
Keesokan harinya Erlyn mulai bangun dari tidurnya. Erlyn mulai menggosok giginya dan memakai baju olahraga nya. Karena ia telah ijin 2 hari, Erlyn memanfaatkan untuk bersantai sehari.
Erlyn mulai membuka pintu gerbang rumahnya.Dan tepat ketika gerbang nya terbuka, sebuah mobil masuk ke gerbang rumah Erlyn.Erlyn mengenali mobil itu, Erlyn pun berlari menghampiri mobil itu.
"Pagi Lyn!" seru Berlyn yang baru keluar dari mobil.
"Pagi!!" ucap Erlyn yang langsung memeluk Berlyn.
"Ehh!…Kenapa lo?" tanya Berlyn dengan senyumnya,kaget karena Erlyn tiba-tiba memeluknya.
"Enggak kenapa-kenapa! Emang gak boleh kalau aku peluk pacarku sendiri!" ucap Erlyn sembari mendongak menatap Berlyn.
"Ya gak masalah sih…Tapi jangan gerak-gerak!" ucap Berlyn yang wajahnya mulai memerah.
Erlyn mulai mengerti dengan maksud Berlyn, ia merasakan sesuatu yang mengganjal di bawahnya. Sontak Erlyn berteriak dan mendorong Berlyn.
"Waa!…" Erlyn berteriak sekeras mungkin.
"Hust…Kenapa sih?!" seru Berlyn sembari menutup mulut Erlyn.
"Kenapa adik lo sensitif banget sih?! padahal kan cuma gue peluk!" seru Erlyn berjalan mundur dari Berlyn.
"Ya sorry! Abisnya lo langsung asal meluk sih. Kan kaget!" seru Berlyn yang kemudian berjalan menuju pintu rumah Erlyn.
"Ehh!…mau kemana lo?!" teriak Erlyn yang berlari kearah Berlyn.
"Minjem kamar mandi kamu!" ucap Berlyn yang langsung masuk ke rumah Erlyn.
"Ehh!…Gak boleh! Mandi di kamar tamu aja!" seru Erlyn sembari menarik Berlyn yang sudah hendak menaiki tangga menuju kamar Erlyn.
"Erlyn stop!" seru Berlyn sembari mendorong Erlyn ke dinding.
Berlyn menatap dalam kemata Erlyn, begitu pula Erlyn yang juga membulatkan matanya karena kaget di dorong Berlyn. Suasana di sekitar mereka menjadi hening, perlahan Berlyn mendekat kan wajahnya ke Erlyn. Detak jantung Erlyn berdegub dengan kencangnya,perlahan Berlyn memiringkan kepalanya dan mendekat kan bibirnya ke Erlyn. Spontan Erlyn memejamkan matanya, tetapi…Duag!…
"Sial!!" cetus Berlyn sembari menjatuhkan kepalanya ke bahu Erlyn dan memukul diding di depannya.
Erlyn membuka matanya kembali dan Berlyn sudah menjauhkan tubuhnya dari Erlyn.
__ADS_1
"Maaf!" seru Berlyn yang kemudian berjalan menuju kamar tamu.
Erlyn masih diam mencerna apa yang baru saja akan terjadi. Ia mulai memegang dadanya dan mendengarkan detak jantung nya yang masih berdebar kencang.
"Huh! Apa sih yang gue fikirin!" cetus Erlyn sembari menggeleng kan kepalanya.
"Cowok emang mengerikan!" ucap Erlyn seperti merinding dan langsung berjalan menuju dapur.
Erlyn memasak sarapan di dapur, sedangkan Berlyn masih di dalam kamar mandi untuk meredakan apinya.
"Sial!! Apa sih yang mau gue lakuin?!" cetus Berlyn yang masih berdiri di bawah Sower.
Setelah beberapa menit, Berlyn telah selesai mandi dan keluar mencari Erlyn. Berlyn mendengar suara bising di dapur, Ia pun berjalan menuju dapur.
"Kamu masak?" tanya Berlyn sembari duduk melihat Erlyn yang masih fokus dengan kualinya.
"Iyaa…" ucap Erlyn canggung mengingat kejadian tadi.
"Yah…padahal kan gue dateng kesini pengen ngajak kamu jalan keluar,Mumpung gak ke kelas" ucap Berlyn sembari menyisir rambut nya didepan kamera HP.
"Ya kan, gue juga pengen ngajak kamu makan di luar!" ucap Berlyn lagi.
"Makan ini dulu! Baru keluar!" seru Erlyn sembari menaruh piring berisi makanan dan lauk pauk.
"Oke! Asal kamu yang nyuapin" ucap Berlyn memasang muka imutnya.
Erlyn hanya menatap Berlyn sembari menaruh makanan di piringnya.
"Nah! Makan sendiri!" ucap Erlyn memberikan makanan yang sudah tersaji di piring Berlyn.
Erlyn memakan sarapan nya tanpa memperdulikan Berlyn yang terus merengek ingin di suapin nya. Karena begitu lama Erlyn tak menggubris perkataan Berlyn, akhirnya Berlyn pun menyerah dan mulai memakan makanannya.
"Udah selesai semua. Ayo keluar!" ucap Erlyn yang sudah selesai mencuci piring.
"Kamu gak ganti baju? gue yakin pasti juga belom mandi!" ucap Berlyn sembari menilai Erlyn dari atas ke bawah.
"Tau aja lo! Ya udah gue mandi dulu!" ucap Erlyn yang kemudian berjalan menaiki tangga.
__ADS_1
"Gue pinjem IPad lo ya!" teriak Berlyn sembari meraih IPad yang ada di meja.
Tak…tak…tak…suara langkah kaki Erlyn yang terburu-buru menuruni tangga.
"Enggak boleh!" cetus Erlyn yang langsung merebut IPad yang baru di pegang Berlyn.
"Ehh!…Kenapa lo? Ada apanya sih di situ? Dari waktu itu gak boleh terus pas mau gue pinjem" ucap Berlyn yang berdiri karena kaget Erlyn kembali lagi.
"Emm…Ini habis baterai nya! Nah, lo maenin HP ku aja!" ucap Erlyn yang kemudian memeberikan ponsel nya ke Berlyn.
"Ya udah…buruan mandi sana!" ucap Berlyn yang kembali duduk dan mengaktifkan ponsel Erlyn.
"Iya…gue mandi dulu" ucap Erlyn gugup dan berjalan ke atas.
"Huh…untung aja. Di IPad ini kan banyak dokumen-dokumen perusahaan. Bisa gawat kalau Berlyn sampai tahu identitas gue sebagai Bella" ucap Erlyn dalam hati.
Erlyn masuk ke kamar nya dan mandi, sedangkan Berlyn mulai mengotak atik ponsel Erlyn.
"Ini HP udah berapa lama sih gak di pakai? Masa game aja gak ada. Apaan ini? Aplikasi nya cuma WA sama Belanja Online! Yang lain cuma APK bawaan HP?" gerutu Berlyn sembari membolak balikan beranda HP Erlyn.
"Ya udah lah. Gue isi aja!" ucap Berlyn yang langsung membuka App Store.
Berbagai macam aplikasi di unduh oleh Berlyn. Mulai dari game sampai aplikasi edit foto dan video. Beberapa saat kemudian Erlyn telah keluar dadi kamar nya dengan dandanan yang rapi.
"Ayo!" seru Erlyn ke Berlyn yang masih fokus bermain dengan ponsel Erlyn.
"Ehh!…Iya ayok!" seru Berlyn yang langsung berdiri dan menyimpan ponsel Erlyn di sakunya.
Mereka pun berjalan keluar dan masuk ke mobil Berlyn. Berlyn telah mencari tempat yang menarik dari ponselnya. Ia pun melajukan mobilnya untuk bersenang-senang bersama Erlyn.
*
*
*
Ceritanya belom tamat kok🤭Tenang aja, Ini masih berlanjut kok😆
__ADS_1