
"Gimana? Udah lengkap semua?" tanya Berlyn ke Beni yang masih berdiri di depan pintu masuk.
"Ini! Semuanya udah ada, cuma Kue nya yang masih di bawa Sasha" ucap Beni yang menghampiri Berlyn.
"Sini! Biar gue aja yang bawa!" ucap Berlyn yang mengulurkan tangannya ke Sasha.
"Nih!! Asli, kue yang kamu pilih keren banget!" ucap Sasha sembari memberikan kue yang ia bawa.
"Ya udah ayo buruan! Erlyn pasti udah nungguin!" ucap Berlyn yang langsung berjalan.
Sasha dan Beni mengikuti di belakang Berlyn. Sasha membuka kan pintu untuk jalan Berlyn masuk ke ruangan. Sedangkan Beni membawa makanan yang sudah mereka pesan.
Cklak…Sasha membuka pintu perlahan, terlihat Erlyn yang sedang duduk memainkan piano.
"Selamat Ulang Tahun!!" seru Berlyn, Sasha, dan Beni bersamaan.
Sontak Erlyn terkejut mendengar teriakan teman-temanya itu. Perlahan mereka mengerumuni Erlyn, dan menyanyikan lagu Ulang tahun dengan semangat.
Erlyn menutup mulut dengan kedua tangannya karena terkejut juga terharu dengan kejutan yang di berikan teman-temanya. Berlyn mulai menyalakan lilin di kue ulang tahun yang ia siapkan untuk Erlyn. Namun…
"Lilinya buat apa?" tanya Erlyn setelah Berlyn menyalakan lilin di kue nya.
"Buat…buat apa?" tanya Berlyn ke Beni karena juga bingung kegunaan dari lilin itu.
"Emm…" Beni juga hanya bergumam sembari menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Ehh!…untuk Doa Lyn! Terus kamu tiup!" ucap Sasha karena kedua laki-laki di sampingnya hanya diam tak tahu alasannya.
"Iyaa…Gue juga tau! Lo kira gue hidup selama 20 tahun gak pernah ngeryain ulang tahun!" ucap Erlyn yang tak bisa menahan tawa melihat ketiga temanya itu.
"Kalau tahu kenapa nanya!" cetus Beni geram.
"Tunggu!! 20 tahun?" ucap Berlyn sembari menatap ke arah Erlyn.
"Iya! 20 tahun!" ucap Erlyn sembari melipat kedua lengannya juga mentertawakan Berlyn.
"Lah ini!" cetus Berlyn singkat langsung memandang ke kue yang ia bawa.
Sasha dan Beni juga melihat ke kue yang ada di tangan Berlyn. Mereka saling menatap satu sama lain, sedangkan Erlyn tetap tertawa melihat ekspresi teman-temanya.
__ADS_1
Fiuh…Erlyn menghembuskan nafasnya agar lebih tenang.
"Makasih banyak ya udah mau ngasih kejutan buat aku" ucap Erlyn yang bersiap untuk meniup lilin.
"Tunggu dulu!" cetus Berlyn yang langsung menutup bibir Erlyn dengan tangannya.
Erlyn terdiam menatap ke arah Berlyn. Dengan sigap, Berlyn membuang lilin yang berada di tengah. Yang menjadi alasan Erlyn tertawa, karena lilin itu berbentuk angka 21. Berlyn hanya menyisakan lilin polos yang ada di kue nya, dan mulai melepas tangannya dari bibir Erlyn.
"Udah tiup lah!" ucap Berlyn setelah melepaskan tangannya dari bibir Erlyn.
Erlyn tersenyum dan meniup lilinya.
"Uhh…selamat ulang tahun ya Lyn! Tapi beneran deh, gue kira umur lo sekarang 21tahun!" ucap Sasha setelah memeluk Erlyn dengan erat.
"Mana ada! Gue masih ingat ketika baru masuk TK, karena gue terlalu pinter, gue di suruh lompat kelas. Jadi bisa di bilang, gue paling muda di antara kalian!" ucap Erlyn yang kini sudah duduk dan memotong kue ulang tahun nya.
"Maaf ya! Gue sebagai pacar lo sampai gak tahu umur lo!" ucap Berlyn yang merasa bersalah karena memberikan lilin yang salah untuk Erlyn.
"Enggak masalah! Cuma lilin aja kok. Nih!! Makan kue aja!" ucap Erlyn sembari mengulurkan potongan kue ke Berlyn.
Berlyn mendekat kan wajahnya dan langsung melahap habis kue dari Erlyn, bahkan sampai menjilat jari Erlyn yang manis terkena cream.
Sontak Erlyn membulatkan kedua matanya karena Berlyn menjilat jarinya. Sedangkan Berlyn tersenyum seperti anjing sembari mengusap cream di bibirnya dengan lidahnya.
"Ya udah sini!" ucap Erlyn sembari mengulurkan kue dengan tangannya.
Hap…Semua menatap ke arah Berlyn karena Berlyn melahap habis kue yang hendak di berikan ke Sasha.
"Berlyn apaan siih lo?! Ini kan buat Sasha!" teriak Erlyn yang kaget karena Berlyn kembali menjilat tangannya.
"Iya! itu kan buat gue!" teriak Sasha yang juga kesal.
"Pakai sendok!" ucap Berlyn sembari memberikan sendok ke Erlyn.
Erlyn menerima sendok yang di berikan Berlyn dan menyuapkan kue ke Sasha.
"Ya elah…Baru mau nyuapin Sasha udah di larang. Posesif banget sih jadi cowok! Kayak udah mau nikah aja!" ucap Berlyn dengan santai nya menyindir Berlyn sembari memakan kue yang sudah di potong oleh Erlyn.
"Emang udah mau nikah!" cetus Berlyn dengan santai nya.
__ADS_1
Puft!…Sontak Beni dan Sasha tersedak kue setelah mendengar pengakuan Berlyn.
"Apa maksudnya?" tanya Sasha yang tertawa karena tak mempercayai ucapan Berlyn.
"Gue sama Erlyn udah mau nikah!" cetus Berlyn sembari menarik Erlyn ke pelukanya untuk di pamerkan.
"Wah…hebat juga lo bro!" cetus Beni sembari menepuk bahu Berlyn.
"Lepasin!…" teriak Erlyn yang meronta dan akhirnya keluar dari pelukan Berlyn. "Sakit tauk!" gerutu Erlyn sembari mengusap lengannya.
"Yang bener aja Lyn! Kalian baru pacaran udah langsung mau nikah?" tanya Sasha yang masih belum percaya sebelum Erlyn sendiri yang mengatakan itu.
"Iya bener! nih buktinya" ucap Erlyn singkat sembari menunjukan cincin di jarinya.
"Wah!…ini berita besar! Harus kita publish nih!" seru Sasha yang bersemangat langsung mengeluarkan ponselnya untuk Selfie.
"Jangan!!" seru Berlyn dan Erlyn bersamaan.
"Kenapa?" tanya Sasha yang bingung.
"Kayak gak tau aja lo! Berlyn tuh tokoh besar di kota ini. Kalau berita dia mau nikah sampai ke publik, setengah jam lagi tempat ini di penuhi wartawan!" ucap Beni menjelaskan ke Sasha.
"Iya bener!" ucap Erlyn menambahkan.
"Gitu ya?…Tapi kalau kita ubah tema nya jadi ulang tahun Erlyn gak masalah kan?" tanya Sasha yang sudah tidak tahan untuk mengabadikan momen itu.
Erlyn dan Berlyn saling menatap dan tersenyum.
"Iya gak masalah!" ucap Erlyn menjawab Sasha.
"Ya udah ayok! Chees…" seru Sasha sembari mengangkat ponselnya.
"Chess!…" seru mereka serempak.
Setelah itu,Sasha mengunggah foto mereka di Media Sosial. Dan terlihat oleh Via yang sedang menyelam kedunia maya.
"Sial!! Kata Meli, Erlyn lupa ingatan sampai gak kenal temen-temen nya! Kenapa mereka masih bisa kumpul bareng!" seru Via dengan kesal.
"Tunggu dulu! Ini…Cincin?" tanya Via yang tak sengaja melihat cincin di jari Erlyn.
__ADS_1
"Atau Jangan-jangan mereka udah mau nikah?Mereka mau nikah?Enggak boleh!!" teriak Via sembari melempar semua benda di meja riasnya.
"Erlyn…Gue kenal Berlyn lebih dulu, gue udah berusaha keras agar Berlyn putus dengan Sella. Tapi kenapa setelah semua usaha yang gue lakuin, malah lo yang menuai buah nya!" teriak Via yang sudah termakan emosinya.