
"Berlyn kita mau kemana sih?" tanya Erlyn setelah masuk ke dalam mobil Berlyn.
"Enggak tahu" jawab Berlyn santai lalu melajukan mobilnya.
"Hah!…yang bener aja deh. Gue itu super sibuk ya, kalau enggak ada urusan lain mending anter gue pulang aja deh. Gue juga mau packing barang buat besok" ucap Erlyn mengerucutkan bibirnya.
"Nanti dulu dong…temenin gue ke mall dulu ya. Banyak barang dari daftar yang belum ku punya di rumah" ucap Berlyn yang kini memarkirkan mobilnya di dekat sebuah Mall.
"Jangan Lama-lama ya!" seru Erlyn kepada Berlyn.
"Iyaa, ayo!" seru Berlyn sambil membukakan pintu mobil untuk Erlyn.
"Lo mau beli apa?" tanya Erlyn yang kini sudah berjalan masuk ke Mall.
"Gue pengen cari Jaket, Sweter, Senter, Topi…" ucap Berlyn tanpa henti.
"Tunggu dulu deh! Masa lo gak punya semua barang itu sih? itu kan udah sering di gunain di rumah!" seru Erlyn yang menghentikan langkahnya.
"Ya gak apa-apa kali. Ayo buruan ke toko baju!" seru Berlyn sambil menarik tangan Erlyn.
"Hmm, kayaknya yang ini bagus nih. Ukuran nya juga pas, Ehh…ada couple nya! coba kamu kesini!" seru Berlyn sambil mencocokkan sebuah jaket ke badan Erlyn.
"Ihh…apaan sih lo!" cetus Erlyn sambil menyingkirkan jaket di hadapannya itu.
__ADS_1
"Wah! cocok banget. Mbak! Bungkus 2 jaket ini yah!" seru Berlyn memanggil pelayan Mall.
"Nih buat lo!" ucap Berlyn sembari memberikan satu kantong berisi jaket ke Erlyn.
"Lah! kok lo malah beli jaket couple sih!" seru Erlyn mengernyitkan dahinya.
"Ya gak masalah! jangan lupa besok di bawa ya. Sekarang ayo cari barang yang lain" seru Berlyn yang kembali menarik tangan Erlyn kesana kemari.
Sepanjang hari Berlyn mengajak Erlyn membeli barang-barang yang ada di daftar. Bahkan Erlyn tak perlu untuk menyiapkan apapun lagi, semua di putuskan oleh Berlyn. Berlyn menjadi lebih posesif kepada Erlyn, ia memberikan barang-barang couple kepada Erlyn. Bahkan, sikat gigi juga couple. Erlyn pun mulai merasa tidak nyaman dengan perlakuan Berlyn kepadanya. Sesampainya mereka di dalam mobil…
"Berlyn! Hari ini Lo kenapa?" tanya Erlyn ke Berlyn.
"Maksudnya kenapa gimana?" ucap Berlyn kembali bertanya sambil menjalankan mobilnya.
Deg…jantung Berlyn seakan berhenti sesaat. Berlyn juga mempertanyakan apa yang sebenarnya ia lakukan. Setelah kedatangan Doni di kelas mereka, Berlyn hanya tahu kalau ia harus lebih dekat dengan Erlyn.
"Enggak kenapa-kenapa, sekali kali gak masalah kan kalau gue mau nraktir temen belanja" ucap Berlyn mengada-ada.
"Ya gak masalah sih…cuma kan gak perlu beli barang-barang couple. Apalagi hiasan HP ini, kenapa mesti bentuk monyet sih?!" cetus Erlyn sambil menunjukkan gantungan yang bergelantung di ponsel nya.
"Ya elah. Kalau lo gak mau ya udah gak usah di pakai, tapi sekarang udah malem. Lo mana mungkin nyari barang-barang itu lagi" ucap Berlyn mencari alasan agar Erlyn tetap menerima barang-barang yang dia berikan.
"Ya udah deh" ucap Erlyn pasrah.
__ADS_1
Kring…kring…kring…suara HP Berlyn berdering.
"Iya halo! Iya ma. Tadi sebenarnya mau ngasih tau mama, tapi tadi masih belanja keperluan. Iya iya, aku bukan anak kecil lagi ma. Iya…pasti Berlyn baik-baik aja, mama tenang aja. Bye ma!" ucap Berlyn yang sedang berbicara di telepon.
Erlyn tertawa setelah melihat sikap Berlyn selalu mengalah ketika menjawab telepon mamanya.
"Kenapa lo ketawa?" tanya Berlyn yang melihat Erlyn tertawa
"Enggak…lucu aja gitu. Berlyn yang biasanya tegas plus dingin, jadi melempem di depan mamanya" ucap Erlyn yang masih mentertawakan Berlyn.
"Ehh…udah sampai ya. Gue masuk ke dalam dulu ya" seru Erlyn yang sudah membuka pintu mobil.
"Gak nyuruh gue mampir dulu nih, gue laper tau" ucap Berlyn pura-pura lemah.
"Ehh, kasian banget" ucap Erlyn pura-pura perhatian.
"Enggak boleh!! Hati-hati…bye!" teriak Erlyn sambil buru-buru berlari masuk ke rumah.
"Heh…Erlyn…Erlyn.Sebenernya apa sih yang lo punya, sampe gue ngerasa jadi orang lain" gumam Berlyn yang kemudian melajukan mobilnya untuk pulang.
Di dalam rumah, Erlyn masih mengintip mobil Berlyn dari balik horden jendela.
"Berlyn…kenapa lo jadi baik ke gue. Jika terus seperti ini, gue gak bisa yakin sama hati gue sendiri" ucap Erlyn sambil melihat mobil Berlyn yang kian menjauh.
__ADS_1