
"Selamat malam anak-anak!" seru Dosen membuka acara.
"Malam pak" sahut para siswa kompak.
"Baiklah.Berhubung kelompok sudah di bagi, dan tenda juga telah selesai di dirikan. Kita bisa memulai untuk menjalankan penelitian kita. Untuk penelitian kali ini, setiap kelompok akan di minta untuk membuat rancangan dari beberapa proyek yang cocok di kembangkan di lingkungan seperti di daerah ini. Untuk proyeknya itu sendiri ada 3 yang di tentukan. Pertama, pembuatan Villa megah. Kedua, Pembuatan Lahan Pertanian dan ketiga, Pembuatan Area Olahraga. Setiap kelompok harus memilih salah satu dari proyek ini" ucap Pak Dosen menjelaskan.
"Haduh…Kok gue bingung ya" ucap Sasha kepada Beni.
"Tenang aja, gue udah kebayang kok apa yang di maksud" ucap Beni penuh percaya diri.
"Yang perlu di lakukan pada penelitian kali ini, kalian harus membuat yang Pertama, membuat proposal untuk pembuatan proyek kalian. Yang kedua, Kalian harus membuat sketsa dari proyek kalian. Dan yang ketiga, kalian harus membuat miniatur proyek kalian dari bahan bekas. Waktu pengumpulan tugas, paling lambat besok sore. Dan bagi siswa yang kelompok nya bisa mendapatkan nilai terbaik 3 besar…akan mendapatkan izin untuk mengikuti pelatihan khusus sebagai pertukaran pelajar di luar negeri" ucap Dosen menjelaskan lebih rinci.
"Wah…beneran tuh? !" teriak Sella girang, karena dari dulu ingin belajar di luar negeri.
"Biasa aja kali!!" seru Sasha mengejek Sella.
"Apa lo?!" cetus Sella ke Sasha sambil melototkan matanya.
"Kalau buat dapat nilai tertinggi sih mudah aja, tapi…kalau di suruh ikut jadi pertukaran pelajar…kayaknya enggak deh" gumam Erlyn lirih.
"Lo ngomong apa Lyn?" tanya Doni yang dari samping tidak mendengar jelas ucapan Erlyn.
"Enggak ada kok" ucap Erlyn tersenyum canggung.
Doni hanya mengangguk mengiyakan ucapan Erlyn, tetapi tiba-tiba Berlyn mengacungkan tanganya.
"Pak!…Kalau misal dapat nilai tertinggi, boleh nolak ikut pertukaran pelajar gak!" seru Berlyn mengheningkan suasana.
"Ehh…Sebenarnya acara ini di buat sekaligus untuk menyeleksi kemampuan para murid baru untuk di pilih sebagai perwakilan pertukaran pelajar. Jadi, yang nilainya tertinggi yang bisa ikut. Lagian, kenapa enggak mau kalau bisa belajar di luar negeri" ucap Dosen menjawab pertanyaan Berlyn.
"Ohh…Oke" ucap Berlyn mensudahi pertanyaan nya.
"Jadi intinya yang nilainya tinggi tetep harus ikut ya?" bisik Erlyn ke Berlyn.
"Ya iya…" jawab Berlyn yang juga berbisik-bisik.
"Lo juga gak mau ikut pertukaran pelajar?" tanya Erlyn lagi.
"Juga? Jangan-jangan lo juga gak mau ya?" tanya Berlyn yang sekarang tersenyum memandang ke wajah Erlyn.
"Iyaa…gue gak mau. Gue gak bisa ninggalin kerjaan gue di kantor" ucap Erlyn lagi.
"Sebenarnya gak masalah sih kalau lo di pecat! Biar gue yang jadi sugar daddy lo" ucap Berlyn menggoda Erlyn.
Erlyn hanya diam menatap wajah Berlyn yang tersenyum di depan matanya.
"Kalau di pecat mah, gue bisa dapet kerjaan yang lain. Tapi masalahnya kalau gak ada gue, siapa yang ngurus perusahaan kakek. Bisa bangkrut tuh kantor!" ucap Erlyn dalam hati.
"Kalian diskusi apa sih?" tanya Doni yang tiba-tiba menengahi Berlyn dan Erlyn.
"Kepo" cetus Berlyn mencibir Doni.
"Enggak ada apa-apa kok. Tadi gue cuma rundingan aja" ucap Erlyn mengada-ada.
__ADS_1
"Rundingan apa? kok gak ajak-ajak gue" tanya Doni lagi.
"Untuk penelitian ini, gue rasa…sebaiknya gak usah di kerjain secara maksimal deh" ucap Erlyn sambil berjalan kembali ke tenda di ikuti Berlyn dan Doni karena pengumuman telah selesai.
"Bener yang di kata Erlyn. Gue gak bisa kalau mesti ikut pertukaran pelajar. Gue masih harus ngurus perusahaan gue" ucap Berlyn serius.
"Ya udah sih, santai aja. Gue juga gak pengen ke luar negeri lagi. Pelajaran nya sama aja, mending belajar di sini" ucap Doni menyetujui.
"Ya udah. Sekarang kita balik ke tenda aja, Biar Berlyn yang bikin proposal. Terus Doni yang bikin sketsa" ucap Erlyn penuh percaya diri.
"Lah, terus lo ngapain?" tanya Berlyn dan Doni kompak.
Erlyn menghentikan langkahnya dan berbalik kebelakang dengan tersenyum.
"Gue kan ketuanya, jadi tugas gue cuma ngarahin sama ngawasin kalian!" seru Erlyn cekikikan.
Berlyn dan Doni hanya tertawa mendengar ucapan Erlyn yang semena-mena. Biarpun begitu, Berlyn dan Doni tidak merasa di rugikan oleh Erlyn.
"Berlyn!" seru Sella yang datang menghampiri Berlyn.
Berlyn menoleh ke sumber suara. Melihat Sella datang menghampiri nya, Berlyn hanya memutar malas bola matanya.
"Berlyn!! temenin gue yuk! Gue pengen ke toilet tapi takut kalo sendirian!" seru Sella merengek kepada Berlyn.
Doni dan Erlyn ternganga mendengar perkataan Sella. Sedangkan Berlyn memasang muka jijik kepada Sella.
"Ngapain lo! Minggir!" Seru Berlyn sembari berjalan menghindari Sella.
Erlyn dan Doni berjalan mengikuti di belakang Berlyn.
"Sella!" teriak Erlyn yang masih belum berdiri setelah jatuh.
Berlyn dan Doni menoleh setelah mendengar teriakan Erlyn.
"Ouch…sorry gue gak liat. Mungkin kamu terlalu rendah jadi gak keliatan di mata" ucap Sella mengejek Erlyn.
"Erlyn! Lo gak kenapa-kenapa kan!" seru Berlyn sembari membantu Erlyn berdiri.
"Heh…kesenggol dikit aja langsung jatuh. Oh, iya gue lupa. Kan dia udah di usir dari rumah, pasti sekarang kurang nutrisi hingga jadi lem…mah!" ucap Sella semakin sombong.
Berlyn berteriak dan hendak berjalan maju mendekati Sella "Sella! Gue udah bilang ke lo! Kalau lo…" ucapan Berlyn terhenti karena Erlyn menghadangnya dengan tanganya.
"Biar gue yang ngasih tau ke Kakaku yang tersayang, apa yang boleh dia lakuin dan yang tidak boleh dia lakuin" ucap Erlyn dengan senyum sinisnya.
"Lo mau ngapain? jangan aneh-aneh!" seru Berlyn mengingat kan Erlyn. Karena dia tahu jika Erlyn tersenyum seperti itu, Erlyn akan ngelakuin sesuatu yang aneh.
Erlyn tak menghiraukan teguran Berlyn. Ia terus maju menatap lurus ke mata Sella.
"Mau ngapain lo!" teriak Sella yang berjalan mundur karena takut melihat ekspresi Erlyn.
"Kenapa? Kakak jangan takut! Adik cuma mau ngomong sama kakak!" seru Erlyn yang terus menatap tajam ke Sella.
Bruaak…Sella tersandung hingga jatuh karena berjalan mundur.
__ADS_1
"Huh…sekarang lo liat kan siapa yang lem…mah! Lo cuma gue liatin aja langsung jatuh. Apa keluarga Xander udah bangkrut!! Sampai putri satu-satunya yang di punya kekurangan nutrisi!" ucap Erlyn sembari mendekat kan wajahnya ke wajah Sella yang masih terduduk di tanah.
Sella menggertakan giginya karena kesal. Sella mulai mengangkat tanganya hendak menampar Erlyn. Plaak…tangan Sella tidak jadi menampar Erlyn karena di tangkap oleh Doni yang berada di belakang Sella.
"Lepasin!" seru Sella menarik tanganya dari Doni.
"Mending lo balik ke kelompok lo aja gih! Katanya Lo pengen banget belajar ke luar negeri" seru Erlyn dengan senyum menyindir.
Sella mulai berdiri dan membersihkan rok nya yang kotor lalu menatap tajam ke Erlyn.
"Awas lo! Gue gak akan ngelupain kejadian ini!! Lihat aja, gue bakal dapetin nilai yang lebih besar dari lo!!" teriak Sella lalu berjalan cepat meninggalkan Erlyn.
"Fiuh…akhirnya pergi juga tuh nenek lampir" gumam Erlyn yang mulai menetralkan emosinya.
"Maaf ya Lyn. Gara-gara gue,lo jadi harus beradepan sama Sella" ucap Berlyn yang berjalan mendekat ke Erlyn.
"Kenapa lo yang minta maaf.Meski gak ada lo, setiap gue sama Sella ketemu pasti ada keributan" ucap Erlyn yang kini tersenyum kaku mengingat permusuhan nya dengan Sella.
"Tapi kan, ya tetep aja yang kali ini salah gue" gumam Berlyn lirih.
"Ya udah, kalau lo emang mau minta maaf. Mending lo bagi cemilan yang ada di tas lo ke gue deh!" seru Erlyn dengan cekikikan.
"Kok lo tau kalau gue bawa cemilan! Lo geledah tas gue ya!" seru Berlyn sambil menunjuk Erlyn.
"Gak cuma lo! Gue juga tau kalau Doni juga bawa semangka di tas nya!" seru Erlyn semakin tertawa lepas.
"Lo geledah tas gue juga!!" seru Doni yang terkejut karena Erlyn bisa tahu isi tasnya.
Erlyn menghentikan tawanya dan menatap serius ke mata kedua laki-laki itu.
"Gue gak geledah tas kalian! Gue cuma asal nebak aja, karena tas Berlyn ada suara kresek…kresek nya. Terus, tas nya Doni ada benjolan besarnya" ucap Erlyn dengan tatapan serius.
"Wah…hebat banget!" ucap Berlyn dan Doni yang berpura-pura kagum.
"Karena tebakanku udah terbukti…Gue minta ya!!" teriak Erlyn yang berlari menuju tenda.
"Heh…dasar anak kecil!" ucap Berlyn tersenyum melihat Erlyn yang kekanak-kanakan.
"Kok lo malah senyum sih! Erlyn mau geledah tas kita lo" ucap Doni menegur Berlyn yang terlarut dalam senyuman.
"Ehh!…iya! Anj*r gue narok CD di tas itu!!" teriak Berlyn yang kemudian berlari mengejar Erlyn.
"Hah!! yang bener lo Lyn!! Cepetan kita kejar!! Jangan sampai mata Erlyn ternoda!!" teriak Doni yang juga mengejar Erlyn.
*
*
*
Maaf ya, hari ini sinyalnya lagi eror😁
Baru bisa update sekarang.
__ADS_1
Makasih buat yang masih setia nunggu kelanjutan novel ini😘