
Suasana menjadi dingin dengan tatapan mereka yang berapi-api, menambahkan ketegangan di antara mereka.
"Kalian!! Gue yakin, pasti kemarin lo kan yang dorong Erlyn!!" seru Sasha langsung menyalahkan Via dan Meli.
"Lo kira semua orang sama seperti Sella!! Jangan asal nuduh lo kalau gak ada bukti!!" cetus Meli mengelak.
"Udah Sha…Acara udah mulai nah, setelah ini selesai baru kita selidiki siapa pelakunya" ucap Beni sembari menarik Sasha agar duduk.
"Heh!! Lo yakin masih bisa Nari dengan kaki yang kayak gitu?" ucap Via mengejek Erlyn.
"Gue gak yakin bisa nari dengan kaki seperti ini" ucap Erlyn dengan menunjukkan senyum sinisnya ke Via.
Meli dan Via terkejut melihat Erlyn yang masih tersenyum di saat mengucapkan kata-kata yang seharusnya di ucapkan dengan raut cemas.
"Heh! Kita lihat aja nanti! Sampai kapan lo masih bisa tersenyum kayak gitu!!" ucap Meli yang langsung menarik Via pergi.
"Sampai kapan sih mereka seperti itu" ucap Sasha mengeluh
"Mungkin sampai Berlyn gak ganteng lagi!" ucap Beni menggoda Berlyn.
"Wah…bener tuh! Ini semua salah Berlyn, satu persatu cewek yang suka Berlyn pada datengin Erlyn" ucap Sasha yang tak kuasa menahan tawa.
"Iya…Aku yang salah" ucap Berlyn tak mengelak.
"Udahlah…lagian mereka juga gak ada yang bisa ngerebut kepunyaan gue" ucap Erlyn menyombongkan diri.
"Iya…percaya deh! Emang lo yang paling unggul!" ucap Sasha sambil memeluk Erlyn.
"Ehh…Kalian ada yang bawa laptop gak?" tanya Erlyn.
"Gue bawa! Buat apa?" tanya Berlyn ke Erlyn.
"Sini gue pinjem dulu!" ucap Erlyn kepada Berlyn.
Berlyn mengambil tas nya dan mengeluarkan laptop untuk di berikan ke Erlyn. Sedangkan Sasha dan Beni fokus melihat peserta lain tampil di panggung.
"Mau buat apa?" tanya Berlyn yang melihat Erlyn fokus ke laptop.
"Buat nyari tau orang yang dorong gue semalem. Meskipun tadi malem mati lampu, yang mati cuma kelas yang sebaris dengan kelas kita. Otomatis CCTV di depan kelas masih menyala, soalnya itu CCTV dengan wirles. Selama pusat kontrol masih aktif, kejadian semalam pasti masih terekam" ucap Erlyn menjelaskan.
__ADS_1
"Jadi…Lo mau ngeretas keamanan kampus?" tanya Berlyn dengan senyumnya.
"Ya…gitu lah" ucap Erlyn singkat dan tetap fokus dengan laptopnya.
Erlyn mulai mengamati rekaman CCTV dengan seksama. Berlyn juga membantu Erlyn mengamati rekaman itu.
"Jadi memang mereka pelakunya" ucap Berlyn lirih.
"Oke! Karena udah jelas mereka pelakunya, gak masalah kalau gue lanjutin permainan nya" ucap Erlyn dengan senyum sinisnya.
"Cukup!!" ucap Berlyn langsung menggenggam tangan Erlyn.
Erlyn kaget dan menatap Berlyn dengan bingung.
"Kenapa?" tanya Erlyn.
"Kamu mau ngapain lagi?" tanya Berlyn dengan tatapan serius.
"Emm…Mau nampilin vidio ini saat mereka tampil" ucap Erlyn santai.
"Ngeretas keamanan Sekolah sudah salah, malah mau nunjukin ke depan umum? Gak takut ketangkep?" tanya Berlyn ke Erlyn.
"Enggak ada" jawab Berlyn singkat.
"Ya udah…Gue punya ide yang lebih menarik" ucap Erlyn dengan senyum nya dan mulai fokus ke laptop kembali.
Erlyn menggabungkan semua video yang merekam perbuatan Via. Berlyn hanya menatap bingung entah apa yang di buat oleh Erlyn dengan tawa seperti menonton komedi.
"Selesai!" ucap Erlyn sembari menyandarkan tubuhnya kekursi.
"Mau minum dulu gak? Habis ini giliran kita yang ke panggung" ucap Berlyn sembari memberikan sebotol jus ke Erlyn.
"Boleh!" ucap Erlyn yang langsung menerima minuman Berlyn. Sedangkan Berlyn memeriksa video yang di buat oleh Erlyn.
"Ohh…Kamu Pura-pura jadi Haters nya Via? jadi biarpun video ini membela kamu, enggak ada yang bisa nyangka kalau ini kamu. Semua bakal beranggapan si haters lah yang meretas keamanan kampus?" ucap Berlyn setelah melihat video yang di buat Erlyn.
"Ya…gitu lah. Nanti setelah video ini di tampilin, gue hapus deh jalur yang gue lewatin buat ngeretas tadi. Habis itu, reset deh laptop kamu!" ucap Erlyn santai.
"Biar gue aja yang lanjutin" ucap Berlyn langsung hendak meretas komputer panitia.
__ADS_1
"Nanti aja! Sekarang giliran kita yang tampil!" ucap Erlyn mengingat kan.
"Ayo kebelakang panggung!" ucap Sasha mengajak teman-temanya.
Berlyn mulai memapah Erlyn ke panggung, dan mulai menyiapkan perlengkapan musik mereka. Sedangkan Sasha mulai mengecek mikrofon.
"Mereka mau ngeband?Bahkan Berlyn juga ikut tampil?" tanya Meli yang mulai panik.
"Lo tenang aja… Memang apa yang bisa mereka tampilin kalau latihan cuma semalam!" ucap Via meremehkan.
"Benar juga! Lagian kaki Erlyn kayak gitu, apa masih mungkin buat maen drum?" ucap Meli yang mulai tenang.
Erlyn mulai membuka penampilan mereka dengan memukul drum. Petikan Bass juga mulai di mainkan oleh Berlyn. Di ikuti instrumen gitar yang di mainkan Beni.
Sasha mulai menyanyikan lagunya. Semua penonton tercengang kagum menyaksikan penampilan yang sedang berlangsung itu. Lantaran Erlyn dan teman-temannya tidak hanya menampilkan satu lagu.
Mereka melakukan sambung lagu, dalam waktu 3 menit mereka membawakan hampir 10 lagu tanpa menghentikan musiknya. Bahkan pergantian lagunya tidak mengubah tempo musik mereka.
Ketika Erlyn dan teman-temannya bermain dengan penuh semangat. Meli dan Via mulai menunjukkan wajah paniknya.
"Mereka gila ya?!! Bahkan dalam kondisi kayak gitu, Erlyn masih bisa maen drum dengan lancar?" ucap Via yang mulai panik.
"Bahkan mereka cuma latihan dalam waktu satu malam?" ucap Meli menambahkan.
"Habis ini giliran kita yang tampil, kita hanya bisa berharap dengan keputusan juri nanti. Ayo ke belakang panggung sekarang!" ucap Via mengajak Meli.
Erlyn dan teman-temannya turun dari panggung. Ada satu tim lain sebelum Via dan Meli tampil. Berlyn mulai melanjutkan rencana Erlyn, sedangkan Erlyn sedang istirahat di tempat semula.
"Berlyn kemana Lyn?" tanya Beni ke Erlyn.
"Lagi ngerjain misi" ucap Erlyn sembari meminum minumanya.
"Misi apa?" tanya Sasha penasaran.
"Nanti kalian juga tau sendiri" ucap Erlyn dengan senyum sinisnya sembari menyaksikan pertunjukan di panggung.
"Temen lo mulai lagi tuh!" ucap Beni berbisik ke Sasha.
"Udahlah…Sesuka dia aja! Ngelihat senyumnya yang seperti itu, gue jadi penasaran. Kehebohan apalagi yang akan dia lakuin" ucap Sasha tersenyum menatap Erlyn.
__ADS_1