Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Kepiting


__ADS_3

Beni dan Sasha menghampiri Erlyn dan Berlyn yang terlihat sedang membuat istana pasir.


"Udah lama kalian di sini?" tanya Sasha yang kini jongkok di dekat Erlyn.


"Enggak…siangan juga kok berangkat nya" ucap Erlyn yang masih fokus menumpuk pasir.


"Bro!! udah sampe mana hubungan lo sama Erlyn" bisik Beni ke Berlyn.


"Gak usah kepo lo! Mending lo pikirin diri lo sendiri, udah nembak Sasha apa belom?!" bisik Berlyn ke Beni karena dia tahu kalau Beni menyukai Sasha.


"Ehh!…itu mah…" Beni menggaruk lehernya yang tidak gatal karena tak tahu harus ngomong apa pada Berlyn.


"Kapan kalian berangkat ke luar negeri?" tanya Erlyn ke Sasha.


"Katanya sih hari senin. Maka dari itu, mumpung besok hari minggu. Gue pengen seneng-seneng dulu!" ucap Sasha yang juga mulai membuat istananya.


"Sebenarnya gue sama Sasha gak pengen keluar negeri. Tapi waktu itu malah lolos ke 3 besar!! Bukan 3 besar deh, lebih tepatnya jadi yang paling bagus!" ucap Beni yang kemudian membantu Sasha.


"Salah Erlyn tuh!! Proposal nya kebagusan!" gerutu Sasha mengerucutkan bibirnya.


"Yee…kok nyalahin gue! Kan gue cuma nerusin sama benerin punya kalian yang gak bener!" gerutu Erlyn tak mau di salahkan.


"Lo bukan benerin! Tapi ngerubah!" cetus Berlyn sembari mendorong kening Erlyn dengan telunjuknya.


"Iya Bener!! Yang semulanya cuma 5 halaman, berubah jadi 10 halaman setelah di benerin Erlyn" ucap Beni membenarkan ucapan Berlyn.


"Nah! denger tuh!" cetus Sasha ke Erlyn. "Minggirin tangan lo!!" seru Sasha sembari menepis tangan Beni.


"Lah…kan gue juga mau bikin" ucap Beni sembari membersihkan pasir di tangannya.


"Ya lo bikin sendiri lah!! Ini punya gue!!" cetus Sasha yang melingkar kan tanganya menutupi istana nya.


"Ya elah…padahal kan gue pengen romantis kayak Berlyn sama Erlyn" gumam Beni lirih.


"Ngomong apa lo?!" cetus Sasha yang tidak jelas mendengar ucapan Beni.


"Enggak ada!" cetus Beni yang kemudian berdiri.


Berlyn hanya terkekeh karena tak sengaja mendengar ucapan Beni yang tadi lirih.


"Mau kemana lo?" tanya Sasha lagi.


"Mau ke toilet!! mau ikut?" tanya Beni menggoda Sasha.


"Ish…ogah!" cetus Sasha yang kemudian melanjutkan membuat istana pasir.


"Gue laper nih!" ucap Erlyn yang sudah menyelesaikan istana nya.


"Di dalem ada makanan cepat saji. Tinggal panasin aja" ucap Berlyn yang kini berdiri.


"Masa lagi kamping kayak gini makanya makanan cepat saji!" ucap Erlyn sembari membersihkan pasir di tangannya.

__ADS_1


"Lah terus mau makan apa?" tanya Berlyn ke Erlyn.


"Mumpung kita di pantai, mending kita makan seafood" ucap Erlyn berpendapat.


"Setuju tuh!!" seru Sasha yang mendadak berdiri.


"Ya udah…Gue suruh orang bawa kesini makanan nya" ucap Berlyn yang sudah mengeluarkan ponsel nya.


"Ya jangan lah! Mending kita nyari sendiri. Mumpung ini masih sore!" ucap Erlyn sembari menahan tangan Berlyn yang hendak menelfon.


"Bener tuh!! Kamu suruh orang siapin aja alat panggangan sama kompor!" ucap Sasha menambahkan.


"Kenapa mesti gue?! Nah, Lo minta Beni aja buat nyiapin kompor sama pemanggang!" ucap Berlyn sembari memeberikan sebuah kartu ke Sasha.


"Lah!! Kan gue juga pengen ikut nyari kepiting. Masa harus nungguin Beni sih!" gerutu Sasha mengeluh.


"Biar gue sama Erlyn aja yang nyari, lo sama Beni siapin alat masak nya" ucap Berlyn yang merangkul Erlyn berjalan mendekati pantai.


"Jangan lupa siapin bumbu ya Sa!!" teriak Erlyn tanpa menoleh.


"Kalian kok gitu sih!!" teriak Sasha yang melihat Berlyn dan Erlyn semakin menjauh.


***


"Erlyn! Lo tau caranya nangkep kepiting?" tanya Berlyn ke Erlyn yang sedang celingak celinguk kebawah.


"Enggak!" cetus Erlyn singkat.


"Emang kamu tau?" tanya Erlyn ke Berlyn.


"Ya enggak!…Tapi gak masalah, kita lihat di YouTube aja" ucap Berlyn yang kemudian mengeluarkan ponsel Erlyn dari sakunya.


"Ehh!…Kok pakai HP gue sih!! Nanti kuota nya habis gimana?!" teriak Erlyn mengerucutkan bibirnya.


"Nanti gue ganti!" ucap Berlyn singkat langsung membuka YouTube.


Setelah beberapa menit mereka menonton video, mereka berjalan menuju ke sebuah batu karang di pinggir pantai.


"Nah!…menurut video yang tadi, di batu karang kemungkinan di jadiin tempat persembunyian nya kepiting sama udang!" ucap Berlyn sembari mengintip-intip di celah-celah batu.


"Wah!…iya!!. Tuh ada udang di sana!" seru Erlyn yang langsung menarik ekor udang dari balik batu.


"Hati-hati ya" ucap Berlyn yang juga mulai mencari udang.


Beberapa saat kemudian…


"Aaah!…" Erlyn berteriak kencang sembari melompat ke pelukan Berlyn.


"Erlyn kenapa?!" tanya Berlyn yang kaget karena Erlyn tiba-tiba melompat ke pelukan nya.


"Tadi ada yang gerak-gerak di bawah kaki gue" ucap Erlyn lirih sembari menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan Berlyn.

__ADS_1


"Bentar gue cek dulu" ucap Berlyn yang kini melepaskan pelukan nya.


"Hati-hati!" ucap Erlyn yang berdiri menggenggam baju Berlyn dari belakang.


Berlyn mengambil sebuah ranting, dan melangkah dengan hati-hati. Berlyn mulai menusuk-nusuk pasir tempat Erlyn tadi berdiri. Clack…Ranting yang Berlyn gunakan menjadi patah setelah ia tusukan ke pasir.


"Berlyn…kok kayu nya patah?" tanya Erlyn lirih.


"Ohh…tenang aja" ucap Berlyn yang kemudian berjalan mengambil seember air lalu menyiramkan ke pasir tadi.


Sprash…Berlyn menyiram pasir itu, dan keluar lah seekor kepiting yang sangat besar.


"Gak usah takut lagi, ini cuma kepiting" ucap Berlyn sembari mengambil kepiting itu perlahan.


"Wah…gede banget! untung kaki ku gak kena capit" ucap Erlyn sembari mendekatkan wajahnya ke kepiting yang sudah berada di tangan Berlyn.


"Lumayan nih! di tambah udang dan kerang yang udah kita tangkep, cukup lah buat makan malam" ucap Berlyn sembari menaruh kepiting nya ke ember yang berisi udang dan kerang.


"Ya udah…ayo balik ke tenda!" ucap Erlyn yang hendak membawa embernya.


"Sini biar gue aja!" ucap Berlyn langsung mengangkat embernya dan berjalan.


"Tungguin!" ucap Erlyn yang langsung menggandeng lengan Berlyn yang kosong.


Berlyn dan Erlyn berjalan menuju tenda.Sedangkan di tenda, Sasha dan Beni sibuk menyiapkan perlengkapan masak.


"Beni!! Bumbu buat manggang tuh apa aja?!" teriak Sasha ke Beni yang sedang menyiapkan api jauh dari tenda.


"Apa aja!! Yang penting bukan racun!!" teriak Beni sambil tertawa.


"Yee…di tanya beneran kok!" gerutu Sasha yang kini berjalan menghampiri Beni sembari membawa bahan-bahan masakan.


"Lo yang cewek aja gak tau, apa lagi gue!" cetus Beni yang masih fokus dengan Api nya.


"Ya…gue kan gak pernah masak" ucap Sasha lirih.


"Mankanya!…Belajar dari Erlyn tuh, masakannya selalu enak!" ucap Beni mengejek Sasha.


"Ihh!…Kok lo nyebelin banget sih?!! ya udah kalau gak mau ngasih tahu! Gue bisa cek google!" teriak Sasha langsung mengeluarkan ponsel nya.


"Ribut apaan sih?" tanya Erlyn yang baru saja tiba.


"Ini…Sasha gak tau bumbu apa yang di buat manggang" ucap Beni dengan nada mengejek.


"Ya udah…sini biar gue aja. Mending lo bersihin ini aja" ucap Erlyn sembari menunjuk ember yang di bawa Berlyn.


"Enggak mau!! Gue bantuin lo bikin bumbu aja! Gue kan juga pengen bisa masak!" gerutu Sasha yang masih fokus mencari resep.


"Ya udah…Kamu ajarin aja Sasha. Biar aku yang nyuci ini" ucap Berlyn yang langsung mengambil air bersih.


Erlyn memulai membuat bumbunya dengan bantuan Sasha. Beni masih sibuk menghidupkan apinya, begitu pula Berlyn yang sibuk membersihkan kepiting bandel.

__ADS_1


Di sisi lain, ada beberapa orang berbadan besar yang mengawasi Erlyn dan teman-temannya dari kejauhan. Entah apa yang mereka lakukan di sana, apakah mereka mempunyai niat jahat? Tidak ada yang tahu! Kalau ingin tahu siapa mereka, Nantikan Episode selanjutnya 😘


__ADS_2