
"Hai Lyn!" sapa Sasha ke Erlyn yang sudah berada di dalam kelasnya.
"Hai!" ucap Erlyn menjawab sapaan dari Sasha.
"Gimana perasaan lo setelah lama gak masuk kelas?" tanya Sasha yang kini duduk di sebelah Erlyn.
"Biasa aja sih…Cuma agak seneng aja gitu, bisa kumpul di kelas lagi" jawab Erlyn sembari menulis catatan.
"Lo minjem catatan siapa?" tanya Sasha ke Erlyn.
"Punya Beni, sebenarnya Berlyn yang minjem. Tapi dia lagi ada urusan mendadak, nyuruh aku nulisin dulu" ucap Erlyn menjelaskan.
"Lah…terus Beni kemana?" gumam Sasha sembari melihat sekeliling nya.
Sasha melihat Meli dan Via masuk ke kelas, sontak Sasha menepuk bahu Erlyn.
"Lyn! Lihat tuh! Ada Meli sama Via jalan kesini!" ucap Sasha sembari menepuk bahu Erlyn.
"Biarin aja sih!" cetus Erlyn yang menoleh sebentar lalu melanjutkan menulis.
"Erlyn!" ucap Meli memanggil Erlyn.
Erlyn mendongakkan kepalanya menatap lurus ke arah Meli yang sudah berada di depan mejanya itu.
"Ingatan lo udah pulih?" tanya Meli dengan senyum liciknya.
"Udah kok…Makasih atas perhatian nya!" cetus Erlyn dengan nada judes.
Tatapan Via tertuju pada jari Erlyn, terlihat sebuah cincin di jari manis Erlyn.
"Lo udah di lamar Berlyn?" tanya Via mengheningkan suasana.
Erlyn dengan cepat menyembunyikan tangannya yang terus di tatap oleh Via.
"Kalau iya emang kenapa?!" seru Sasha yang kini berdiri menatap tajam ke mata Via.
__ADS_1
"Santai aja kali! Hari ini kita kesini datang dengan tujuan baik kok" ucap Meli dengan senyum sinis nya.
"Benar sekali!! Nih! buat lo!" ucap Via sembari memberikan selebaran brosur ke Erlyn.
"Lomba seni tahunan?" ucap Erlyn yang membaca brosur dari Via.
"Seinget gue, dulu lo unggul di bidang seni. Gue tantang lo buat ikut lomba ini. Kalau gue sama Via yang menang, lo harus putus dengan Berlyn" ucap Meli menantang Erlyn.
"Gue ralat dikit ya. Gue bukan unggul di bidang seni, tetapi hampir semua mata pelajaran" ucap Erlyn yang mulai menyombongkan dirinya.
"Dan gue gak minat buat ikut ini lomba!! Tantangan lo cuma bikin kalian untung. Gue udah nyaman sama Berlyn, ngapain mesti repot-repot nerima tantangan yang ngebahayain hubungan gue!" ucap Erlyn yang memasang ekspresi dingin.
"Bilang aja lo kalau takut!!" teriak Via yang menjadikan mereka pusat pandangan seisi kelas.
Erlyn hanya diam mendengar teriakan Via. Sedangkan Sasha sudah naik pitam, dan akhirnya meluapkan emosi nya.
"Jangan mentang-mentang kalian masuk ke fakultas seni jadi bisa ngeremehin Erlyn!!" teriak Sasha sembari mendorong bahu Via dengan telunjuknya.
"Sudah Sa!" ucap Erlyn menenangkan Sasha.
"Terserah! lo tentuin sendiri" ucap Meli singkat.
"Okey! Kalau gue menang, lo harus pindah ke fakultas pertanian!" ucap Erlyn sembari menunjuk Via. "Dan lo!! Pindah ke fakultas Tata boga" ucap Erlyn sembari menunjuk Meli.
Meli dan Via bergetar mendengar ucapan Erlyn. Dengan gugup Via mulai menjawab.
"Oke! Gue setuju!" ucap Via ragu-ragu.
"I…iya! Gue juga setuju!" cetus Meli yang berusaha percaya diri.
"Woah!! Kalian semua pada dengar kan!!" teriak Sasha menggema memenuhi isi kelas.
"Hari ini kalian jadi saksi perseteruan mereka!! Pasti nya kalian harus dukung Erlyn!! Kita buktikan ke mereka, biarpun kita bukan anak seni. Kita juga bisa ngalahin mereka!!" teriak Sasha memprovokasi.
"Wah bener tuh!!"
__ADS_1
"Iyaa!! Dateng-dateng langsung nyolot!!"
"Harus kasih pelajaran biar gak songong!!"
Seru satu persatu siswa yang ada di kelas saat itu. Via dan Meli mulai menundukan kepalanya karena malu.
"Oke!! Gue tunggu lo di lomba nanti!" cetus Meli yang kemudian berjalan pergi secepatnya dan di ikuti oleh Via.
"Mereka makan apaan sih? Keras kepala banget! Padahal udah jelas-jelas kalau Berlyn cuma suka sama lo, masih aja ngejar-ngejar Berlyn!" ucap Sasha yang duduk kembali.
"BTW…ini lomba nya harus pakai grup, lo ikut ya!" ucap Erlyn mengajak Sasha.
"Gila lo!! Gue?! Lo suruh ikut lomba seni?!" seru Sasha yang terkejut dengan ucapan Erlyn.
"Apa?! Sasha mau ikut lomba seni? Ahahaha!! Jangan bercanda deh!!" ucap Beni yang baru maksud ke kelas.
"Apa maksud lo ngomong gitu?!" cetus Sasha ke Beni dengan ekspresi kesal.
"Ehh!! Gue…beneran deh!! Gue gak bermaksud seperti apa yang lo pikirin!!" ucap Beni gugup karena Sasha mulai menunjukkan ekspresi akan marah.
"Emang apa yang gue pikirin!!" teriak Sasha ke Beni dengan nada dingin.
"Ehh!…" Beni tak bisa berkata apa-apa melihat Sasha yang marah.
"Nah…Sasha udah marah tuh! Habis deh lo!" ucap Erlyn mengejek Beni.
"Maaf ya. Beneran deh! Gue gak bermaksud kayak gitu!" ucap Beni ke Sasha.
"Ayo Lyn!! Gue bakal jadi patner lo! Sekarang juga kita latihan!" cetus Sasha yang langsung menarik tangan Erlyn hendak di ajak pergi.
"Ehh!…gue masih nyatet!" ucap Erlyn yang tak bisa menahan tarikan dari Sasha.
"Nanti di foto copy aja!" ucap Sasha singkat dan masih menarik tangan Erlyn.
Sasha membawa Erlyn pergi dari kelas, sedangkan Beni hanya diam di tempat duduknya karena bingung akan kemarahan Sasha.
__ADS_1