Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Di Tembak Dadakan


__ADS_3

Tik…tak…tik…tak…suara jarum jam terdengar di tengah heningnya peraduan. Erlyn mulai mengerjapkan matanya dan mulai duduk merenggangkan tangannya.


"Huft…masih pagi banget. Kenapa gue kebangun?" gumam Erlyn dengan nada khas bangun tidur.


Kruuk…suara dari perut Erlyn yang lapar.


"Gilak! Pagi-pagi udah laper? ya udah lah, gue mandi dulu terus keluar cari makanan" ucap Erlyn lalu berjalan menuju kamar mandi.


Setelah Erlyn selesai mandi, Erlyn berganti pakaian serta tak lupa memakai jaketnya dan berjalan keluar. Lorong-lorong masih sepi, lampu kamar juga masih di matikan. Erlyn berjalan menuju rumah makan yang di ceritakan Beni kemarin. Tiba-tiba ada salah satu lampu kamar yang hidup. Ketika Erlyn hendak berjalan melewati kamar itu, Cklak…seseorang membuka pintu.


"Erlyn! Kamu ngapain di sini?!" seru Berlyn yang ternyata pemilik kamar dengan lampu yang menyala itu.


"Ehh!…ternyata e…lo Lyn" cetus Erlyn agak kaget melihat Berlyn.


"Masih pagi, mau keluyuran kemana kamu?" tanya Berlyn dengan nada serius.


"Hmm…gue. Lagi pengen jalan-jalan aja" ucap Erlyn mencari alasan.


"Masih pagi! ayo gue anterin balik ke kamar!" seru Berlyn sambil membalikkan badan Erlyn dan mendorong nya pelan dari belakang.


"Ehh!…Gue gak mau balik ke kamar! Gue laper!" cetus Erlyn yang memang sudah kelaparan.


"Kenapa gak bilang dari tadi" ucap Berlyn sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Erlyn.


"Ya…udah! Anterin gue ke tempat makan aja!" seru Erlyn sambil mundur menjauh dari Berlyn.


"Ya udah ayok" ucap Berlyn sambil menarik tangan Erlyn.


Mereka hanya berjalan beberapa langkah dan berhenti di sebuah ruangan yang pintunya masih tertutup.


"Kok berhenti?! Tempat makanya mana?" tanya Erlyn yang bingung karena mereka baru jalan beberapa langkah dan sudah berhenti.


"Lah ini!" ucap Berlyn sambil menunjuk pintu di depannya.


"Loh…Tempat nya tepat di samping kamar lo?" tanya Erlyn lagi.


"Ya iya! Kan bener ini udah di ujung penginapan!" ucap Berlyn sambil menunjuk ke arah pagar gedung.


"Ehh…iya juga ya. Tapi ini masih tutup gimana dong" keluh Erlyn sambil mengelus-elus perutnya.


"Coba kita ketuk aja dulu. Biasanya kan pagi masih pada masak" ucap Berlyn memberi saran.


"Ya udah sana! Buruan kamu ketuk pintunya!" ucap Erlyn memerintah.


"Lo yang laper kok jadi gue yang ribet sih?!" cetus Berlyn sambil tersenyum.


"Ya udah deh…Gue panggil sendiri" ucap Erlyn lalu mulai mengetuk pintu.


Tok…tok…tok…Erlyn mengetuk pintu namun tak ada respon.


"Halo!… di dalam ada orang gak!" teriak Erlyn memanggil orang di dalam.


Tok…tok…tok…Erlyn kembali mengetuk pintu.

__ADS_1


Cklak…suara pintu itu terbuka, dan muncul seorang gadis kecil di depan pintu.


"Ada apa ya kak!" tanya gadis itu ke Erlyn.


"Ehh!…hmm. Restoranya udah bisa buka apa belum, soalnya kakak kelaparan" ucap Erlyn tersenyum sambil jongkok menyetarakan tinggi gadis itu.


"Ohh…sebenarnya belum sih kak. Tapi bentar lagi buka. Kakak masuk aja dulu gak apa-apa" ucap gadis itu lalu membuka pintu dan masuk ke dalam.


Erlyn dan Berlyn berjalan masuk ke dalam, dan duduk di bangku paling depan.


"Mau pesan apa ya mbak?!" tanya seorang pelayan yang menghampiri mereka.


"Apa aja deh mbak, yang penting cocok buat sarapan. 2 porsi di makan sini, 2 porsi lagi di bungkus ya" ucap Erlyn ke pelayan itu.


"Baik mbak" ucap pelayan itu lalu berjalan pergi.


"Lo beneran laper?" tanya Berlyn yang melihat Erlyn duduk lemas.


"Iya nih…gak tau kenapa bangun tidur bisa langsung laper" ucap Erlyn sambil mengerucutkan bibirnya.


"Bentar ya" ucap Berlyn lalu berjalan pergi. Sedangkan Erlyn hanya melihat Berlyn berjalan tanpa menolehkan kepala.


"Nah!" seru Berlyn sambil menaruh keripik dan cola di depan Erlyn.


"Dapet dari mana lo?!" tanya Erlyn sambil membuka bungkusan Keripiknya.


"Tuh!" ucap Berlyn sambil menunjuk sebuah mesin penjualan otomatis di pojok ruangan.


"Ohh…" ucap Erlyn setelah menoleh ke arah yang di tunjuk Berlyn.


"Erlyn!" seru Berlyn kepada Erlyn.


"Kenapa?" tanya Erlyn tanpa melihat Berlyn dan tetap asyik memakan makanan nya.


"Jadian yok!" ucap Berlyn membuat Erlyn kaget.


"Uhuuk…" Erlyn tersedak makanannya hingga sulit bernafas.


"Erlyn! cepet minum dulu!" Teriak Berlyn sambil mengulurkan gelas berisi air.


Gluk…gluk…Erlyn meneguk abis air yang ada di gelas. Dan mulai menatap wajah Berlyn yang terlihat panik.


"Gimana? udah mendingan?" tanya Berlyn ke Erlyn.


"Iya…udah gak sakit lagi kok" ucap Erlyn sambil mengelap bibirnya dengan tisu.


"Jadi gimana? Mau gak?" tanya Berlyn lagi.


"Apanya yang mau?" tanya Erlyn pura-pura tidak tahu.


"Lo mau gak jadian sama gue!" ucap Berlyn yang kini memegang kedua tangan Erlyn.


Erlyn menatap jauh ke dalam mata Berlyn. Jujur saja Erlyn masih memendam perasaan kepada Berlyn. Tapi ia berfikir lagi, untuk saat ini dirinya yang super duper sibuk. Mana mungkin ada waktu buat pacaran. Perlahan Erlyn menarik tangannya kembali.

__ADS_1


"Maaf! Gue enggak bisa jadian sama lo" ucap Erlyn dengan menundukan kepala.


Berlyn hanya menatap Erlyn lalu menghela nafasnya dan mengusap rambut Erlyn.


"Iya…gue tau lo belum siap jadian sama gue. Itu gak masalah, akan gue tunggu sampai lo siap" ucap Berlyn dengan lembut.


Erlyn tak mengatakan apa-apa lagi. Setelah mereka selesai makan, mereka kembali ke kamar. Berlyn hanya mampir sebentar di kamarnya untuk memberikan sarapan ke Beni, lalu pergi mengantarkan Erlyn kembali ke kamar Erlyn.


"Gue udah sampai. Lo balik aja gih bentar lagi juga pasti suruh kumpul" ucap Erlyn setelah mereka sampai di depan pintu kamar Erlyn.


"Ya udah gue balik dulu ya" ucap Berlyn lalu berjalan pergi.


Cklak…Erlyn membuka pintu kamar nya.


"Aaaa!…" Erlyn berteriak karena Sasha menongolkan kepalanya dari balik pintu.


"Sasha! Apa-apaan sih lo! bikin kaget aja deh!" teriak Erlyn lalu berjalan masuk.


"Kaget ya? mankanya kalau keluar ajak-ajak gue dong! gue bangun tidur lo udah gak ada di kamar" gerutu Sasha mengikuti di belakang Erlyn.


"Gue tuh bangun tidur langsung laper, jadi keluar cari makanan. Nih gue bungkusin buat lo juga!" ucap Erlyn sambil mengulurkan makanan ke Sasha.


"Uhh…lo emang paling pengertian deh. Makasih ya" ucap Sasha langsung membawa makanan nya untuk mengambil piring.


"Sasha!" teriak Erlyn memanggil Sasha.


"Hemm" saut Sasha sambil berjalan menghampiri Erlyn.


"Berlyn nembak gue" ucap Erlyn dengan nada ngelantur.


"Terima aja sih" jawab Sasha santai.


"Kok lo ngomong nya gampang banget sih! Kan gue lagi bingung nih" cetus Erlyn sambil melemparkan bantal ke arah Sasha.


"Bingung kenapa sih Lyn…Lo kan juga masih suka sama Berlyn. Ya udah sih terima aja" ucap Sasha sambil melanjutkan makanya.


"Tauk ah!" cetus Erlyn yang hendak berjalan keluar pintu.


"Mau kemana lagi lo?" tanya Sasha ke Erlyn.


"Keluar bentar!" ucap Erlyn menoleh ke Sasha.


"Enggak boleh. Tadi pas lo gak ada, panitia kamping udah keliling ke setiap kamar. Katanya kita akan berangkat pukul 7. Sekarang udah setengah 7 emang lo gak mau nyiapin barang yang mau lo bawa" ucap Sasha dengan santainya.


"Kenapa lo gak bilang dari tadi!" teriak Erlyn menggelegar di dalam ruangan.


Sasha hanya tertawa mendengar teriakan Erlyn. Erlyn mulai menyiapkan keperluan nya. Setelah semuanya siap, Erlyn dan Sasha berjalan ke Gerbang depan untuk berkumpul dengan yang lain.


*


*


*

__ADS_1


Terima Kasih buat yang sudah mampir ke Novel ini😁


Jangan lupa beri dukungan nya ya😘


__ADS_2