Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Bersaing diam-diam


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, sudah hampir satu semester berlalu. Sayang sekali Erlyn tidak bisa sekelas dengan Berlyn.Selama itu Erlyn hanya bisa menatap Berlyn dari kejauhan.


"Mungkin dia udah gak inget gue" gumam Erlyn yang melamun menatap Berlyn dari balik jendela kelasnya.


"Woi!!" Teriak Sasha mengejutkan Erlyn.


"Ihh!! lo tuh bisa gak sih gak ush gangguin gue!" bentak Erlyn kepada Sasha yang kini sudah menjadi sahabat nya.


"Ya maaf Lyn. Abisnya lo kok gak pernah bosen sih, tiap hari kerjaan nya ngeliat Berlyn mulu" cetus Sasha mulai duduk di samping Erlyn.


"Ya enggak lah. Ngapain juga gue bosen, mana pesenan gue?" ucap Erlyn sambil menadahkan tanganya.


"Nah, ini keripik kentang 5.000. Cola 8.000 totalnya 13.000. Awas aja lo gak ganti uang gue!" ancam Sasha memberikan jajanan di tanganya.


"Ya elah, santai aja kali. Ntar gue ganti deh" ucap Erlyn langsung membuka bungkus Kripik nya.


"Ehh! Lyn. Lo mau gak jadi perwakilan Kelas kita buat pemilihan Puteri sekolah? " tanya Sasha ke Erlyn.


"Puteri sekolah apaan? Gak pernah denger tuh" ucap Erlyn sambil memakan keripik nya.


"Itu lo, cuma kayak pemilihan Miss World gitu deh. Nanti Puteri sekolah akan di utus buat ikut lomba antar sekolah bareng Putera sekolah. Nah nanti kalau udah menang antar sekolah,Putera & Puteri sekolah bakal di utus buat lomba antar kota" Jelas Sasha panjang kali lebar.

__ADS_1


"Enggak mau" jawab Erlyn ketus.


"Ihh!! Lo kok gitu sih. Gue bingung nih enggak ada perwakilan di kelas kita yang cocok, kalau enggak ngirim perwakilan bakal kena marah sama wali kelas. please bantuin gue ya" Bujuk Sasha kepada Erlyn.


"Kenapa enggak lo aja yang ikut. Kan enggak cuma gue cewek di sini, udah ya gue enggak mau ngelakuin hal ribet kayak gitu. Lomba antar sekolah lah, masih mau lomba antar kota segala. Ribet, mending gue pake buat tidur" Ucap Erlyn menolak bujukan Sasha.


"Ya elah. Lo kan tahu sendiri kalau gue ini enggak ada mirip-miripnya dengan Puteri. Dan lo juga tau sendiri kalo itu acaranya berpasangan, cuma lo yang jomblo di kelas ini.Mereka enggak ada yang berani buat ikutan,karena takut kena marah pacarnya!! " Teriak Sasha sampai Erlyn menutup telinganya.


"Eh dengerin ya!! Pertama lo kalau ngomong santai aja!!" Cetus Erlyn sambil menonyor kening Sasha. "Kedua, gak cuma gue yang jomblo!! Lo juga jomblo kali!!" Balas Erlyn tak mau kalah.


Seketika keduanya terdiam. Mereka pun saling menatap satu sama lain dengan serius.


"Hahahaha"(Tawa keduanya)


"Hahahaha, iyaa. Udah deh,stop ketawanya" Erlyn juga tak kuat menahan tawa.


"Eh Lyn. Tapi beneran deh, lo gak mau ikutan. Si Meli juga jadi perwakilan kelasnya lo" ucap Sasha sambil memakan keripik nya.


"Emang kenapa kalo Meli ikutan?" Tanya Erlyn santai.


"Ya kan selama ini lo enggak suka sama dia, Sebab dia nempel-nempel ke Berlyn dan karena itu pula lo diem-diem sering bersaing buat lebih unggul dari dia kan" ucap Sasha mengimbuhi.

__ADS_1


"Iya emang, Tapi enggak selamanya juga kan gue mesti bersaing sama dia" ucap Erlyn dengan muka malas.


"Meski Berlyn yang jadi Putera nya lo tetep gak mau ikutan?" Tanya Sasha menyeringai kan taringnya.


"Uhuuk…huk…!! Apa lo bilang Berlyn jadi Putera nya?!!" teriak Erlyn memastikan.


"Hehe, Gue tadi habis dari ruang OSIS. Buat Putera sekolah udah di tentuin Kepsek, dan Berlyn yang di pilih. Lo yakin bakal biarin Meli jadi pasangnaya?" Ucap Sasha terkekeh karena dia tahu kelemahan sahabatnya ini.


"Kenapa lo gak bilang dari tadi!! Ayo buruan daftarin gue sekarang!!" Teriak Erlyn sambil menarik Sasha berlari menuju tempat pendaftaran.


"Woi!! santai aja kali. Tangan gue bisa putus lo tarik kayak gini!!" teriak Sasha yang ikut berlari karena di tarik Sasha.


*


*


*


Penasaran gak apa kelanjutannya 😁


Kalau penasaran lanjut baca episode selanjutnya.

__ADS_1


Jangan lupa beri dukungan like ya🥰


__ADS_2