Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Selfie


__ADS_3

Suara riuh terdengar di depan Gerbang penginapan. Erlyn dan Sasha berjalan di antara lautan manusia untuk bergabung dengan teman sekelasnya. Setelah berjalan beberapa saat mereka telah melihat Berlyn dan Beni dari kejauhan.


"Hei!…Kita di sini!" teriak Beni sambil melambaikan tanganya.


"Ehh…itu Beni! ayo kesana!" ucap Sasha langsung menarik tangan Erlyn.


"Huuh…akhirnya ketemu juga" ucap Erlyn dengan nafas tersegal-segal karena lelah.


"Buruan sini!" cetus Berlyn sambil menarik Erlyn baris di depannya.


"Kenapa?" tanya Erlyn sambil mendongakan kepalanya ke belakang menatap wajah Berlyn yang memang memiliki tubuh lebih tinggi daripada Erlyn.


"Banyak yang lewat. Jangan sampai tertabrak" ucap Berlyn dengan senyumnya.


"Berlyn!" teriak Via yang tiba-tiba memegang lengan baju Berlyn.


"Apaan sih lo!" cetus Berlyn menghempaskan tanganya.


"Kok lo gitu banget sih? Padahal kan, gue cuma mau nyapa lo" ucap Via dengan nada manja.


"Viaaa!!" teriak Meli yang tiba-tiba datang dengan marah.


"Via! lo gimana sih?! Kita di suruh absenin para siswa kok lo malah kabur! buruan bantuin gue!" teriak Meli lalu menarik paksa tangan Via.


"Apaan sih lo?! gue gak mau!" teriak Via yang terus memberontak namun tak bisa melepaskan pegangan Meli.


"Tumben tuh Meli gak ngelirik lo!" ucap Beni menggoda Berlyn.


"Bagus lah" ucap Berlyn lalu menatap Erlyn yang sedang bermain HP.


"Lo ngeliatin apa?" tanya Berlyn sambil mendekat kan kepalanya ke pundak Erlyn.


"Bukan apa-apa kok. Cuma ngepost foto gue sama Sasha ke sosmed" ucap Erlyn sambil memainkan HP nya.


Cekrek…suara kamera HP Berlyn.


"Berlyn!! kok lo asal ambil foto sih!" teriak Erlyn setelah mengetahui kalau Berlyn sedang memotret nya.


"Mau gue post juga. Kan jarang poto sama kamu" ucap Berlyn sambil mengotak atik HP nya.


"Enggak boleh! Sini poto lagi yang bagus!" teriak Erlyn yang telah merebut HP dari Berlyn dan mulai mengambil foto selfie.


Cekrek…cekrek…mereka mengambil beberapa foto bersama. Sasha dan Beni juga ikut bergabung dengan mereka. Sella yang baru datang, hanya mengepalkan tanganya melihat kedekatan Erlyn dan Berlyn.

__ADS_1


"Berlyn!" seru Sella memanggil Berlyn.


"Ada apa?" tanya Berlyn dingin.


"Gue mau minta maaf soal kemarin. Gue beneran gak sengaja, lo jangan marah sama gue lagi ya" ucap Sella dengan wajah memelas.


"Kalau lo mau minta maaf, bukan ke gue. Harusnya lo minta maaf ke Erlyn! Dia yang lo celakai bukan gue!" cetus Berlyn dengan tegas.


"Tapi kan…" Sella belum selesai melanjutkan ucapannya.


"Kalau lo mau minta maaf aja pakai tapi-tapian, itu berarti lo belum serius mau minta maaf. Mending lo diem aja deh, meski lo diem gak ada yang bakal ngira lo bisu kok!" seru Doni yang tiba-tiba datang memojokkan Sella.


"Bener tuh! Mending lo diem aja. Gak usah ikut campur masalah Erlyn sama Berlyn lagi!" cetus Sasha sambil mendorong bahu Sella dengan telunjuknya.


Erlyn tak memperdulikan pertikaian yang di buat Sella. Ia tetap fokus ke ponselnya seakan tidak ada yang terjadi.


"Baiklah semuanya! Sebelum kita berangkat ke area kamping, sekarang kita harus membentuk kelompok penelitian terlebih dahulu. Setiap kelompok terdiri dari 3 orang, dan teman sekelompok akan di pilih secara acak. Jadi, sekarang setiap orang maju kedepan satu persatu. Ambil gulungan kertas, dan nomor yang ada di dalam kertas, itu lah nomer kelompok kalian" ucap Ketua angkatan menjelaskan.


Satu persatu siswa maju kedepan. Setelah mereka membuka kertas undianya, mereka mencari teman se tim nya. Sasha dan Beni menjadi satu tim, yaitu kelompok 4 sedangkan Erlyn dan Berlyn juga menjadi satu tim, yaitu kelompok 5. Sella mendapatkan nomer 4 yaitu sekelompok dengan Sasha, sedangkan Doni menjadi satu kelompok dengan Erlyn dan Berlyn. Meli dan Via tidak ada waktu untuk menggangu Berlyn lagi, karena mereka berdua di tunjuk oleh dosen sebagai panitia penanggung jawab di Fakultas nya. Setelah mereka selesai mengumpulkan nama kelompoknya, semua orang naik ke Bus dan berangkat ke area kamping. Meski Fakultas dari Meli dan Via juga berada di bandung, tetapi tempat kamping mereka berbeda. Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.


"Gila di sini dingin banget" ucap Erlyn sambil menggosok-gosok telapak tangannya.


"Bener lyn…asli dingin banget" ucap Sasha yang juga kedinginan.


"Ehh…iya! kita kesana duluan yok! Biar mereka yang bawa bawaan kita" ucap Sasha sambil melirik ke arah Beni dan Berlyn yang sedang membuka bagasi.


"Hahaha…pinter juga lo" ucap Erlyn sambil memukul bahu Sasha.


"Beni!…bawakin tas gue ya!!" teriak Sasha sambil menarik tangan Erlyn untuk berlari.


"Punya gue juga Lyn!!" teriak Erlyn yang sudah di tarik lari oleh Sasha.


Berlyn hanya terseyum melihat tingkah Erlyn dan Sasha yang kekanak-kanakan. Beni dan Berlyn berjalan membawa perlengkapan tenda dan tas para gadis itu.


"Sini biar gue bantu" ucap Doni yang hendak mengambil tas Erlyn.


"Lo mau bantu? Lo bawa tenda ini aja!" ucap Berlyn sambil memberikan perlengkapan tendanya dan berjalan pergi.


"Sekalian punya gue ya!" seru Beni yang juga menumpuk perlengkapan tendanya ke Doni. Lalu berjalan menyusul Berlyn.


"Apa Berlyn masih musuhin gue gara-gara kejadian 2 tahun yang lalu ya? Ya udah lah" gumam Doni lalu berjalan menyusul Berlyn dan Beni.


"Berlyn! kok lo mau banget sih di suruh-suruh sama Erlyn? Dasar ya tuh cewek!" ucap Sella yang berjalan mengikuti Berlyn dari samping.

__ADS_1


Berlyn hanya diam tak menghiraukan apa yang di katakan oleh Sella.


"Kok gue sial banget sih bisa sekelompok sama nih produk imitasi" gumam Beni sengaja mengejek Sella.


"Hei! apa maksud lo?!" teriak Sella ke Beni.


"Enggak ada!" cetus Beni tak mau berdebat lagi.


"Wah…akhirnya kalian sampai. Sini tas nya" ucap Sasha sambil mengambil tas nya dari Beni.


"Tas lo berat banget apa sih isinya!" cetus Beni ke Sasha.


"Gue isi batu!" ucap Sasha sengaja membuat Beni kesal.


Beni hanya menggelengkan kepalanya, sedangkan Sasha hanya tertawa melihat Ekspresi Beni.


"Ini tas lo" ucap Berlyn sambil memberikan tas Erlyn.


"Makasih ya" ucap Erlyn lalu mengeluarkan sebuah pisau lipat dari tas nya.


"Buat apa lo ngeluarin pisau?" tanya Berlyn yang melihat Erlyn mengeluarkan pisau.


"Ohh, ini ya. Ini bisa di buat ngelubangin tanah, ayo kita buat tendanya" ucap Erlyn yang sudah bersemangat.


"Enggak usah!" ucap Berlyn dan Doni bersamaan.


"Kalian kenapa ihh…kok kompak banget" ucap Erlyn mengernyitkan alisnya.


"Biar gue sama Doni aja yang buat, lo duduk aja di situ" ucap Berlyn sambil meraih pisau di tangan Erlyn.


Berlyn dan Doni mulai membangun tendanya, sedangkan Erlyn hanya duduk dan berbincang-bincang bersama Berlyn dan Doni. Begitu pula Sasha dan Beni, mereka juga sedang sibuk membangun tendanya. Sedangkan Sella hanya duduk sambil bermain HP.


"Sella!! Lo bantuin kita ngapa!" teriak Sasha memanggil Sella.


"Kenapa sih ribut banget. Kalian berdua aja kan udah bisa. Gue gak mau buat tenda, nanti tangan gue jadi kotor!" ucap Sella tanpa peduli.


"Kalau lo capek, istirahat aja sana" ucap Beni yang melihat Sasha mengerutkan dahinya.


"Enggak kok! Gue gak capek, cuma kesel aja sama si Sella. Ngapain coba kita bisa sekelompok sama dia!" gerutu Sasha sambil mengikat pin tenda.


"Ya udah sih, biarin aja. Anggep aja dia gak ada" ucap Beni menenangkan Sasha.


Sasha hanya mengangguk dan melanjutkan pekerjaanya. Setelah sekitar setengah jam, tenda telah didirikan sempurna. Semua orang beristirahat dan mengambil jatah makan siang lalu di bawa ke tenda untuk di makan bersama-sama.

__ADS_1


__ADS_2