
Via menjadi panik mendengar ucapan orang itu, Segera ia berlari mengambil ponselnya dan mencoba mematikan ponselnya namun tidak bisa.
Bruaakkk…
"Siapa lo?!!!… Hentikan sekarang juga!!" teriak Via setelah membanting ponselnya.
"Lo mau tau gue siapa? Santai…sekarang juga, lo akan inget siapa gue" ucap orang di layar itu.
Lagi-lagi di tayangkan sebuah rekaman CCTV, tapi yang satu ini berasal dari rekaman 5 tahun yang lalu. Lebih tepatnya ketika Via masih berada di kelas 8 SMP.
Di rekaman itu terlihat Via sedang mengendap-endap di dalam ruang Laboratorium. Via dengan sengaja menukar cairan yang ada di salah satu meja siswa. Sesaat kemudian, guru membawa murid kelasnya untuk mengikuti praktikum. Seketika…BOOM!!!… sebuah ledakan terjadi setelah salah satu siswi mencampur cairan nya. Tepat sekali siswi itu duduk di meja yang cairan nya di tukar oleh Via.
Seketika Via terdiam melihat rekaman itu. Satu persatu cacian terdengar di telinga Via. Via sangat ketakutan hingga tersungkur di tanah.
"Itu…gue gak bermaksud ngelakuin itu…Bukan!! itu bukan gue!!" Via berteriak dengan keras dan berlari pergi dengan kencang.
Meli juga perlahan jalan ke belakang panggung sambil menundukkan kepala nya. Sedangkan Erlyn telah berhasil menerobos pertahanan orang asing itu. Akhirnya layar berhasil di matikan oleh Erlyn.
"Yes!! Akhirnya berhasil!!" seru panitia keamanan yang sedari tadi masih menunggu di samping Erlyn.
Berlyn menatap tajam sampai panitia itu terdiam mendadak.
"IP nya dengan inisial Candy…Lo kenal gak?" tanya Erlyn ke Berlyn.
__ADS_1
"Kalau dari IP itu sih enggak kenal, tapi kalau di lihat dari video yang di rekaman tadi…gue tau dia siapa" ucap Berlyn menjawab Erlyn.
Cting…cting…ponsel para penonton di sana berdering bersamaan. Sebuah rekaman masuk ke pesan semua orang.
Rekaman itu berisi screenshot dari ponsel Via. Mulai dari riwayat obrolan Via dengan orang asing yang berbau s*x, di lanjutkan dengan isi galeri Via yang berisi berbagai foto gadis yang di sensor termasuk foto Via sendiri. Semua privasi Via tersebar dalam hitungan detik.
Erlyn juga membuka ponselnya, dan mendapati pesan yang lain dari pada orang lain.
"Kemampuan lo lumayan juga, bergabung lah dengan klub gue. Gak perlu sering kumpul, semua kegiatan di lakuin secara online" ucap orang itu di dalam pesan Erlyn, serta sebuah lampiran link undangan grub.
"Orang ini aneh banget sih!" ucap Erlyn setelah membaca pesan di ponselnya.
"Dia emang gitu!" ucap Berlyn setelah mengintip pesan di ponsel Erlyn.
"Siapa dia?" tanya Erlyn ke Berlyn.
"Enggak mungkin deh!! Masa anaknya Pak Dekan berbuat kayak gini" ucap panitia keamanan yang masih belum pergi dari samping Erlyn.
"Lo kenapa masih di sini?! Pergi sono!!" seru Berlyn mengusir panitia itu.
"Iya iya!! Santai aja kali…" ucap panitia itu lalu beranjak pergi.
Erlyn hanya tertawa kecil melihat Berlyn yang merasa terganggu oleh panitia keamanan itu.
__ADS_1
"Genius Chen? Anaknya Pak Dekan? sepertinya bukan orang yang akan berbuat seperti ini" ucap Erlyn ke Berlyn.
"Itu gara-gara kecelakaan di rekaman tadi" ucap Berlyn menjelaskan.
"Maksudnya?" tanya Erlyn yang masih belum jelas.
"Waktu itu kelas kami lagi ada praktikum di laboratorium. Seharusnya sih meja itu di dudukin oleh Sella, tapi tepat waktu itu Sella lagi sakit jadi gue temenin ke UKS. Kalau menurut perkiraan gue sih, Via menukar cairan itu di tujukan ke Sella. Kamu juga udah pernah kuceritain masalah Via yang dari dulu mencoba ngerusak hubungan gue sama Sella. Nah, si Genius Chen itu yang kebetulan nempatin mejanya. Waktu itu cairannya meledak sampai membakar wajah Genius Chen. Setelah kejadian itu dia gak pernah masuk sekolah lagi, katanya sih wajahnya rusak parah sampai harus keluar negeri buat operasi" ucap Berlyn menjelaskan.
"Ohh…Jadi cerita nya dia lagi bales dendam. Boleh juga gayanya. Memang pantas di panggil Genius" ucap Erlyn dengan senyum sinisnya.
"Gak nyangka aja kalau ternyata dia kuliah di sini. Katanya sih setelah kecelakaan itu, mentalnya agak keganggu. Tapi kalau soal kepintaran, Gue masih kalah" ucap Berlyn menyambung penjelasan nya.
"Bener deh Lyn!! Otaknya agak keganggu tuh!! Lihat aja nih rekaman yang dia sebarin!!" ucap Sasha sembari menunjukan ponselnya ke Erlyn.
"Heh…Boleh juga tuh" ucap Erlyn dengan tawanya.
"Ehh…Berlyn tadi bilang nya Genius Chen kan? Lihat nih, gue cari di situs kampus ternyata cukup terkenal juga loh!!" ucap Beni sembari menunjukan ponselnya.
"Gila!! Juara pertama dalam lomba keamanan Cyber?" seru Sasha yang antusias dengan berita di ponsel Beni.
"Ya udah lah…Santai aja kali" ucap Erlyn sembari mendorong kepala Sasha yang sengaja di tempelkan ke bahu Erlyn.
"Gue laper nih! Cari makan yok!" ucap Erlyn mengajak Berlyn.
__ADS_1
"Ya udah ayok!" ucap Berlyn yang kemudian membantu Erlyn berjalan.
Beni dan Sasha mengikuti di belakang mereka. Suasana masih riuh, sedangkan Via bersembunyi di sudut kamarnya. Meli juga menutup wajahnya karena banyak tatapan yang tertuju padanya di manapun ia berjalan. Di sisi lain, Genius Chen tertawa puas karena rencananya telah terlaksana.