
Hari berikutnya, Erlyn dan Sasha sudah sampai di kampus lebih awal. Mereka sengaja memilih tempat duduk yang paling belakang. Satu persatu para siswa datang memenuhi ruangan, Berlyn dan Beni juga telah tiba.
"Hei! Sasha, Erlyn! Kalian tumben banget berangkat pagi" Sapa Beni yang sekarang duduk di depan Sasha, sedangkan Berlyn duduk di depan Erlyn.
"Kalian aja yang datengnya siang, kok malah nyebut kita kepagian" gerutu Sasha.
"Iya iyaa. BTW kalian udah liat pengumuman apa belum?" tanya Beni lagi.
"Enggak tau. Kita lewat tadi enggak ada apa-apa tuh di papan pengumuman" ucap Erlyn sambil menaikan bahunya.
"Mungkin kalian emang bener kepagian, jadi belum liat pengumuman pas di pasang" ucap Berlyn sambil mengeluarkan HP di dalam tas nya.
"Emang ada pengumuman apa sih?" tanya Sasha penasaran.
Ckling…suara notifikasi di HP Erlyn dan Sasha.
"Nah, udah gue kirim gambar nya. Kalian liat aja!" seru Berlyn setelah mengirimkan gambar lewat ponselnya.
"Dalam rangka memperingati hari di dirikan nya universitas,Kita akan mengikuti kamping penelitian di alam selama 7 hari!" seru Sasha membaca brosur di gambar.
"Bukanya hari peringatan nya udah bulan lalu ya?" ucap Erlyn mengingat ingat.
"Ya kan kita ada banyak fakultas, kalau sekaligus kamping semua. Apa para dosen bisa Ngehandle semua murid" ucap Beni menjelaskan.
"Bener tuh!" cetus Berlyn menambahkan.
"Fakultas kita dan fakultas Seni, Berada di satu camp. Di Bandung?" tanya Sasha setelah membaca catatan di brosur.
"Masa!"cetus Berlyn yang langsung membaca Brosur nya dengan tergesa-gesa.
"Ehh…Kenapa lo lyn?!" tanya Erlyn ke Berlyn.
"Biasa lah. Berlyn cuma mau mastiin lagi, soalnya kan dua cewek itu ada di Fakultas Seni" ucap Beni terkekeh.
"Maksud lo Via sama Meli?!" tanya Sasha ke Beni.
"Ya iyaa lah. Siapa lagi…" ucap Beni yang belum berhenti tertawa.
"Sial banget sih!" cetus Berlyn kesal.
Erlyn hanya tertawa melihat tingkah Berlyn yang sekesal itu.
"Acaranya di mulai besok, jadi hari ini kita harus packing dan nyiapin barang-barang yang ada di brosur ya" ucap Erlyn setelah membaca Brosur nya.
"Iyaa" jawab Sasha membenarkan.
__ADS_1
"BTW.Kok lo punya nomer gue?!" tanya Erlyn yang sekarang menatap Berlyn.
"Ehh…gue kemarin minta di Sasha" ucap Berlyn canggung.
"Ohh…" jawab Erlyn singkat.
"Selamat pagi anak-anak!" seru Bu Dosen yang berjalan masuk ke kelas.
"Apakah kalian sudah melihat pengumuman di luar?" tanya Dosen
"Sudah!" seru seisi kelas.
"Baguslah kalau sudah lihat, hari ini kita di beri izin untuk tidak masuk kelas. Jadi gunakan waktu yang ada untuk menyiapkan keperluan besok. Ingat jangan terlambat ya" ucap Dosen dengan senyumnya.
"Yes…siap buk!" teriak Seisi kelas dengan girang.
"Tapi sebelum kalian pulang, hari ini ibu akan memperkenalkan pada kalian. Hari ini ada murid pindahn baru. Kalian sudah boleh masuk!" seru dosen mempersilahkan anak baru itu.
Kedua anak baru itu berjalan memasuki kelas, Betapa Erlyn dan ketiga temanya di buat kaget melihat anak baru itu.
"Silahkan perkenalkan diri kalian!" pinta Dosen kepada mereka.
"Halo namaku Sella Xanderlyn, anak pertama dari keluarga Xander" ucap Sella dengan menatap sombong ke arah Erlyn.
"Ehh…bukanya namanya Erlyn juga Xanderlyn ya?"
"Liat deh, wajahnya aja juga mirip"
Semua orang memandang ke arah Erlyn dan membandingkan kemiripan wajah Erlyn dengan Sella. Di tengah keributan, anak baru yang satunya memperkenalkan diri juga.
"Hai…Namaku Doni Anggara. Seharusnya tahun ini sudah jadi mahasiswa tahun kedua.Tapi karena pindah dari luar Negeri, hari ini saya kembali jadi mahasiswa tahun ajaran pertama" ucap Doni sambil tersenyum.
"Sasha! Kok gue kayak kenal ya dengan orang itu" ucap Erlyn kepada Sasha.
"Haduh Lyn…masa lo gak inget sih! Dia itu Kak Doni yang dulu jadi kapten basket di SMA. Dia juga yang lo tolak gara-gara mau ikut Kontes puteri sekolah" ucap Sasha menjelaskan.
"Ohh…" ucap Erlyn mengiyakan padahal belum ingat.
"Baiklah hari ini sampai di sini dulu, silahkan pulang" ucap Dosen mengakhiri pertemuan.
"Berlyn!" teriak Sella menghampiri Berlyn.
Berlyn dan ketiga temanya hanya melihat Sella yang menghampiri mereka, sedangkan Doni berjalan menghampiri Erlyn.
"Berlyn! Gue pengen ngomong sama lo, kejadian waktu SMP dulu. Itu semua cuma salah paham!" cetus Sella kepada Berlyn. Namun Berlyn tak berkata apapun, dan hanya melihat Doni yang menghampiri Erlyn.
__ADS_1
"Erlyn apa kabar?" seru Doni ke Erlyn.
"Emm…Baik kok" jawab Erlyn canggung.
"Udah lama sejak kamu pindah, kamu jadi lebih cantik aja" ucap Doni memuji Erlyn.
"Ehem!… Erlyn aja nih yang di sapa" cetus Sasha menyela ucapan Doni.
"Ehh…Lo juga di sini? wah…salut banget deh sama lo. Ternyata masih deket sama Erlyn biarpun udah pisah lama" ucap Doni kepada Sasha.
Berlyn menjadi geram melihat Doni bersikap ramah ke Erlyn. Begitu pula Sella, ia menjadi sangat kesal melihat Berlyn hanya menujukan pandangannya ke Erlyn.
"Bro…rival lo orang lama! yakin bisa menang gak?" bisik Beni ke Berlyn, karena melihat temannya itu melamun melihat Erlyn.
"Gue pasti menang!" cetus Berlyn Tanpa sadar kalau Beni bertanya.
"Ehh…apa maksud lo!" cetus Berlyn ke Beni setelah sadar apa yang di katakan Beni.
"Ahahaha…ternyata lo emang masih suka sama Erlyn. Oke bro…perjuangkan" cetus Beni terkekeh sambil menepuk bahu Berlyn.
"Erlyn! Pulang yok!" ucap Berlyn mengheningkan suasana.
"Ehh…Lo…ngajak gue pulang bareng?" tanya Erlyn canggung.
"Ya…sebenarnya gue butuh bantuan lo bentar. Bantuin gue ya!" ucap Berlyn yang kini menarik tangan Erlyn agar berdiri.
"Ehh…iyaa! Tapi jangan tarik-tarik dong, gue bisa jalan sendiri" ucap Erlyn dan melepaskan tanganya.
"Sa! Gue duluan ya" ucap Erlyn ke Sasha.
"Oke!" cetus Sasha mengiyakan.
"Sialan banget sih! Kenapa Berlyn mengabaikan gue!" teriak Sella yang geram melihat Berlyn pergi bersama Erlyn.
"Karena Lo kalah jauh jika di bandingin dengan Erlyn!" cetus Sasha sambil berdiri hendak pulang.
"Yup…Benar sekali. Bahkan gue aja gak betah liat muka lo lama-lama" cetus Beni yang kini berjalan mengikuti Sasha.
"Dasar sekumpulan orang Br*ngs*k!" cetus Sella mengumpat.
"Lo masih ngejar Berlyn kayak dulu?" tanya Beni ke Sella.
"Iya! emang kenapa!" cetus Sella sewot.
"Mana mungkin Berlyn nerima lo lagi setelah apa yang lo lakuin waktu SMP dulu. Gue aja ngerasa jijik liat kelakuan lo!" cetus Doni mencemooh Sella dan berlalu pergi.
__ADS_1
"Sial!…kenapa sekarang harus ada orang dari SMP dulu sih!" teriak Sella yang kesal dengan ucapan Doni.