Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Salah Jurusan


__ADS_3

"Sa! Lo pengen ikut pertukaran pelajar gak?" tanya Beni ke Sasha.


"Enggak! Lo kan tau bahasa Inggris gue kayak gimana. Ya kali gue belajar ke luar negeri, yang ada di goblokin orang sana!" ucap Sasha sambil tertawa.


"Iya juga ya! Ya udah deh, kita buat asal-asalan aja" ucap Beni yang juga ikut tertawa.


"Apa kalian bilang?! Buat asal-asalan!!" teriak Sella yang baru masuk ke dalam tenda.


"Kenapa sih lo! Baru masuk udah teriak-teriak" cetus Sasha sambil mengerutkan dahinya ke Sella.


"Kalian tuh yang kenapa?! Gue gak mau tahu, pokoknya kelompok kita harus bisa masuk ke 3 besar!!" seru Sella dengan serius.


"Gue mah gak terlalu ngarep. Kalau lo pengen bener ke luar negeri, ya sana lo kerjain sendiri" ucap Beni malas meladeni.


"Okey!! Kalian liat aja, bakal gue kerjain sendiri!! Jangan ngarep nama kalian gue cantumin ke tugas gue!!" cetus Sella yang kemudian mengeluarkan notebook dari tas nya.


"Lo bener gak mau bantuin?" tanya Sasha berbisik ke Beni.


"Udah biarin aja! Biar dia buat sendiri, kita buat berdua" ucap Berlyn santai.


"Ohh!!…jadi gitu ya! Kalian mau ngasingin gue dari kelompok!! Lihat aja nanti!! Tanpa kalian gue juga bisa sendiri!!" ucap Sella yang kemudian keluar membawa notebook nya.


"Ya sana!! Lagian siapa juga yang mau ikut pertukaran pelajar!!" teriak Sasha yang sudah geram dengan sikap Sella.


"Udah-udah…jangan marah terus" ucap Beni sambil menepuk bahu Sasha.


"Huuh…" Sasha menghela nafasnya. "Iya udah, ayo buat penelitian kita. Lo bikin proposal gue yang bikin sketsa" ucap Sasha ke Beni.


"Kok gitu! Gue aja yang buat sketsa, Lo bikin proposal!" seru Beni tidak terima dengan keputusan Sasha.


"Lo pilih bikin proposal, atau lo bikin semua sendiri" ucap Sasha mengancam.


"Ehh…iya deh. Gue bikin proposal aja" ucap Beni pasrah.


"Nah…gitu dong" ucap Sasha sambil mengusap kepala Beni.


***


"Ngeselin banget sih!! Gimana gue bisa ngerjain ini sendiri!" gerutu Sella yang berada di bawah sebuah pohon.

__ADS_1


"Ahh!…iya gue punya ide" ucap Sella girang.


Sella mulai menekan keyboard ponsel nya. Tuut…tuut… suara Ponsel Sella yang sedang menghubungi seseorang.


"Halo!" suara laki-laki paruh baya yang terdengar dari seberang telepon.


"Halo Pa…" ucap Sella ke Pak Xander dengan nada lembut.


"Iya sayang ada apa?" ucap Pak Xander dengan tergesa-gesa.


"Papa…atur 2 pegawai papa dong. Sella lagi ada perlombaan nih, Sella gak mau kalah dari Erlyn. Pinjemin pegawai papa ya" ucap Sella dengan nada manja.


"Iyaa…nanti papa aturkan. Sekarang papa lagi sibuk mau berangkat meeting" ucap Pak Xander sembari mengemas dokumen-dokumenya.


"Papa kok gitu sih! Sella mau nya sekarang! Pokoknya papa harus cariin pegawai papa yang jago bikin proposal sama bikin sketsa Sekarang juga!!" cetus Sella langsung mematikan telepon nya.


"Nyebelin banget sih! Kenapa enggak ada yang mau nurutin kemauan gue!" gerutu Sella sangat kesal.


Ring…ring…ring…Telepon Sella berdering. Di Layar HP tertera Sebuah panggilan video dari nomer tak di kenal.


"Siapa kalian?" tanya Sella kepada 2 orang yang ada di layar HP nya.


"Selamat malam Non. Kami pegawai yang di utus Tuan untuk membantu nona membuat tugas" ucap salah satu pegawai itu.


"Ya udah. Gak usah basa basi lagi, Nanti gue kasih tau rincinya lewat chat. Gue mau, besok pagi sudah siap semua" ucap Sella langsung mematikan panggilanya.


"Heh…liat aja. Gue akan jadi yang pertama di antara yang lain" gumam Sella penuh percaya diri.


***


"Erlyn! Kita yakin nih mau pilih Proyek Pembuatan Villa?" tanya Doni ke Erlyn.


"Iya gue yakin. Lagian kan ada Bos besar Berlyn. Dia pasti sudah terbiasa bikin kayak gini" ucap Erlyn yang sedang santai makan kuaci sambil memainkan IPad nya.


"Meski gitu, Lo bantuin kita kek! dari tadi cuma santai-santai terus" gerutu Berlyn sambil mengetik di laptop nya.


"Siapa yang santai-santai sih. Gue lagi lihat peta sekitar sini nah! Jadi biar nanti mudah bikin sketsa 3D nya" ucap Erlyn sambil menunjukkan IPad nya.


"sketsa 3D apaan Lyn?" tanya Doni sambil menggambar sketsa.

__ADS_1


Berlyn dan Erlyn menatap Doni dengan tatapan serius. Doni merasakan aura yang berbeda, ia pun mulai mendongak menatap kedua temannya itu.


"Kalian kenapa ngeliat gue kayak gitu!" ucap Doni yang bingung.


"Lo bener pindahan dari luar negeri kan?" tanya Erlyn ke Doni.


"Ya iya!" ucap Doni penuh percaya diri.


"Kok lo gak tau Sketsa 3D!" seru Berlyn dan Erlyn bersamaan.


"Ya…kan dulu gue ambil jurusan seni" ucap Doni canggung.


Berlyn dan Erlyn saling menatap satu sama lain, dan berujung menatap Doni.


"Huuh…" Erlyn menghela nafasnya. "Ya udah deh, kebetulan Doni gak tau apa-apa. Jadi nilai kita bisa berkurang di sketsa aja" ucap Erlyn dengan senyumnya.


"Kok gitu…Gue dulu jurusan seni, menggambar udah jadi hal biasa" ucap Doni menyombong kan diri.


"Buat sketsa gak cuma harus pinter gambar! Lo juga harus ngitung luas skala antara gambar sketsa dengan skala lahan yang asli. Kalau ukuran di sketsa lo asal-asalan, otomatis tuh bangunan gak bakal bisa berdiri!" ucap Berlyn menjelaskan dengan serius.


"Bener yang di kata Berlyn. Tapi gak masalah, lo buat gambarnya aja. Nanti biar gue yang buat ukurannya" ucap Erlyn yang juga memasang wajah serius.


"Ya udah deh…lagian, kita juga sengaja mau ngalah kan" ucap Doni yang mulai menggambar lagi.


"Ya meski kita mau ngalah, setidaknya kita harus bisa berada di urutan nomer 4" ucap Berlyn penuh keyakinan.


"Ya udah sih, yang bikin proposal aja Berlyn. Nanti gue aja yang bikin miniatur nya. Jadi, biarpun sketsa nya dapet nilai mines. Kita masih punya bakingan nilai dari proposal sama miniatur" ucap Erlyn yang mulai memeriksa peta lagi.


"Kok gue jadi ngerasa minder ya. Berlyn udah nerusin usaha keluarga nya dan udah pasti lebih banyak pengalaman. Sedangkan Erlyn, dia emang punya IQ di atas rata-rata. Sudah pasti mudah untuk mempelajari ini semua. Lah gue? Pindahan dari jurusan seni! Hah…kapan gue bisa nyusul kepinteran mereka" gumam Doni dalam hati.


"Kenapa lo bengong aja? Sampe masuk ke mode tidur tuh laptop! Buruan di kerjain, biar gue bisa nyesuain buat miniatur nya" seru Erlyn membuyarkan lamunan Doni.


"Ehh!…iya iya" ucap Doni yang kembali menggambar sketsa nya.


*


*


*

__ADS_1


Terima kasih buat para readers novel ini😁


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya😘


__ADS_2