
"Hmm…permen kapasnya enak lo. Mau nyoba gak?" Ucap Erlyn yang sedang memakan permen kapas nya sambil berjalan di samping Berlyn.
Tiba-tiba Berlyn mendekat kan wajahnya ke arah Erlyn yang sedang asyik memakan permen kapas. Erlyn kaget, matanya tak berkedip melihat Berlyn yang semakin mendekat kan wajahnya. Erlyn pun memejamkan matanya.
"Kenapa lo merem?" tanya Berlyn sambil memakan permen kapas yang baru saja dia gigit.
"Ehh…enggak kenapa-kenapa kok" ucap Erlyn malu. Wajahnya merona seperti tomat. "Ihh…gue kenapa sih. Gak mungkin kan Berlyn mau nyium gue kayak di drama korea" gerutu Erlyn di dalam hati.
"Lo sakit ya?" tanya Berlyn sambil memegang kening Erlyn. "Suhunya normal. Hmm…kenapa muka lo merah kayak gitu?" tanya Berlyn melanjutkan langkah nya.
"Gue gak pa pa kok. Cuma kepanasan aja! Iya…bener cuma kepanasan!" seru Erlyn sambil mengipas-ngipas lehernya.
"Ya udah, ayo neduh. Tuh Beni sama Sasha ada di sana!" seru Berlyn sambil menunjuk dengan matanya.
"Erlyn!!. Lo kemana aja sih, kita udah nungguin lo lama banget disini!" teriak Sasha yang berlari menghampiri Erlyn.
"Gue cuma beli permen kapas nih, lo tuh yang kemana aja?" cetus Erlyn mengembalikan pertanyaan Sasha.
"Hehe…sorry.Tadi gue sama Beni nyasar. Bagi-bagi dong permen kapasnya" ucap Sasha yang sudah membuka mulut nya hendak menggigit permen Kapas Erlyn.
"Jangan!!" teriak Erlyn dan Berlyn serentak dan kini saling menatap.
"Eh…kalian kenapa sih. Pelit banget!" cetus Sasha yang mengerucut kan bibir nya.
"Haduh…gimana nih masa mesti bilang. Kalau bagian itu habis gue gigit. Kalau di makan Erlyn sih gak masalah" gumam Berlyn dalam hati.
"Lo jangan asal gigit dong. Kan ini punya gue.Kalau lo mau nah gue ambilin" seru Erlyn yang kemudian mengambil kan permen kapas di bagian bawah. Karena Erlyn enggak rela kalau bekas bibir Berlyn di makan Sasha.
"Ya elah. Lyn…kayak sama siapa aja sampai gak mau berbagai langsung" gerutu Sasha sambil memakan permen kapas yang di beri Erlyn.
"udah-udah, kita pulang yok. Udah siang nih, nyokap gue tadi udah nelpon gue suruh pulang" seru Beni sambil memasukan HP ke kantong celananya.
"Ya udah ayok" ucap Sasha mengiyakan.
Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam karena macet, akhirnya mereka sampai di rumah Erlyn.
"Makasih ya, udah mau nganterin gue! Hati-hati di jalan!" seru Erlyn sambil melambaikan tangan ke teman-temanya.
__ADS_1
Erlyn di antar lebih dulu, sedangkan Sasha masih di mobil bersama Berlyn dan Beni.
"Uwah!…capek banget…mandi dulu kali ya, Baru nanti tidur" ucap Erlyn yang kemudian masuk ke kamar mandi.
***
Ketika malam hari, Erlyn hendak tidur dan sudah mematikan lampu kamar nya. Tiba-tiba Cngkling… suara notifikasi dari HP Erlyn membuat nya membuka matanya kembali.
"Aaa!! Demi apa!! Baru kali ini Berlyn ngechat gue?" teriak Erlyn kegirangan.
Cengkling…ckling…ckling…Suara notifikasi berturut-turut. Membuat Erlyn membulatkan kedua bola matanya.
"Ehh…kenapa Berlyn jadi SPAM gue? pasti ada yang gak beres nih" gumam Erlyn kemudian membuka isi chat dari Berlyn.
"Apa?! gak salah nih. Perubahan waktu dadakan, bahkan gue sama Berlyn belum latihan sama sekali. Malah udah di suruh berangkat besok!" teriak Erlyn setelah membaca pesan yang di kirim oleh Berlyn.
"Gila nih Kepala Sekolah, ngasih info gak pernah bener" gerutu Erlyn yang kemudian mengeluarkan kopernya.
Erlyn mulai berberes, ia memasukan beberapa pakaian ke dalam kopernya. Karena ada perubahan rencana, yang seharusnya Lomba Putera dan Puteri sekolah di adakan akhir pekan. Di majukan hari senin, mereka juga di minta untuk melakukan pelatihan di lokasi lomba selama seminggu. Dan pesan yang di kirim Berlyn tadi, berisi rentetan skejul untuk perlombaan itu. Erlyn berberes hingga larut malam, akhirnya dia pun tertidur.
Pagi hari berikutnya Erlyn sudah berdiri di teras rumahnya lengkap dengan kopernya.
Tiin…tiin…suara klakson mobil Berlyn yang memasuki halaman rumah Erlyn.
"Buruan masuk Lyn!" teriak Berlyn dari jendela mobilnya.
"Iyaa bentar!" ucap Erlyn yang kemudian masuk ke dalam mobil dan menaruh kopernya di bangku belakang.
"Gila!! Kenapa bisa ada perubahan jadwal dadakan sih!" gerutu Erlyn sambil membenarkan rambut nya yang basah terkena hujan.
"Gue juga gak tau. Kemarin baru nyampe rumah langsung di telpon Pak Anwar" jawab Berlyn yang melajukan mobilnya.
"Terus! guru yang dampingi kita siapa?" tanya Erlyn lagi.
"Enggak ada. Enggak ada yang boleh bawa guru pendamping selama latihan. Cuma saat perlombaan final baru guru boleh dateng. Tapi tenang aja, kata Pak Anwar segala keperluan kita di sana udah di sediakan sama Panitia" ucap Berlyn menjelaskan.
"Ohh…bagus deh kalau gitu. AC mobilnya di matiin aja dong, dingin banget nih" ucap Erlyn sambil menggosok-gosok telapak tangannya.
__ADS_1
Kemudian Berlyn mematikan AC sesuai permintaan Erlyn. Sekitar 2 jam mereka dalam perjalanan. Dan akhirnya sampai di tempat pelatihan.
"Udah sampai, ayo turun!" ucap Berlyn yang kemudian membuka bagasi untuk mengambil kopernya.
Erlyn juga keluar dari mobil, aroma tanah tercium pekat setelah hujan reda. Lalu Erlyn membawa kopernya mengikuti di belakang Berlyn.
"Ihh…Berlyn kok gak peka banget sih jadi cowok. Biasanya kan kalau di sinetron, kayak gini cowok nya inisiatif bantuin pemeran cewek buat bawa kopernya!!" gerutu Erlyn dalam hati sambil mengerucut kan bibirnya.
"Lyn! Lo tunggu di sini dulu ya. Jagain koper gue! gue tinggal ngurus administrasi dulu" ucap Berlyn sambil memberikan kopernya ke Erlyn.
"Iyaa! cepetan ya!" teriak Erlyn ke Berlyn yang sudah berjalan menuju pusat administrasinya.
***
"Pak!! Saya perwakilan dari SMA Taruna Bangsa. Ini surat rekomendasi dari sekolah, dan ini surat undangan acara ini" ucap Berlyn ke panitia sambil menyerahkan map berisi dokumen pendaftaran.
"Oke, tunggu sebentar saya cetakan kartu peserta kalian dulu" ucap salah satu petugas.
Berlyn menunggu di sana untuk beberapa saat.
"Ini kartu peserta kalian coba di cek dulu namanya, terus yang ini kartu rumah kalian" ucap petugas sambil menyerah kan kartu ke Berlyn.
"Hmm…Pak! ini kartu rumahnya cuma satu?" tanya Berlyn ragu-ragu.
"Iyaa, Karena peserta pelatihan ini ada banyak. Jadi hanya tersedia 1 kamar untuk setiap Sekolah. Tapi tenang aja, di sana ada 2 kamar kok. Dan kalian juga sudah SMA pasti sudah bisa bedain mana yang bener dan salah. Karena itu, panitia tidak ragu menempatkan 2 orang dalam satu rumah" ucap petugas dengan senyum profesional nya.
"Ehh…iya Pak. Terima kasih" ucap Berlyn yang tersenyum canggung, lalu kembali ke tempat ia berpisah dengan Erlyn.
*
*
*
Penasaran gak dengan apa yang akan terjadi selanjutnya 😅
Kalau penasaran tunggu episode selanjutnya 😘
__ADS_1
Jangan lupa tekan icon ❤ supaya kalian mendapat notifikasi saat episode terbaru di update😁