Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Kangen-kangenan


__ADS_3

Hari itu menjadi hari yang melelahkan. Setelah menyelesaikan masalah yang di perbuat Via, mereka di istirahat kan. Sekarang mereka tidak ada kegiatan sampai nanti malam.


"Berlyn…gue capek banget. Kepala gue pusing…" keluh Erlyn sambil berjalan mengikuti Berlyn dari belakang.


"Uhh…kasian! Capek ya habis berfikir keras" ucap Berlyn sambil mengusap kepala Erlyn.


"Stop! Udah ya. Rambut gue udah kusut gara-gara lo iket pakai nih karet. Jangan lo acak-acak lagi deh!" cetus Erlyn mengerucut kan bibir nya.


"Iya…iya" ucap Berlyn yang kini berjalan di samping Erlyn.


***


"Agh!…Ngeselin banget sih!" teriak Via sambil melempar barang-barang di kamar nya.


"Kenapa lagi lo!!" bentak Hendra ke Via. "Lo belum puas bikin keributan di aula?! Gak usah ribut di sini juga!" teriak Hendra dengan menunjuk ke wajahnya Via.


"Kenapa lo jadi marahin gue?!" Bentak Via tak terima dengan perlakuan Hendra.


"Lo itu yang kenapa?! Gue tau lo pengen ngalahin Erlyn! Tapi lo gak perlu pakai cara licik kayak tadi! Gue gak mau tau, gue harap ini jadi yang pertama dan terakhir lo pakai cara licik buat nyingkirin musuh lo. Jangan bikin malu sekolah kita!!" Bentak Hendra kemudian keluar meninggalkan Via sendirian.


"Dasar br*ngs*k…!!" teriak Via frustasi.


***


Tok…tok…tok…Erlyn mengetuk pintu kamar Berlyn.

__ADS_1


"Berlyn!! Keluar makan dulu!" teriak Erlyn memanggil Berlyn.


"Iyaa!" sahut Berlyn dari dalam kamar nya.


"Gue tunggu di meja makan ya!" teriak Erlyn lalu berjalan menuju meja makan.


Cklak…suara knop kunci terbuka.


"Masak apa lo?" tanya Berlyn yang duduk di depan Erlyn.


"Ya gue cuma bisa masak apa yang di kulkas. Nih makan sayur yang banyak biar cepet gede!" cetus Erlyn yang mulai mengoceh seperti ibu-ibu.


"Iyaa…makasih!" ucap Berlyn lalu memakan makanan nya.


Drrt…drrt…suara HP Erlyn berdering. Ia pun menjawab panggilan itu.


"Baik dong! Emang gue bisa kenapa lagi?" seru Erlyn sambil tertawa.


"Hai Erlyn!! Sohib gue dimana?!" teriak Beni yang tiba-tiba muncul di belakang Sasha.


"Ada kok ada hhh! Nah itu!" seru Erlyn yang membalikkan kamera ke arah Berlyn.


Berlyn tetap fokus memakan makanan nya. Berlyn tidak sadar kalau dia sedang di perhatian oleh Beni dan Sasha dari telepon.


"Woi…! Fokus amat kalau makan!" teriak Beni kepada Berlyn. Akhirnya Berlyn menatap ke layar HP

__ADS_1


"Ehh…e Lo Ben!" seru Berlyn yang melihat Beni dan Sasha di layar HP.


"Ihh…enak bener sih lo bisa makan masakanya Erlyn. Gue jadi pengen nih" cetus Sasha mengerucut kan bibirnya.


"Lo mau?" tanya Berlyn ke Sasha. Sasha hanya mengangguk mengiyakan. "enak aja!" cetus Berlyn yang memakan makanan nya lagi.


"Yee…dasar lo!" seru Sasha yang kemudian mereka berempat tertawa melihat tingkah Berlyn.


"Erlyn! Gue kangen lo. Gue pengen cerita banyak ke lo" gerutu Sasha menunjukkan raut manjanya.


"Uhh…baby.Gue juga pengen cerita banyak ke lo. Oke, gue ke kamar dulu. Gue cerita di kamar aja, dan usir tuh lalet di belakang kamu!" seru Erlyn kepada Sasha.


"Oke Lyn!…Beni! Pergi lo!…Gue lagi mau curhat sama Erlyn" teriak Sasha mendorong Beni menjauh.


"Ya elah…ribet banget sih jadi cewek" gerutu Beni yang kemudian pergi meninggalkan Sasha.


"Berlyn!…Gue ke kamar dulu ya. Gantian Lo yang nyuci piring" seru Erlyn yang kemudian berlari ke kamarnya sambil tertawa.


"Lho! kok gitu!" teriak Berlyn tapi tak di hiraukan oleh Erlyn.


Berlyn hanya tersenyum melihat Erlyn yang mulai bersemangat lagi. Hampir satu jam Erlyn berbicara dengan Sasha lewat HP. Terkadang terdengar suara teriakan dari kamar Erlyn, terkadang juga suara Erlyn yang lagi tertawa terbahak-bahak. Berlyn hanya bisa menggeleng kan kepalanya dan memakai penutup telinga lalu tidur siang.


*


*

__ADS_1


*


Jangan lupa tinggalkan jempol kalian😠🤣


__ADS_2