya dari Beni.


"Ya kemana aja lah. Kita lama-lamain biar Erlyn sama Berlyn bisa berduaan!" jawab Beni yang kembali menggandeng tangan Sasha.


"Lo modus ya?" tanya Sasha yang menghentikan langkah nya.


"Modus gimana?" tanya Beni kembali.


"Ya iyaa… Lo modus bilang mau biarin Erlyn sama Berlyn berduaan. Tapi aslinya lo kan yang pengen berduaan sama gue" ucap Sasha dengan nada menyelidik.


"Ya elah…PD banget sih lo!" Ketus Beni yang tak mau niatnya ketahuan.


"Gue gak ke PD an kok. Nih buktinya, lo maen gandeng-gandeng tangan gue segala!" seru Sasha sambil mengangkat tangannya yang di gandeng Beni.


Mata Beni pun membulat, pipinya mulai nerona.Dia melepaskan pegangan tangannya dan mulai menggaruk lehernya yang tidak gatal.


"Sorry Sa! Gak terasa, abisnya tangan kamu bikin nyaman sih" ucap Beni malu-malu.


"Heleh! Dasar lo!" ucap Sasha sambil mendorong bahu Beni lalu berjalan mendahului nya.


*


*


*


Makasih buat yang udah baca novel ini😁

__ADS_1


Jangan lupa beri dukungan dengan cara menekan like ya 😘


__ADS_2