
"Tuan dan Nona sekalian! Selamat malam, dan selamat datang di acara pelelangan malam ini!" seru MC membuka acara yang kemudian di ramaikan dengan suara tepuk tangan.
"Baiklah…langsung saja. Untuk lelang kali ini…" MC menjelaskan perincian lelang pada malam itu. Dan akhirnya kini tiba saatnya untuk menawarkan harga.
"Harga di mulai dari 300 juta rupiah, dengan menaikan harga minimal 50 juta rupiah. Silahkan di tawar! Tok…" seru MC sembari mengetuk palu menandakan sesi tawar menawar di mulai.
"350 juta!"
"400 juta!"
"450 juta!"
Seru para perwakilan perusahaan yang mengikuti acara itu. Hingga Pak Xander menaikan harga yang sudah melampaui batas kemampuan lawan nya.
"600 juta!" seru Pak Xander mengheningkan suasana.
"Baik lah! 600 juta dari Tuan Xander! Apakah ada yang mau menawar lagi? 600 juta sekali!…600 juta Dua kali…600 juta…" seru MC menengahi acara itu, namun terhenti pada detik terakhir menuju kesepakatan.
"900 juta!" seru Bella yang mulai mengangkat papan nomernya.
"Ya!…900 juta dari CEO KL group! Apakah ada yang mau menawar lagi?" ucap MC kembali bertanya.
"950 juta!" seru Pak Xander yang tetap bersikukuh menenangkan pelelangan.
"Apa yang anda lakukan? Bukannya tadi setuju untuk membiarkan Pak Xander menang?" ucap Berlyn ke Bella.
"Memang…tapi 600 juta bukan lah apa-apa bagi Pak Xander" ucap Bella yang kemudian menaikan tangannya lagi.
" 1 Miliar!" seru Bella mengheningkan suasana.
__ADS_1
"Pi!! Ayo dong pi! papi tawar lagi sampai dapet! Sella gak mau tahu, pokoknya papi harus menangin proyek ini!" seru Sella membujuk Ayah nya.
"Bagaimana ini. Batas limit dana untuk proyek ini hanya 1 miliar, kalau di teruskan bisa rugi" gumam Pak Xander dalam hati.
"Pi!! Cepetan tawar lagi!" ucap Sella mendesak Pak Xander.
Tanpa berpikir panjang lagi, Pak Xander terpengaruh oleh desakan puteri nya.
" 1M 50 juta!!" seru Pak Xander secara spontan.
"1M 50 juta sekali!…Dua kali!… Ti…ga kali!! Selamat kepada Tuan Xander berhasil memenangkan lelang malam hari ini!" seru MC yang kemudian di meriah kan tepuk tangan para tamu undangan.
"Heh!…Permainan kita akan segera di mulai" ucap Bella sembari meminum Jus nya.
"Ohh…jadi rencana kamu menaikan harga lagi supaya semakin menderita mereka saat nanti gagal?" ucap Berlyn yang kemudian menoleh ke arah Bella yang sedang menyingkapkan sedikit cadarnya untuk minum.
Deg…hati Berlyn seperti di pukul dadakan. Sekilas Berlyn merasa familiar dengan dagu itu. Berlyn terdiam sesaat memandang Bella.
"Enggak ada apa-apa!" cetus Berlyn yang kemudian mengalihkan pandangannya.
Acara telah berakhir, para tamu undangan juga bubar satu persatu. Di sisi lain, Pak Xander dan Sella datang menghampiri Bu Wanda dan Berlyn secara khusus di restoran yang ada di dekat sana.
"Apa yang ingin kalian sampaikan? Tolong lebih cepat karena ini sudah malam!" ucap Bu Wanda kurang bersahabat.
"Baiklah, kalau begitu kami juga tidak perlu berbasa-basi lagi. Saya sangat tahu kalau QT group sangat mengharapkan proyek ini. Namun, kali ini saya yang memenangkan proyek ini. Karena itu, saya berniat untuk barter dengan anda" ucap Pak Xander serius.
"Anda ingin menukarkan proyek yang baru Anda dapatkan? Apa yang begitu Anda inginkan dari QT group sampai merelakan proyek sebagus ini?" tanya Berlyn yang mulai merasakan ada sesuatu yang akan terjadi.
"Hhh…anak muda jaman sekarang, memang punya pemikiran yang tajam. Tapi…kali ini saya tidak menginginkan apapun dari QT group" ucap Pak Xander mengheningkan suasana. Berlyn dan ibunya saling menatap satu sama lain. Sedangkan Sella tersenyum puas dengan perkataan ayahnya.
__ADS_1
"Jadi…apa yang membuat anda tertarik?" tanya Bu Wanda yang mulai penasaran.
"Putera Bu Wanda! Asal kan Berlyn bersedia menikah dengan Sella, saya akan memberikan proyek ini sebagai mahar" ucap Pak Xander penuh percaya diri.
"Iya tante…kami memang sengaja memenangkan pelelangan barusan untuk menjadi mahar melamar Berlyn" ucap Sella bertebal muka.
Bu Wanda hanya membulatkan kedua matanya dan bersiap berdiri untuk mengeluarkan amarah nya.
"Kalian!…" seru Bu Wanda yang kemudian di tahan oleh Berlyn.
"Tuan! Saya masih menghormati Anda karena bagaimana pun juga Anda tetap lah ayah dari Erlyn! Anda ingin membeli saya dengan proyek seharga 1M? Maaf, saya tidak semurah itu!" ucap Berlyn yang sudah naik pitam.
Pak Xander dan Sella hanya bisa meringkuk ketakutan melihat amarah Berlyn. Sedangkan Bu Wanda hanya terdiam melihat anaknya yang selalu lembut kepada nya, kini menjadi seperti orang asing baginya.
"Ayo ma! Kedepannya kita tidak perlu berhubungan dengan mereka!" cetus Berlyn yang kemudian mengajak mamanya pulang.
"Papi!! Kenapa jadi begini sih?! Apa ini yang papi sebut dengan rencana bagus?!" teriak Sella mengeluh pada Papi nya.
"Cukup Sella! Papi sudah tidak tahan dengan tingkah kamu!! Urus sendiri apa yang kamu mau! Kalau butuh uang telpon sekretaris Lia saja!" ucap Pak Xander lalu pergi meninggalkan Sella.
"Sial!…Bahkan Papi sekalipun enggak bisa naklukin Berlyn!! Heh…Gue udah berbelas kasihan selama ini. Okey Berlyn…Karena kamu sangat mencintai Erlyn, maka akan ku buat kamu selalu mengingat nya. Hanya mengingat!!" ucap Sella dengan senyum sinisnya.
...Tamat...
*
*
*
__ADS_1
Santai🤣 Berlyn belom nikah jadi belom tamat 🤭
Tunggu Episode selanjutnya ya😘