
Tok…tok…tok suara orang mengetuk pintu kamar Erlyn. Karena Erlyn sedang mandi, Sasha yang membukakan pintu karena Sasha sekamar dengan Erlyn.
Cklak…suara knop pintu terbuka.
"Ngapain Kak?!" tanya Sasha melihat Doni di depan pintu.
"Hmm…gue mau jenguk Erlyn. Erlyn nya mana? Gimana lukanya?" tanya Doni ke Sasha.
"Ohh…katanya tadi udah mendingan. Cuma lecet di sikunya aja kok, tadi juga udah di obatin sama Berlyn" ucap Sasha dengan sengaja menyebutkan nama Berlyn agar Doni berhenti mengharapkan Erlyn.
"Ohh…bagus deh kalau gitu" ucap Doni canggung.
"Siapa Sa!!" teriak Erlyn yang baru keluar dari kamar mandi dan berjalan menghampiri Sasha.
"Ini ada Kak Doni, katanya mau jenguk kamu" ucap Sasha ke Erlyn.
"Hai Lyn…gimana keadaan kamu?" tanya Doni dengan tersenyum malu.
"Udah baikan kok. Cuma lecet doang" jawab Erlyn singkat.
"Bagus deh kalau gitu" ucap Doni lembut.
"Tapi kok aneh ya…Kenapa Kak Doni jadi malu-malu kayak gini. Seinget gue sih, dulu berani banget. Bahkan sampai nembak Erlyn di lapangan" cetus Sasha meledek Doni dan tertawa.
"Ehh…itu gue…" Doni gugup hingga menjadi gagap.
"Udah dong Sa! kasian tuh Kak Doni jadi merona" ucap Erlyn yang juga tak lagi bisa menahan tawa.
Doni hanya tersenyum melihat tawa Erlyn yang sudah lama tidak ia lihat.
"Erlyn!…" seru Berlyn yang datang bersama Beni.
"Ehh…kalian ngapain ke sini?!" ucap Erlyn setelah melihat Berlyn dan Beni.
"Kamu kenapa masih di luar, di sini kalau malem dingin. Cepet masuk ke dalem!" seru Berlyn sambil menarik Erlyn ke dalam.
"Ehh! kok Berlyn asal masuk ke kamar cewek!" teriak Doni melihat Berlyn masuk ke kamar Erlyn sedangkan dia dari tadi hanya berdiri di depan pintu.
"Ya karena kita mau double date!" seru Beni sambil menunjukkan kantong berisi makanan yang ia bawa. "Sa! ayo buruan masuk" ucap Beni ke Sasha sambil berjalan masuk.
"Hmm…maaf ya kak Doni. Ini udah malem, mending Kakak balik ke kamar aja deh. Daa" ucap Sasha langsung masuk dan menutup pintu kamarnya.
"Sial! Kenapa gue selalu keduluan Berlyn sih!" teriak Doni sambil memukul angin.
***
__ADS_1
"Kalian kok tega banget sih! Gue liat muka Kak Doni pas gue suruh pulang! Asli kasian banget!" ucap Sasha tak kuasa menahan tawa.
"Iya lo…Gak baik gituin orang. Apalagi kan dia dulu juga kakak kelas kita" ucap Erlyn sambil menyiapkan piring di meja.
"Kenapa? Kalau lo gak rela dia pergi, ya panggil aja. Paling belum jalan jauh" cetus Berlyn dengan tatapan dingin.
"Ehh!…Bukan gitu maksud gue…" ucap Erlyn yang merasa tertekan dengan tatapan Berlyn.
"Udahlah.Mending kita makan aja" ucap Beni yang sudah selesai mengeluarkan semua makanan dari kantong.
"Kalian beli dimana makanan ini?" tanya Sasha sambil melahap makanannya.
"Di ujung penginapan ada restoran nya" seru Beni yang juga sedang menikmati makanannya.
"Makan sayur lebih banyak, biar cepet gede!" ucap Berlyn sambil menaruh sayur ke piring Erlyn.
"Lo niru ucapan gue?!" seru Erlyn sambil menatap Berlyn dan mengingat ketika dulu di pelatihan Putera dan Puteri sekolah, Erlyn pernah meminta Berlyn untuk makan lebih banyak sayur.
"Masa sih? Sepertinya bukan deh! soalnya cewek yang bilang gitu ke gue, masih 2 tahun lebih muda dari lo!" seru Berlyn sambil tersenyum ke Erlyn.
Erlyn hanya tersenyum mendengar ucapan Berlyn yang sedang meledeknya itu.
"Ehem!…Kok gue ngerasa jadi obat nyamuk ya" cetus Sasha kepada Beni.
"Lo mau juga? nih gue kasih!" ucap Beni sambil menaruh sayur wortel ke piring Sasha.
"Hahaha…gak apa-apa. Biar cepet gede" seru Beni yang tak bisa menahan tawa.
Erlyn dan Berlyn juga ikut tertawa melihat kelakuan Beni dan Sasha.
"Hmm…selama 2 tahun gak ada gue. Kalian masih sering ketemu ngobrol gak?" tanya Erlyn sambil membereskan piring kotor di meja.
"Ya masih lah!" seru Beni sambil melompat ke kasur.
"Woi!! turun lo dari kasur gue!" teriak Sasha yang melihat Beni baring di kasurnya.
"Iya iya…pelit banget sih" gerutu Beni sambil berjalan menuju kasur sebelah nya.
"Gimana gak sering ketemu. Tiap hari Berlyn akan ngajak gue nyari Sasha buat nanyain kabar lo" cetus Beni yang hendak duduk di kasur Erlyn.
"Ngapain Lo!" seru Berlyn menahan bahu Beni agar tidak duduk di kasur Erlyn.
"Ehh…santai bro. Gue duduk di lantai aja deh" seru Beni ketakutan melihat ekspresi dinginya Berlyn.
Erlyn dan Sasha hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat Beni yang ketakutan melihat Erlyn.
__ADS_1
"Lo mau ngapain?!" seru Berlyn yang melihat Erlyn membawa piring menuju wastafel.
"Mau bantuin Sasha cuci piring" ucap Erlyn santai.
"Ngapain? Lo kan masih sakit" ucap Berlyn ke Erlyn. "Beni!! Lo bantuin Sasha gih!" pinta Berlyn ke Beni.
"Males ah!" ucap Beni sambil memainkan HP nya.
"Gak boleh nolak!" seru Berlyn sambil merebut HP di tangan Beni.
"Iya iya…" ucap Beni lesu sambil berjalan menuju Erlyn dan membawa piring-piring kotor ke wastafel.
"Sini Lo!" seru Berlyn ke Erlyn sambil menepuk lantai di samping nya meminta Erlyn duduk di sana.
"Ada apa?" tanya Erlyn sambil berjalan menghampiri Berlyn.
"Enggak ada…cuma mau lihat luka lo aja" ucap Berlyn sambil memegang lengan Erlyn dan mengamati siku Erlyn yang terluka.
"Udah baikan kok" ucap Erlyn sambil menarik lengannya.
"Iya" ucap Berlyn singkat sambil tersenyum.
Ring…ring…ring…ring…suara sirine di penginapan.
"Para Siswa yang masih belum tidur atau pun yang masih berada di luar ruangan. Harap untuk segera tidur sebelum pukul 10 malam! karena Besok kita akan berangkat di pagi hari!" seru Ketua angkatan dari speaker.
"Kok si Ketua bisa nyalain sirine sama bikin pengumuman di speaker di sini sih? emang gak ngeggangu pengunjung yang lain?" tanya Erlyn bingung setelah mendengar pengumuman itu.
"Ya berhubungan siswa yang datang bersama kita tadi ada banyak orang. Mereka nyewa penginapan ini secara khusus untuk kita selama seminggu" ucap Berlyn menjelaskan.
"Lho…katanya kita mau bikin tenda. Kenapa masih nginep di sini? kukira kita di sini cuma sehari" ucap Erlyn semakin bingung.
"Lo gak baca jadwal acara ini sampai abis ya? Kan kita cuma nginap di tenda selama 3 hari" ucap Berlyn sambil menatap Erlyn dengan serius.
"Ehh!…gue belum sempet baca jadwalnya" ucap Erlyn sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Ya udah sih Lyn…santai aja. Lo bisa baca nanti" ucap Sasha yang datang bersama Beni.
"Balik ke kamar yok!" ajak Beni ke Berlyn.
"Iya ayok" seru Berlyn sambil berdiri. "Lo cepet tidur! jangan ngeggosip sama Sasha mulu" ucap Berlyn ke Erlyn.
"Iya iya" seru Erlyn mengiyakan.
"Yee…gue sama Erlyn enggak suka ngeggosip ya. Pasti kalian tuh yang suka ngeggosip. Dah sana pulang" seru Sasha sambil mendorong Berlyn dan Beni keluar lalu menutup pintu kamarnya.
__ADS_1
"Erlyn tau gak tadi tuh…" Sasha menghentikan perkataan nya karena melihat Erlyn yang sudah memejamkan matanya di atas kasur.
"Ya elah…kok malah udah tidur sih! padahal kan gue baru cerita" seru Sasha sambil mengerucut kan bibirnya.