Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Lancarnya Pembalasan Erlyn


__ADS_3

Setelah bekerja sama dan menguras banyak tenaga, kerja keras Tuan Gu dan lainnya membuahkan hasil. Perusahaan Xander berhasil di akuisisi, dan Tuan Xander terlilit hutang hingga harus menjual semua asetnya termasuk rumah dan juga mobil. Melihat Tuan Xander yang sudah bangkrut, Istrinya juga menceraikan Tuan Xander.


Di sisi lain, pesawat yang di tumpangi Sella telah mendarat ke tanah air. Betapa terkejutnya seluruh penumpang pesawat itu, karena ada beberapa polisi yang stanby di bandara. Yang tidak lain untuk menangkap Sella.


"Selamat siang!" ucap polisi itu menyapa Sella.


"Siang! Ada apa ya pak?" ucap Sella yang mulai gelisah.


"Kami dari kepolisian membawa surat perintah penangkapan terhadap Anda, atas gugatan percobaan pembunuhan berencana" seru polisi itu sembari menunjukkan selembar kertas ke Sella.


"Maaf Pak! Sepertinya salah orang" ucap Sella yang kemudian berbalik hendak kabur.


"Mau kemana lo?!" seru Sasha yang tiba-tiba menghadang Sella.


"Lo kira gue gak tau kalau lo udah nyelakain Erlyn! Selama ini gue diem aja supaya lo gak bisa kabur sampai saat lo di laporin!" seru Sasha sembari mendorong bahu Sella dengan telunjuknya.


"Mana bukti lo kalau gue nyulik Erlyn!!" seru Sella membantah ucapan Sasha.


"Heh!…barusan lo sendiri yang bilang. Gue gak pernah bilang kalau Erlyn lo culik, kenapa lo bisa tau kalau Erlyn di culik!" cetus Sasha memojokan Sella.


"Udah pak! Tangkap aja! Bukti yang ada di kantor polisi juga sudah bisa memenjarakan jalang ini!" seru Sasha mendorong Sella dengan kuat hingga Sella mundur mendekat ke polisi.

__ADS_1


Polisi langsung memborgol tangan Sella.


"Lepasin gue!! Gue gak salah!! Kalian gak tau gue ini siapa?! Gue anak tertua keluarga Xander!! Cepat lepasin gue!!Kalau enggak, gue bakal minta papi buat ngancurin karir kalian!!" teriak Sella memberontak.


"Mohon kerjasamanya!! Anda bisa menjelaskan semuanya di kantor polisi!!" seru Polisi yang terus menarik Sella masuk ke mobil polisi.


"Akhirnya Sella di tangkap juga" gumam Sasha merasa lega setelah melihat Sella di bawa polisi.


"Sayang!!" seru Beni memanggil Sasha sembari membawa koper mereka berdua.


"Uhh…Pasti berat ya! Sini gue bantuin!" ucap Sasha sembari mencium pipi Beni dan kemudian meraih kopernya lagi.


"Ayo kita ke Erlyn dulu! Katanya dia udah ingat ingatan nya lagi!" seru Sasha bersemangat.


Benar sekali! selama belajar di luar negeri, Beni telah berhasil mengungkapkan perasaan nya pada Sasha. Dan mereka pun mulai menjalin hubungan. Sekarang mereka langsung berangkat untuk mengunjungi Erlyn.


Sedangkan di sisi lain, Tuan Gu dan Bu Wanda sedang mengadakan pertemuan untuk makan bersama Berlyn dan juga Erlyn. Bu Wanda dan Berlyn telah sampai di restoran yang mereka pesan, begitu pula dengan Tuan Gu. Namun, Erlyn masih belum sampai.


"Erlyn dimana ya? Kok gak dateng bareng paman?" tanya Bu Wanda yang penasaran karena belum pernah bertemu dengan Erlyn.


"Ohh…Maaf sebelumnya. Tadi Erlyn masih berada di perusahaan" ucap Tuan Gu menjelaskan.

__ADS_1


"Hmm…Kalau gitu saya coba telepon dulu ya" ucap Berlyn yang berdiri hendak menelepon Erlyn.


Berlyn belum berjalan jauh, Tuan Gu berseru membuat Berlyn memberhentikan langkah nya.


"Nah!! itu Erlyn!" seru Tuan Gu sembari menunjuk seorang gadis berbaju hitam dan bercadar hitam yang kini menghampiri mereka.


"Maaf saya terlambat!" ucap gadis itu yang langsung duduk di sebelah Tuan Gu.


"Hmm…Bella juga kesini?" tanya Berlyn bingung karena Tuan Gu mengundang Bella di saat itu.


"Lalu Erlyn dimana?Kata paman udah datang?" tanya Bu Wanda sembari melihat sekelilingnya.


Tuan Gu menatap Bella dan mengangguk untuk memberikan kode.


"Sebenarnya…selama ini aku menutupi identitas asliku untuk mengelabui ayah!" ucap Erlyn sembari membuka cadarnya.


"Erlyn!!" seru Berlyn yang terkejut karena melihat Bella ternyata Erlyn yang menyamar.


"Ternyata kamu Erlyn?" tanya Bu Wanda yang juga bingung.


"Iya…" jawab Erlyn dengan senyum canggung nya.

__ADS_1


Setelah Erlyn menjelaskan kenapa ia menyamar, mereka melanjutkan makan malamnya.


__ADS_2