
Setelah waktu istirahat berakhir, semua siswa kembali berkumpul di aula. Para panitia juga sibuk menyiapkan perlengkapan yang di perlukan. Erlyn juga mulai mengganti pakaian nya. Erlyn berganti pakaian yang lebih kasual, untuk memungkinkan dia menjadi apa saja yang di tentukan oleh panitia. Erlyn mengenakan setelan kemejanya yang tidak di kancingkan. Hanya memakai kaos di dalam, dan kemeja di luarnya yang hanya di ikat di ujung kainya.
"Baiklah semuanya!! Kini babak Final akan segera di mulai!! Mari kita sambut bersama-sama peserta pemilihan kali ini. Erlyn dan Meli!!!" teriak MC menghebohkan ruangan.
"Erlyn…Erlyn…Erlyn"
"Meli…Meli…Meli"
Teriakan dari masing-masing pendukung memenuhi isi ruangan. Dan kini Erlyn dan Meli telah berdiri di atas panggung. Erlyn berdiri di sebelah kanan, sedangkan Meli berdiri di sebelah kiri panggung.
"Baiklah para hadirin, Kali ini saya akan membacakan aturan mainnya. Pada babak ini kedua peserta akan memilih 3 amplop. Yang di dalamnya berisi tantangan uji bakat untuk peserta. Kita tidak tahu apa yang berada di dalamnya, jadi tergantung keberuntungan peserta itu sendiri" ucap MC menjelaskan.
"Kedua peserta silahkan di pilih amplop di tangan saya ini" Ucap MC yang mengeluarkan 10 amplop dari sakunya.
Erlyn dan Meli maju ke arah MC, dan memilih amplop mereka masing-masing. Setiap amplop yang di pilih di beri nama peserta dan juga nomer 1 sampai 3.
"Baiklah, kita akan membuka amplop pertama dari Meli. Dan tantangan untuk Meli adalah…Me…Nari!!" ucap MC meriahkan suasana.
Meli tersenyum senang, karena menari memang sudah keahlian nya. Dia tersenyum sinis menatap Erlyn, namun Erlyn hanya memutar malas bola matanya.
"Baiklah,sekarang untuk Erlyn, Waw!! Di babak kali ini Erlyn harus menampilkan…Beat box!!" teriak MC menyulut api semangat para penonton.
Meli tersenyum senang, karena dia tahu kalau Tidak semua orang bisa melakukan beat box. Sedangkan Erlyn mulai melemaskan lehernya sambil tersenyum sinis. Kemudian seseorang membisikan sesuatu kepada MC.
"Ehem! baik lah. Karena hari semakin sore, baru saja panitia mendapatkan pesan dari wakil kesiswaan. Bahwa kita harus mempercepat acara ini, oleh karena itu. Pada babak ini, Kedua peserta harus tampil untuk saling mengiringi!!" Teriak MC dengan semangat nya. Tetapi malah membuat para penonton jadi hening. Pada akhirnya Leo sebagai Ketua OSIS mulai mengambil suara.
"Jadi gini, maksudnya MC tuh. Supaya mempercepat waktu, Erlyn harus menampilkan Beat Box yang bisa mengiringi tarian Meli. Begitu pula Meli, dia harus bisa menari dengan iringan beat box" seru Leo menjelaskan.
__ADS_1
"Baiklah kita mulai saja pertunjukan nya!!" Teriak MC lalu meninggalkan Panggung.
"Bsst…beet…cctt…" Erlyn memulai Beat Box nya, sedangkan Meli "Tak…tak…tak…" Meli menghentakkan sepatu nya, mengamati tempo dan mulai menggerakkan tubuhnya.
Perpaduan yang sangat menakjubkan membuat mata yang memandang berhenti berkedip. Hingga akhirnya mereka menyelesaikan tantangan pertama.
"Baiklah semuanya, tantangan pertama sudah selesai di laksanakan. Sekarang mari kita buka amplop selanjutnya. Ini sangat mengesankan!! Kedua peserta mendapatkan tantangan untuk menyanyi Reap!!" teriak MC sampai terpekik.Membuat se isi ruangan menjadi ramai.
Setelah mendengar penjelasan MC, sudah di putuskan kalau Erlyn dan Meli akan beradu Nyanyian Reap. Meli menggunakan kesempatan ini untuk mengejek Erlyn dengan nyanyianya. Sedangkan Erlyn juga tak mau kalah, Erlyn membalas ejekan dari Meli lebih pedas lagi. Hingga akhirnya tantangan adu Reap sudah selesai.
"Kini tinggal amplop terakhir" ucap MC dengan nada datar. "Baik saya akan membuka Amplop ini" ucap MC sambil membuka amplop nya. "Erlyn harus bernyanyi dan Meli bermain Drum!!" teriak MC kembali bersemangat.
"Ha? Maen drum kak? gak salah baca ya. Kami kan cewek mana bisa maen drum?" ucap Meli memberanikan diri untuk bertanya. Lantaran dia tidak pernah memegang alat drum.
"Tapi yang tertulis di sini emang bermain drum, kalau enggak percaya nih liat sendiri" ucap MC sambil menunjukkan Isi amplop nya.
"Udah deh, kalau gak bisa ngaku kalah aja"
Seru para penonton semakin memojokan Meli
"Siapa yang bilang gue gak bisa Maen drum!! Panitia cepet bawa drum nya masuk!!" teriak Meli yang mulai malu karena merasa di rendah kan.
"Lo yakin bisa maen drum? jangan bikin nyanyian gue rusak ya" Ucap Erlyn memprovokasi Meli.
"Diem lo!! Gue gak bakal kalah dari lo" Ucap Meli lalu duduk di bangku drum.
Erlyn pun mulai bernyanyi, tapi setelah beberapa waktu Erlyn bernyanyi. Meli masih belum memainkan Alat drum nya. Akhirnya Erlyn menghentikan lagunya.
__ADS_1
"Lo bisa gak sih!! kalau gak bisa ngaku kalah aja!! gak usah buang-buang waktu deh!!" teriak Erlyn yang kesal karena ia sudah bernyanyi begitu lama sedangkan Meli hanya terdiam.
"Harap tenang. Mbak Meli? apakah masih bisa lanjut?" tanya MC berhati-hati agar tidak terjadi keributan.
"Kalian para panitia buta apa gimana sih, ini pemilihan buat puteri sekolah. Mana ada cewek yang bisa maen drum, siapa sih yang bikin tantangan enggak jelas kayak gini!!" teriak Meli karena kesal.
"Minggir lo!" perintah Erlyn kepada Meli.
"Apa maksud lo ngomong gitu!" bentak Meli lalu berdiri.
"Kelamaan lo!!" Cetus Erlyn yang lalu mendorong Meli menyingkir dan menempati tempat nya. Erlyn mulai memegang stik drum, seperti seorang profesional.
"Braak…Brum…Cresh…tak …tak…Braak…Brum" Erlyn mulai memainkan Drum itu. Dan Erlyn pun mulai menyanyikan lagunya, semua orang tercengang melihat Erlyn yang bernyanyi sambil memainkan drum tanpa adanya kesalahan. Tetapi wajah Berlyn tetap datar, seakan dia sudah tidak asing dengan kemampuan Erlyn. Hingga Erlyn menyelesaikan lagunya. Setelah dia berhenti, nafasnya menjadi terengah-engah keringat membasahi seluruh wajahnya. Hingga Akhirnya Leo berdiri dan memberikan Tepuk tangannya, yang kemudian di ikuti oleh Semua orang. Setelah semua juri dan panitia berunding mereka sudah membuat keputusan.
"Baiklah teman-teman semua. Sebenarnya kriteria pemilihan Putera dan Puteri sekolah, saat ini lebih mementingkan di bakatnya. Karena kita tidak tahu nanti apa saja yang di perintahkan juri dalam lomba antar sekolah. Karena itu, sebagai antisipasi kepala sekolah memilih Putera dan Puteri yang multi talent. Setidaknya bisa memainkan 3 alat musik. Karena dalam tantangan terakhir Meli tidak bisa memenuhi tantangan nya. Maka dari itu!! pemenang pemilihan Puteri sekolah kita adalah Er…Lyn!!" teriak MC yang heboh.
"Huu!…yeee! Erlyn menang!"
"Erlyn…Erlyn…Erlyn"
Sorakan dari Penggemar Erlyn memenuhi seisi ruangan. Sasha yang sedari tadi menunggu di bawah panggung, berlari menuju arah Erlyn dan memeluk nya. Erlyn tersenyum bangga di pelukan Sahabatnya itu, tetapi tatapan Erlyn dingin menatap Berlyn yang bahkan langsung pergi setelah pengumuman kemenangan Erlyn. Sedangkan Meli, hanya bisa menahan rasa malu dan akhirnya dia juga pergi meninggalkan Aula.
*
*
*
__ADS_1
Mohon dukungannya ya😁
jangan lupa Kasih like 😘